
Acara minum teh terasa begitu menyenangkan, karena Asura hanya memberikan setetes wayn kedalam poci teh, jadi mereka semua tidak ada yang mabuk.
Asura lalu mengajak mereka berdua untuk berjalan ke rumah apung diatas danau.
Rumah apung ini tidaklah besar tapi cukup untuk beberapa orang berada disini.
Berliana sangat menyukai rumah apung ini. Ia terus memandangi pemandangan disekitarnya yang begitu tenang. Sesekali ada kupu-kupu dan capung yang terbang didekatnya.
"Indah sekali tempat ini"
Gumam Berliana pelan. Ia berharap suatu hari nanti bisa membuat tempat seperti ini dirumahnya.
Aran lalu berbicara kepada mereka semua.
"Berliana, aku memintamu kesini karena ada 3 hal yang ingin aku sampaikan"
Mendengar Aran berbicara cukup serius, Berliana dan Lingga langsung memasang wajah yang serius juga.
Ia ingin mendengarkan dengan fokus apa yang akan dikatakan oleh Mahapatih.
"Baik Mahapatih aku akan mendengarkan"
Berkata Berliana disertai anggukan kepala Lingga.
"Tapi sebelumnya, aku ingin mengetahui perkembangan anak pejabat yang kau tangkap kemarin malam"
Tanya Aran kepada Berliana.
"Hah, kamu menangkap anak pejabat. Siapa yang kamu tangkap"
Lingga bertanya dengan penasaran. Karena ia baru kembali dan segera bertemu dengan Berliana, jadi ia tidak mengetahui dengan detail apa yang terjadi di kota ini.
Berliana lalu menceritakan apa yang terjadi semalam kepada Lingga. Apa yang diceritakan Berliana membuat Lingga kaget.
"Kau menangkap anak Patih Kehakiman? Besar sekali nyalimu Berliana"
Lingga benar-benar tidak habis fikir dengan Berliana, semua yang tinggal di negeri ini sudah mengetahui perangai Patih Kehakiman dan keluarganya. Mereka tidak segan-segan menghukum siapapun yang berani menentang mereka.
"Kenapa harus takut padanya. Aku hanya menjalankan tugas. Lagian salahnya sendiri berani mengganggu seseorang yang tidak boleh diganggu"
Berliana menjawab dengan sangat tegas. Membuat Lingga jadi penasaran.
"Memangnya siapa yang diganggunya"
Lingga sangat penasaran, siapa yang diganggu anak pejabat itu sampai membuat Berliana tidak takut pada orang dibelakangnya.
"Dia mencoba membunuh Mahapatih"
Jawaban Berliana membuat Lingga memasang wajah datar dan mulutnya sedikit berkedut.
"Coba kau ulangi lagi, sepertinya kupingku sedikit bermasalah"
"Senior. Bukan kupingmu yang bermasalah, tapi hatimu yang terguncang"
Berliana malah menjawab Lingga dengan candaan.
Lingga malah tertawa mendengarnya. Aran juga tersenyum mendengar perkataan Berliana.
Lalu Aran menggantikan Berliana "Benar apa yang dikatakan Berliana, anak itu memang mencoba membunuhku"
"Apaa!!"
Karena jawaban ini langsung dari mulut Mahapatih. Lingga benar-benar terkejut dan sangat yakin bahwa anak itu mencoba membuat masalah dengan Mahapatih.
"Apakah anak itu benar-benar idiot berani mencoba membunuhmu, apa dia belum dengar tentangmu. Aku saja masih sedikit takut membayangkan pembunuhan yang kau lakukan dimedan perang"
Lingga kembali mengingat kejadian pembantaian yang dilakukan oleh Aran dimedan perang.
"Sudah lupakan, Berliana bagaimana kasus itu sekarang"
Aran kembali bertanya kepada Berliana.
"Kanto dan mereka yang ikut dalam rencana itu semuanya kami tahan di ruang rahasia kami. Seperti permintaan kamu sebelumnya, bahwa tidak ada yang boleh diijinkan memberitahu keberadaan Kanto kepada siapapun"
Malam pada saat kejadian, sebelum Berliana membawa Kanto dan pengikutnya. Aran berpesan, agar mereka di tahan diruang rahasia dan tidak boleh ada yang membocorkannya.
"Hmm.. bagus"
Berkata Aran sambil memegang dagunya.
"Terus tahan anak itu disana. Siapapun tidak diijinkan membocorkan keberadaannya. Jika ada yang berani membocorkannya kau tau apa yang harus kau lakukan"
"Baik Mahapatih"
Aran lalu menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Berliana.
Sebenarnya Aran sudah tidak tahan berpura-pura seperti ini. Dia menahan ketawanya melihat sikap Berliana yang begitu hormat padanya.
Tapi tetap saja Aran tidak bisa menahannya, jadi ia tersenyum.
Senyuman Aran dapat dilihat Berliana dan Lingga.
"Maaf Mahapatih, kenapa kamu tersenyum"
Berliana berkata dengan hormat begitupun Lingga. Mereka penasaran apa yang membuat Mahapatih tersenyum.
"Ah, tidak apa-apa. Saya tiba-tiba teringat sesuatu hal. Sudah lupakan"
Aran lalu membalik badannya memunggungi mereka.
'Hampir saja aku ketauan' Kata Aran didalam hatinya.
Lalu Aran kembali menghadap mereka berdua.
"Ada tiga hal yang akan aku sampaikan kepada kalian berdua"
"Pertama, terkait Kerajaan Parsy. Aku sudah mengutus bawahanku untuk mulai mengusir para penjajah itu yang sekarang berada di pesisir pantai. Jika sampai besok pagi mereka tidak meninggalkan negeri ini. Aku akan memimpin pasukan untuk membunuh mereka semua"
Perkataan Aran membuat Berliana dan Lingga merinding. Karena pada saat Aran berkata membunuh, tanpa sengaja ia mengeluarkan niat membunuhnya.
Aran yang menyadari hal itu langsung meminta maaf kepada mereka.
"Ah maafkan aku"
Aran lalu meneruskan pembicaraannya.
"Kedua, aku juga sudah mengutus bawahanku untuk melakukan pengintaian kepada para pejabat yang korup maupun para pejabat yang mencoba melakukan kudeta"
Berliana dan Lingga benar-benar mendukung semua tindakan Mahapatih.
"Mahapatih kami berdua sangat menyetujui apa yang telah kamu lakukan. Selama ini tidak ada yang berani menyinggung keluarga Patih Kehakiman. Bahkan keluarga kerajaan takut pada mereka. Dan juga sepertinya mereka melakukan pengkhianatan kepada kerajaan"
Berkata Lingga yang di iyakan oleh Berliana.
Setelah mendengar perkataan Lingga, Aran lalu kembali berkata.
"Dan yang terakhir adalah terkait jati diriku"
Berkata Aran sambil melihat ke arah wajah Berliana dan Lingga.
Merasa diperhatikan oleh Mahapatih. Berliana dan Lingga menjadi penasaran tentang jatidiri Asura.
"Jati diri? memang apa hubungannya dengan kami berdua"
Kata Lingga, sementara Berliana hanya diam saja menatap Asura.
"Karena jati diri asliku ini adalah orang yang mungkin kalian berdua kenal"
Perkataan Asura membuat Berliana dan Lingga menjadi saling pandang.
Mereka tidak merasa pernah mengenal seorang pemuda yang sangat sakti mandraguna seperti Asura.
"Maaf Mahapatih, jujur saja kami berdua ini bingung. Karena selama hidup saya dan nona Berliana. Kami berdua yakin tidak mengenal seorang pemuda yang sakti mandraguna seperti Mahapatih"
Apa yang dikatakan Lingga memang benar, Aran juga bisa memahaminya. Karena perkembangan Aran saat ini jauh berbeda dengan dirinya dulu. Pasti mereka akan sulit mengenalinya.
Berliana juga sangat yakin tidak pernah mengenal pemuda dihadapannya ini.
"Hmm.. baiklah, sebenarnya aku ingin terus merahasiakan ini. Namun hati kecilku merasa tidak tentram jika terus melakukannya. Aku akan menunjukkannya kepada kalian"
Perkataan Aran kembali membuat Berliana dan Lingga bingung.
Namun mereka berdua tetap menunggu Asura.
Aran lalu menurunkan tudung kepalanya dan perlahan-lahan melepas topengnya.
Ketika topengnya terlepas terlihatlah wajah yang selama ini mereka kenal. Hanya saja kali ini wajah Aran terlihat lebih bersih dan bercahaya. Belum lagi adanya permata biru dikeningnya yang membuat wajahnya rupawan dan semakin enak dipandang.
"Aran"
Lingga dan Berliana sama-sama reflek mengucapkan nama tersebut.
"Ya ini aku. Aran"
Aran menjawabnya dengan sedikit tersenyum. Kali ini ia menggunakan suara aslinya.
Lingga langsung menatap kosong wajah Aran.
Sementara Berliana menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena shock.
"K.. kaau.. Benar Aran. Ja.. jadi selama ini kau sudah berada disini"
Perkataan Berliana dijawab oleh Aran dengan anggukan kepalanya.
Aran jadi merasa sangat bersalah dengan Berliana.
"Kamu.. kamuu"
Berliana berkata terbata-bata sambil berjalan menghampiri Aran.
"Kamu menyebalkan!" Berliana langsung mendorong tubuh Aran kebelakang dengan sangat keras.
Karena Aran melihat Berliana menghampirinya, jadi ia menurunkan penjagaannya. Namun Aran lupa bahwa ia berdiri tepat berada di sandaran rumah apung. Dorongan Berliana membuat Aran terlempar kebelakang dan jatuh ke danau.
Byurr
Suara air terdengar lumayan keras.
Sementara Berliana setelah mendorong Aran, ia pergi berlari meninggalkannya.
~Note~
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Terakhir, mohon bantu share.
Tanggal merah saya libur update.
Terima kasih ^^
Instagram :
@yukishinamt
Have fun.. See u next chapter..