Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Berlatih



Mendengar peringatan Raja Naga membuat Aran berhasil mengendalikan emosinya. Ia juga tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada tubuh Berliana.


Aran menahan ajiannya yang sudah terkumpul dikedua tangannya.


Kini dikedua tangan Aran terlihat aliran energi berupa petir berwarna biru dan putih terang.


Ratu juga menatap ke arah Aran yang ternyata tidak jadi melepaskan ajian saktinya.


"Huhuhu, saya tau kamu tidak akan berani mengeluarkan ajian tersebut padaku"


Ratu sangat yakin Aran tidak akan berani melukainya karena kini ia mendiami tubuh seseorang yang sangat Aran sayangi.


"Berjanjilah padaku satu hal. Bahwa kamu tidak akan pernah menyakitinya"


Aran berkata dengan niat membunuh yang memancar kesegala arah.


"Saya berjanji padamu. Saya hanya meminjam tubuh ini sementara. Setelah saya menemukan tubuh asli saya, saya pasti akan mengembalikannya padamu"


Perlahan-lahan Ratu Selatan terbang menjauh dari Aran.


"Saya akan pergi ke benua tengah. Sampai jumpa"


Itulah perkataan terakhir yang Aran dengar dari Ratu Selatan.


Melihat Ratu itu menjauh, Aran hanya menatapnya tanpa berkedip. Didepan matanya sendiri, ia tidak bisa melindungi orang yang begitu ia sayangi.


"Uwaaaaaaaaaaaa"


Bang!


Bang!


Aran melepaskan Ajian Halilintarnya ke arah langit. Ia begitu kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa menyelamatkan Berliana.


Aran sempat berdiri diatas laut menenangkan pikirannya hingga akhirnya ia terbang kembali menuju daratan.


***


Ratu Selatan terus terbang menjauh dari Sumatra, tapi tiba-tiba terdengar suara dijiwanya yang tidak lain adalah Berliana.


*Saya rindu keluarga saya\, paling tidak ijinkan saya untuk berpamitan dengan mereka*


*Baiklah*


Ratu yang sudah terbang jauh akhirnya memutar balik arah. Ia akan menyetujui permintaan Berliana untuk berpamitan kepada seluruh keluarganya.


***


Aran memutuskan untuk kembali berlatih di alam giok agar ia bisa menjadi kuat dan menyelamatkan semua yang ia sayangi.


*Raja Naga\, saya ingin segera pergi ke Benua Tengah*


*Benua tengah bukanlah tempat yang bisa kamu datangi seenaknya. Disana banyak sekali pendekar kuat dari berbagai belahan dunia. Sebaiknya kamu tetap mengikuti seleksi Akademi\, karena setiap siswa di akademi tersebut selalu mendapatkan perlindungan dari dewan pengawas mereka*


Akademi Bimasakti adalah akademi paling populer dan dambaan semua orang. Akademi itu memiliki pengaruh besar diseluruh dunia. Karena banyak alumninya yang telah sukses menjadi orang hebat disetiap negara. Walau Akademi itu sangat populer tapi banyak juga yang menjadi musuhnya. Salah satunya adalah Sekte Bulan Merah .


Aran hanya terdiam mendengar perkataan Raja Naga.


*Kumbang\, Putih dan Ze. Kalian pergilah berlatih kemanapun kalian mau. Saya ingin kalian bisa menjadi lebih kuat untuk menemaniku pergi ke benua tengah. Untuk Ze\, tolong sampaikan pesan kepada Lingga bahwa mulai sekarang ia yang memimpin URC dan bantu ia untuk mengawal harta jarahan Kerajaan Parsy yang berada di pesisir pantai. Putih dan Kumbang\, kalian bergantian menyamar menjadi diriku dengan menggunakan topeng sepertiku. Bantu Lingga untuk memberantas semua pengkhianat negeri ini. Satu lagi\, tolong jaga Varya*


*Baik Tuan\, kami mengerti*


*Daulat Mahapatih*


Para pengikut Aran begitu taat dengan semua perintah yang diberikan olehnya.


Setelah semua itu, Aran lalu memutuskan untuk berlatih di gunung dan memasuki alam giok.


"Kwaakkk"


Melihat Aran di alam giok, membuat Saka begitu bahagia. Kini ukuran Saka sudah mencapai dua kali ukuran gajah dewasa.


"Woooww, kamu sudah sebesar ini"


Aran begitu senang melihat Saka yang tumbuh besar sangat cepat.


Pengaruh perbandingan waktu di alam ini sangatlah besar. Aran yang hanya bisa 3 minggu dialam ini saja merasakan manfaat yang begitu besar. Apalagi Saka yang terus hidup dialam ini dan menyerap energi murninya tiap waktu.


Saka lalu menurunkan tubuhnya dan meminta Aran untuk menaikinya.


"Hahaha, kamu menginginkan aku menaikimu? baiklah"


Aran tanpa ragu langsung menaiki punggung Saka. Merasakan Aran sudah berada di atas punggungnya, Saka lalu perlahan-lahan mengepakkan sayapnya dan terbang.


