Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kehangatan



Xi Fentian tidak menyangka bahwa pemuda bertopeng ini memiliki wajah yang sangat berkharisma. Pertanyaan Xi Fentian langsung dijawab oleh Aran.


“Tentu saja saya berasal dari Nusantara”


“Iya, tapi.. ah sudahlah”


Jawab Xi Fentian malu-malu.


Melihat keadaan ini, Aran lalu memasang kembali topeng gioknya.


“Ehemm..”


Suara Tuan Tua berdehem.


“Aran, apakah kamu sudah memiliki kekasih?”


Tuan Tua yang mengerti kegalauan Cucunya langsung bertanya pada Aran.


“Sampai dengan hari ini saya belum memilki kekasih”


Jawaban Aran membuat mereka berdua tersenyum.


“Hahahaha, baguslah kalau begitu. Baobao, kamu masih memiliki peluang untuk mendapatkan cintanya”


Kata Tuan Tua sambil menepuk pundak Xi Fentian.


“Kakekkk, jangan bikin saya malu”


Xi Fentian menjawabnya dengan malu-malu.


Sementara Aran hanya terdiam melihat tingkah mereka berdua.


“Aran, sebenarnya Xi Fentian itu bukanlah nama aslinya. Dia melakukan itu untuk membuat saya senang. Karena sebenarnya saya memiliki anak lelaki yang telah lama meninggal. Untuk membuat saya tidak terus bersedih, Cucuku mengganti namanya menjadi seperti sekarang ini”


“Jadi, siapa nama aslinya”


Aran jadi penasaran dengan nama asli Xi Fentian.


“Nama aslinya adalah Xi Zihan, yang tau nama aslinya hanya petinggi Pasifik Inn dan sekarang dirimu”


“Hmm.. begitu”


Jawab Aran pelan.


“Sekarang karena kamu sudah tau nama aslinya, apakah kamu tertarik dengan Cucu tersayangku ini?”


Aran langsung diam mendengar perkataan Tuan Tua. Ia tidak menyangka Tuan Tua akan langsung to the point seperti ini pada dirinya.


“Ah.. Tuan Tua, masalah itu”


Aran bingung harus menjawab apa. Ia juga tidak ingin menyinggung siapapun.


“Itu apa? Apakah kamu tidak tertarik dengan Cucuku? Apakah menurutmu Baobaoku ini tidak pantas denganmu”


Tuan Tua berkata sambil menatap serius kepada Aran. Begitupun dengan Xi Zihan, ia juga menatap lurus ke arah Aran.


“Bukan, bukan seperti itu. Saya masih belum memikirkan untuk memiliki seorang kekasih. Dan juga, saya merasa tidak pantas dengan Nona Xi”


Aran hanya bisa mendesah lirih didalam hatinya. Kenapa ini harus terus terjadi pada dirinya.


“Siapa bilang kamu tidak pantas, kamu sangat pantas dengannya. Apa kamu benar-benar tidak tertarik dengannnya?”


Nada Tuan Tua jadi meninggi menjawab pertanyaan Aran.


“Ah, bukan begitu”


Aran benar-benar jadi serba salah dengan keadaan saat ini.


Xi Zihan yang melihat sikap Aran langsung berdiri dan berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Ia merasa bahwa Aran pastilah tidak tertarik pada dirinya, jadi dari pada ia tambah malu jadi lebih baik ia pergi.


“Sepertinya aku terlalu memaksa padamu”


Kata Tuan Tua sambil menggelengkan kepalanya yang melihat Xi Zihan melangkah pergi keluar ruangan.


“Tuan Tua, bukan seperti itu”


Aran benar-benar jadi merasa bersalah dengan keadaan ini.


“Tuan, Saya ijin untuk mengejar Nona Xi”


Tuan Tua langsung mengijinkan Aran untuk mengejar Nona Xi.


Aran segera keluar dari ruangan tersebut dan segera mencari Nona Xi. Ia dapat dengan mudah menemukan keberadaan Nona Xi dari auranya.


Ternyata Nona Xi naik ke lantai paling atas penginapan. Itu merupakan ruangan kecil yang memiliki jendela menghadap luar.


“Nona Xi”


Kata Aran dari belakang.


Nona Xi hanya melirik kebelakang sebentar lalu kembali menatap keluar.


“Mau apa kamu”


Nona Xi berkata sambil tetap menatap ke arah luar jendela. Malam ini bulan bersinar dengan sangat terang dan langit terlihat begitu indah dengan banyaknya bintang.


“Emm, saya ingin meminta maaf padamu. Bukan maksudku untuk menyinggung perasaanmu”


Aran menjawab sambil berjalan dan berdiri disebelah Nona Xi.


