Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Seni Akupunktur III



"Hufth, tidak aku sangka kamu bisa mengetahui semuanya. Memang benar saya memiliki beberapa luka dalam, dan beberapa racun. Racun ini kadang kambuh dan menyebabkan aku merasa sakit"


"Jika Tuan percaya padaku, aku akan menyembuhkanmu. Hanya aku berharap, jika nantinya Tuan menjadi lebih kuat. Tuan dapat menolong orang-orang yang lemah dan tertindas"


"Percayalah padaku Aran, aku tidak akan berbuat semena-mena pada makhluk lain"


Aran dan Tuan Tua melanjutkan obrolannya, tidak lama Eliza, Nenek Tua dan kedua bersaudara Bulan dan Bintang datang bergabung.


Tuan Tua lalu menceritakan semuanya kepada mereka, semua yang dibicarakannya kepada Aran. Termasuk penyembuhan dirinya nanti oleh Aran.


"Aran, kami semua tidak pernah melihat wajahmu. Apakah kami boleh melihatnya? apalagi sekarang kita semua ini seperti keluarga"


Mendengar Tuan Tua, Aran mengiyakannya.


"Sejujurnya saya memang tidak ingin wajah saya dilihat oleh siapapun selain keluarga dan teman dekat. Tapi kalian semua berbeda, aku akan memperlihatkannya kepada kalian"


Aran lalu membuka topeng yang menutupinya selama ini, mereka semua langsung terpana menatapnya. Memang di dunia jin ini wajah setiap makhluknya tidak lah tampan jika dibandingkan dengan manusia. Bahkan wajah manusia yang didunianya biasa-biasa saja, di alam jin ini akan dibilang sangat tampan atau cantik.


Semua terpesona dengan wajah Aran, ditambah adanya bentuk berlian berwarna biru di kening tengahnya. Membuat Aran semakin terlihat tampan dan mempesona.


Bahkan Eliza sampai bengong menatap wajah Aran, ia begitu terpesona menatap wajah Aran. Baru kali ini seumur hidupnya ia melihat wajah pria yang begitu tampan. Di Dunia jin wajah prianya sangatlah standar dan selalu terlihat garang.


"Aran, apakah kamu memiliki keinginan untuk mencari istri dunia jin?"


Berkata Tuan Tua kepada Aran yang menyebabkan Aran bingung.


"Maksud Tuan?"


Aran benar-benar bingung dengan perkataan Tuan Tua.


"Jika kamu berniat mencari istri dari dunia jin, mungkin cucuku ini bisa menjadi istri yang baik untuk dirimu, hahaha" Tuan Tua berkata dengan senangnya.


"Kakek!" Eliza menjadi salah tingkah mendengar perkataan kakeknya. Wajahnya juga berubah menjadi merah karena malu mendengarnya.


Sementara Aran hanya tersenyum mendengar perkataannya.


"Tuan, saya belum kepikiran untuk menikah. Saya masih ingin meningkatkan kemampuan saya. Dan juga saya ingin mengelilingi dunia yang luas ini" Aran berkata dengan sangat lembut dan sopan. Ia tidak ingin menyinggung perasaan siapapun. Walau dia mengakui bahwa Eliza sangatlah cantik.


"Hahaha, tidak apa-apa Aran. Saya hanyalah asal bicara saja, mungkin saja kamu tertarik"


Mereka semua tertawa bersama-sama.


"Bulan, Bintang, kalian istirahatlah dulu. Aku ingin istirahat sendiri"


Mengikuti perintah Aran, Bulan dan Bintang langsung pamit meninggalkan Aran.


Sementara Aran masuk kedalam kamar dan menguncinya. Aran lalu memasuki alam giok langit, ia beristirahat sejenak dialam itu. Perbedaan waktu yang cukup lama membuatnya bisa dengan leluasa berlatih dan beristirahat di alam giok (1 jam didunia luar = 1 minggu dialam giok).


"Aran, sekarang kamu akan aku ajarkan Teknik Akupunktur lanjutan. Yaitu Seni Naga Langit"


"Ilmu apa itu Raja Naga"


"Ini adalah ilmu yang bisa membantumu mengeluarkan racun dari dalam tubuhmu. Memperkuat semua organ tubuhmu agar kebal terhadap beberapa racun. Ilmu ini juga bisa kamu gunakan untuk mengobati orang lain yang terkena racun ataupun luka dalam. Tapi ilmu ini sangatlah sulit dipelajari, belum lagi tubuhmu akan merasakan sakit yang sangat menyiksa. Apakah kamu siap Aran?"


"Aku sangat siap Raja Naga, aku ini sudah melupakan semua rasa sakit yang menyerang tubuhku. Jadi kamu tidak perlu khawatir Raja" Aran menjawab dengan yakin.


"Baguslah kalau begitu, nanti jangan sampai kamu nangis jika waktunya tiba"


"Hahaha, tenang saja Raja. Saya berani jamin"


"Huh, omongan manusia sulit kupercaya"


"Saya tidak memintamu untuk percaya padaku Raja, musyrik namanya"


"Bocah kurang ajar, sana pergi berlatih lagi"


"Hehehe, baik Raja Naga"


Aran lalu melanjutkan latihannya di alam itu. Aran terus berlatih semua ilmu yang diajarkan Raja Naga padanya. Terutama Akupunktur dan obat-obatan, ia ingin bisa memahami semua hal ini agar kedepannya ia bisa membantu orang yang membutuhkan.


Kemampuan kanuragan Aran juga semakin meningkat dengan berlatih di alam ini.


"Aran sebelum keluar, bawa beberapa anggur ruby itu. Anggur itu dapat meningkatkan kemampuan fisik seseorang dan memperbaiki organ dalamnya"


"Baik Raja Naga"


Aran lalu memetik beberapa buah yang sudah matang. Selama di Giok Langit, Aran juga rutin memakan buah-buahan ini. Sehingga tubuhnya benar-benar sangat sehat.


"Sekarang aku sudah siap untuk menyembuhkan Tuan Tua"