Raja Naga hanya melihat dari kejauhan apa yang Saka dan Aran lakukan.


Setelah cukup lama bermain dengan Saka. Aran lalu kembali berlatih.


Ia mulai meningkatkan semua kemampuannya.


1. Ajian Naga Langit


2. Ajian Karang Wesi


3. Ajian Lembu Sekilan


4. Ajian Gerak Langit.


5. Ajian Halilintar.


6. Ilmu Pedang 7 Bintang.


7. Tekhnik Akupunktur


8. Mata Surgawi.


"Aran, di benua tengah profesi alkimia atau alkemis sangatlah penting. Saya ingin kamu terus meningkatkan kemampuan itu"


Raja Naga berkata kepada Aran diwaktu senggangnya.


"Baiklah Raja Naga, saya akan mengikuti saranmu"


Raja Naga lalu mulai menjelaskan tingkatan seorang Alkemis dan tingkatan pil.


"Di benua tengah seorang Alkemis dilihat dari level mereka. Bisa disebut master jika ia sudah mencapai level 6 dan 7. Sedangkan untuk pil, level tertinggi adalah pil level 12. Tapi hanya satu orang yang berhasil mencapai level itu. Selebihnya hanya bisa mencapai pil level 10 saja"


Aran terus menyimak apa yang diajarkan oleh Raja Naga padanya.


"Beruntung kamu memiliki alam ini, karena dialam ini kamu bisa mempercepat peningkatan masa tumbuh tanaman"


Sekarang dialam ini Aran sudah menanam rumput 5 warna, tanaman kopi svarga, tanaman anggur ruby, tanaman buah afrodisiak dan teh laut hitam.


"Sekarang pertama-tama kita membuat kopi dulu. Kamu akan kaget dengan rasa kopi ini"


Kopi yang ditanam Raja Naga dialam ini kini sudah tumbuh besar dan berbuah banyak.


"Kenapa malah membuat kopi, bukannya mengajariku membuat pil"


"Jangan salah, kopi svarga ini adalah minuman termahal didunia dan sangatlah langka. Sudah bantu saya mengumpulkan semua biji kopi ini"


"Baiklah"


Aran yang penasaran dengan semua perkataan Raja Naga memilih untuk menurutinya.


Kini Aran bersama Raja Naga mulai memanen semua biji kopi dari tanaman kopi svarga.


Setelah memanen semuanya, Raja Naga mulai mengajarkan Aran cara mengolah biji kopi ini agar menjadi lebih nikmat.


Biji Kopi yang sudah dipetik terlebih dahulu di rendam kedalam wayn selama satu malam. Setelah itu baru diolah kembali.


Raja Naga bersama Aran mulai mengolah sebagian biji kopi ini menjadi bubuk kopi dan dengan mengikuti instruksi Raja Naga, Aran mulai membuat kopi bubuk buatannya.


Setelah semua proses selesai, kini Aran menyajikan dua teko kopi.


1. Teko berisi seduhan kopi yang berasal dari biji kopi svarga yang telah seharian direndam cairan wayn.


2. Sama seperti teko sebelumnya\, hanya saja terakhir seduhan kopi tersebut dicampur dengan setetes wayn.


Bau harum kopi svarga benar-benar membius semua makhluk hidup dialam ini. Bahkan Saka sampai terbang mendekati Aran.


"Mari silahkan diminum"


"Mari"


Raja Naga bersama Aran lalu bersama-sama meminum kedua kopi ini. Mereka mencoba kopi pertama terlebih dahulu.


"Surgaaa, ini adalah minuman surga. Kenapa rasanya begitu nikmat"


Aran tidak menyangka bahwa rasa kopi svarga benar-benar lebih mantap dibandingkan rasa wayn maupun teh laut hitam.


"Hahaha.. benarkan apa kataku"


Raja Naga tertawa bangga. Ia juga sangat menyukai kopi ini.


"Sekarang mari kita mencoba teko kedua"


"Mari Tuan"


Mereka berdua kembali mencoba kopi yang kedua, dimana kopi tersebut setelah diseduh ditambahkan setetes wayn murni tanpa campuran air danau merah.


Ketika kopi itu menyentuh lidah mereka. Entah kenapa pandangan mereka langsung kosong. Mereka sekarang merasa bahwa mereka sudah tidak tinggal didunia, melainkan disurga. Perasaan nyaman dan tentram begitu terasa nyata. Hingga beberapa detik lamanya mereka merasakan hal itu.


Itu adalah tegukan pertama. Ketika efeknya menghilang, Aran dan Raja Naga saling melirik satu sama lain. Mereka memutuskan untuk kembali meminum kopi tersebut.


"Ini adalah rasa yang pernah kunikmati ribuan tahun yang lalu. Namun rasa yang sekarang lebih nikmat dibandingkan yang dahulu kala. Dulu master saya mendapatkan biji kopi ini dari Pendekar Naga Emas Jawa"


Raja Naga mengenang masa lalunya dulu ketika pertama kali menikmati kopi ini.


Mereka berdua terus hanyut dalam kenikmatan rasa kopi svarga.


 


 


\~**Note**\~


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir\, mohon bantu share.


 


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt