
Menteri akan di ganti menjadi Mahapatih.
Kediaman Raja Muda Arya.
"Pangeran, saya memang mau menjadi Mahapatihmu. Namun dengan syarat, saya bebas membuat peraturan apapun selama itu untuk kepentingan rakyat. Saya juga akan menangkap para pejabat yang korup dan menghukumnya langsung tanpa perlu persetujuan darimu, tentunya dengan bukti-bukti yang valid. Bagaimana menurutmu"
Pangeran sedikit merenung, jika ia memberikan kuasa seperti itu kepada Asura, itu sama juga ia bisa mengendalikan negeri ini. Tapi entah kenapa ia yakin, bahwa Asura tidak akan pernah mengkhianatinya.
"Aku setuju, untuk itu ambillah ini"
Pangeran memberikan lencana berwarna emas dengan ukiran macan di tengah lencana.
Asura langsung menerima lencana tersebut.
"Itu adalah bukti identitasmu sebagai Mahapatih di negeri ini. Selain Raja dan diriku, tidak ada yang boleh memerintahmu"
Asura tersenyum mendengar perkataan Raja Muda. Dengan ini ia akan mulai membrantas semua bentuk kejahatan.
"Terima kasih Pangeran"
Asura berkata dengan sopan kepada Pangeran.
"Satu lagi Asura, apakah kau mengijinkanku melihat wajah aslimu. Hal ini untuk menghindari orang-orang yang berani menyamar menjadi dirimu"
Pertanyaan Pangeran membuat Asura terdiam. Tanpa sadar Asura menatap pangeran, tatapannya langsung membuat Pangeran ketakutan. Karena, ia melihat sendiri kekejaman Asura dimedan perang, jadi ia merasa bahwa Asura dihadapannya ini pasti tersinggung dengan perkataannya.
"Maaf, lupakan jika kamu tidak mau memperlihatkannya"
Pangeran jadi merasa tidak enak dengan Asura, karena dilihatnya Asura hanya terdiam. Namun apa yang disangkakannya berbeda.
"Baiklah aku akan memperlihatkannya kepadamu"
Asura langsung membuka topeng gioknya.Terlihatlah wajahnya yang bersih dengan permata biru di kening dekat antara alisnya.
Pangeran langsung terdiam menatap wajah Asura. Baru kali ini ia melihat wajah seorang pria yang begitu rupawan, bahkan membuat dirinya merinding.
Semenjak Aran rutin memakan buah anggur ruby, semua kotoran di seluruh tubuhnya benar-benar hilang dan juga meregenerasi semua sel-selnya. Bukan hanya kulitnya yang bersih, bahkan semua otot ditubuhnya menjadi sekeras baja. Baru melihat wajah Asura dalam mode manusia saja sudah membuat orang lain iri, bagaimana jika dengan mode siluman.
Asura yang merasa bahwa Pangeran terus menatapnya tanpa berkedip membuat dirinya menjadi risih. Ia lalu memakai topengnya kembali.
Pangeran juga jadi malu dengan sikapnya "Baru kali ini saya melihat wajah pria yang begitu menenangkan bagi yang memandangnya. Entah bagaimana jika para wanita melihat wajahmu. Mungkin mereka bisa menjadi gila"
Pangeran berkata sambil mendesah pelan. Wajah Asura benar-benar bisa membuat seseorang menjadi gila.
"Jangan sampai kau tertarik padaku"
Jawab Aran dingin yang membuat pangeran tersedak. Lalu Asura kembali berkata.
"Sudah tidak perlu banyak bicara, jika tidak ada yang disampaikan lagi aku akan mulai bekerja"
Sikap Asura memang sangatlah dingin. Namun, Pangeran sudah terbiasa dengan hal itu.
Sebelum Asura undur diri, Pangeran memberikan sertifikat kepemilikan sebuah tanah dan bangunan di ibukota seluas 2.000 hektar. Itu akan menjadi tempat tinggal Asura. Ia juga sudah memodifikasi rumah untuk Asura tersebut.
Setelah semuanya, Asura lalu undur diri dari tempat Pangeran dan pergi menujui rumah barunya. Ia berjalan dengan sangat cepat, bergerak dari satu atap ke atap lainnya. Hingga akhirnya ia menemukan alamat rumah yang diberikan kepadanya.
Di depan pintu rumah yang tinggi terdapat tulisan besar.
"Villa Mahapatih Asura"
Asura melihat bahwa rumah tersebut sangatlah bagus. Kediamannya itu bahkan dikelilingi tembok yang sangat tinggi. Karena penasaran, Asura lalu berjalan ke arah pintu masuk yang dilihatnya terdapat dua prajurit yang berjaga.
Para penjaga juga melihat kedatangan Asura yang seluruh tubuhnya tertutup oleh jubah hitam, mereka terus menatapnya hingga akhirnya Asura berada didepannya. Mereka sudah mendengar kabar mengenai Asura akan menempati rumah ini. Tapi tetap saja mereka harus memastikannya.
"Maaf Tuan ini kediaman pribadi, ada perlu apa"
Tidak ingin banyak bicara, Asura langsung mengeluarkan lencana yang diberikan Pangeran kepadanya.
"Lencana Macan Emas!"
"Maafkan kami yang tidak sopan Tuan"
Mereka berdua langsung memberi hormat kepada Asura.
Asura hanya melambaikan tangannya kepada mereka, ia lalu berjalan memasuki kediamannya.
"Ingat, tanpa seijinku tidak ada yang boleh diijinkan masuk"
Sebelum menutup pintu, Asura mengingatkan kembali kepada para penjaga untuk tidak mengganggunya.
"Baik Tuan"
Mereka berdua menjawab dengan penuh hormat.
Asura lalu memasuki kediamannya dan langsung berkeliling. Ia mengelilingi taman yang begitu indah dimana ada jembatan kecil yang menyebrangi sebuah danau. Di ujung danau terdapat rumah kecil yang bentuknya begitu minimalis namun tetap indah.
Setelah dirasanya cukup berkeliling, ia lalu menuju rumah utama.
Rumah utama begitu besar dengan banyak ruangan. Ia lalu mengatur semuanya seorang diri, ia akan menjadikan rumahnya sebagai kantor utama terkait perkerjaannya sebagai Mahapatih.
"Sekarang saatnya aku memanggil mereka"
Aran lalu memusatkan pikirannya untuk memanggil Kumbang, Putih dan Ze.
Mereka semua yang dipangil Asura langsung kembali menuju tempat yang sudah diarahkan oleh Asura.
"Sebaiknya sambil menunggu, aku akan memasak makanan yang lezat untuk mereka"
Sangat jarang Aran memasak untuk para bawahannya ini, jadi ia akan mencoba memasak yang enak untuk mereka. Ia juga menyiapkan minuman wayn, karena bangsa kegelapan sangat menyukai wayn.
Sekian lama Asura memasak hingga akhirnya ia menyelesaikan semuanya dan menatanya di meja makan.
Tidak lama ia merasakan aura para bawahannya semakin dekat.
Kemudian para bawahannya semua datang melalui udara.
"Kami kembali Tuan"
Mereka bertiga memberi hormat kepada Asura.
"Hmm bagus, aku mengumpulkan kalian semua disini sebagai bentuk perayaan rumah baruku ini. Mulai sekarang kalian akan tinggal disini, kalian bisa memilih kamar yang kalian inginkan. Terserah kalian mau tinggal didalam atau diluar. Nantinya aku akan meminta bantuan kalian untuk membuatkan ruang bawah tanah sebagai ruang rahasia kita"
Mereka semua begitu senang mendengar perkataan Aran.
"Kumbang, Putih kalian boleh memakai wujud iblis kalian. Tapi tolong kalian tutupi dengan jubah sepertiku. Kalian juga harus menggunakan topeng"
"Baik Tuan, terima kasih"
Kumbang dan Putih menjawabnya dengan semangat. Akhirnya ia bisa menggunakan wujud iblisnya, karena menjadi macan atau burung sebenarnya sangatlah tidak nyaman.
Mereka berdua langsung merubah wujudnya menjadi wujud iblis yang berdiri layaknya manusia.
Ze tidak menyangka bahwa ini adalah wujud asli dari Kumbang dan Putih, wujudnya sangat menakutkan. Aran lalu menceritakan kepada Ze bahwa mereka berdua dikutuk menjadi seperti itu. Aran berjanji suatu saat nanti ia pasti akan melepaskan kutukan yang ada di kedua pengikutnya.
"Kalian semua pasti lelah, aku sudah menyiapkan makanan dan minuman yang enak untuk kalian semua"
Mendengar makanan, membuat mereka semua begitu bersemangat. Dari awal mereka datang, memang sudah mencium bau makanan yang sangat lezat. Mereka juga dari awal melihat banyak makanan lezat dimeja yang membuat mereka meneteskan air liur. Baru kali ini mereka mencium aroma makanan yang begitu lezat.
Sebenarnya aroma ini adalah efek dari wayn yang digunakan oleh Aran untuk memasak.
Mereka semua lalu berjalan bersama ke meja makan.
Setelah semuanya duduk dimeja makan, Aran lalu berkata kepada mereka.
"Mari makan tidak perlu sungkan, kita semua bersaudara"
Aran yang begitu baik kepada mereka membuat mereka begitu bahagia. Dalam hati mereka berjanji untuk selalu bekerja keras demi Tuannya ini.