“Kamu tidak salah apa-apa, akunya saja yang terlalu bawa perasaan. Karena selama ini aku tidak pernah memiliki kekasih pria dan juga baru kali ini aku melihat Kakek sangat bersemangat menjodohkan diriku dengan seorang pria. Apalagi kamu juga telah menyelamatkan bisnis kami disini”


Xi Zihan masih tetap menatap ke luar jendela. Sebenarnya kali ini ia juga bingung dengan perasaannya. Bahkan jantungnya berdetak dengan sangat kencang.


Aran yang melihat perubahan sikap Xi Zihan jadi merasa sangat bersalah, apalagi kini ia melihat Xi Zihan meneteskan air matanya. Hal ini tentu saja membuat Aran menjadi gundah gulana.


“Nona Xi, kamu sangatlah cantik. Aku ini hanyalah orang biasa yang tidak memiliki apa-apa. Bukan aku tidak tertarik denganmu, hanya saja aku takut nantinya mengecewakanmu”


“Mengecewakan kenapa?”


Kini Xi Zihan membalik badannya menghadap Aran. Melihat Xi Zihan dari jarak sedekat ini malah membuat Aran panas dingin.


Umpat Aran didalam hatinya.


Penampilan Xi Zihan benar-benar membuat Aran tergoda. Dengan wajah merah merona dan kulit seputih giok bersih tanpa cacat. Apalagi dipadu dengan pakaian yang mengikuti bentuk tubuhnya membuat penampilan Xi Zihan bagaikan bidadari surga.


Kecantikan seperti ini bisa membuat kedua Kerajaan saling berperang. Teman menjadi musuh dan kawan menjadi lawan.


“Aku tidak ingin membuatmu khawatir, karena banyak hal yang masih harus aku lakukan. Aku harus mencari Masterku dan mencari asal usulku. Semenjak kecil aku dirawat oleh Masterku dan aku belum pernah bertemu dengan orang tuaku sama sekali. Hal inilah yang membuatku sampai sekarang belum memiliki kekasih, aku takut membuatmu menderita, aku takut..”


Belum selesai Aran berkata, Xi Zihan langsung menutup mulutnya dengan jari jemarinya. Ia lalu mendekati Aran dan langsung memeluknya.


“Aku tidak peduli dengan semua itu, aku hanya ingin bisa bersamamu.. Selamanya..”


Pelukan hangat Xi Zihan membuat Aran menjadi diam dan lemas. Ia tidak menyangka Xi Zihan akan memeluknya seperti ini.  Dengan perlahan, tangan Aran juga balas memeluk tubuh Xi Zihan.


Dalam hatinya, Aran tidak ingin merusak moment ini, jadi ia tetap diam dan mencoba menenangkan pikirannya.


Mereka berdua terus berpelukan mesra dengan diterangi cahaya bulan.


(Kejadian selanjutnya saya skip, karena saya takut ada yang baper ^^,)


>>>


Keesokan harinya di restoran Pasifik Inn.


Aran, Taeyang, Varya dan Namora duduk bersama di meja makan.


“Aran, apa yang kau lakukan semalaman. Aku dan Varya mencoba mencarimu tapi tidak ketemu”


Namora berkata kepada Aran dengan tatapan serius.


“Biar saya yang jawab, semalam Aran pergi bersama..”


Ketika Taeyang ingin menyelesaikan perkataannya, Aran menginjak kakinya dengan keras.


“Wadidaaaaw.. Hyung-nim apa yang kau..”


Aran langsung memelototi Taeyang, yang membuat Taeyang menelan ludahnya.


“Bersama siapaa?”


Kini giliran Varya yang berkata kepada Taeyang.


“Bersama?”


Taeyang bingung ingin menjawab apa. Ia tidak mungkin berani berkata bahwa Aran pergi bersama Nona Xi.


“Bersama saya ke tempat judi”


Jawab Taeyang pasrah.


“Judi! Kamu mengajak Aran untuk bermain judi. Apa kepalamu habis terbentur batu hingga berani seperti ini. Apa perlu aku benturkan lagi kepalamu agar kamu sadar hah!”


Namora begitu kesal dengan jawaban Taeyang. Begitupun dengan Varya yang terus menatap Taeyang dengan dingin.


“Jika sekali lagi kamu mengajak Aran bermain judi, percayalah aku akan menyiksamu dengan cara yang mengerikan”


Varya berkata dengan aura pembunuhan.


“Iya, iya maaf. Saya janji tidak akan seperti itu lagi”


Jawab Taeyang sambil mengangkat kedua jarinya tinggi-tinggi.


Tidak lama pesanan mereka semua datang. Bersama-sama mereka menikmati semua hidangan yang tersedia. Kini restoran sudah mulai ramai karena efek dari wayn dan hampir setiap meja sekarang memesan wayn. Walau harganya relative mahal, namun tetap saja minuman itu menjadi primadona Pasifik Inn.


Ketika mereka sedang makan, datanglah sesosok wanita yang sangat anggun. Kedatangannya membuat para pria yang berada di restoran memandangnya tanpa berkedip.


“Ya Tuhan, Dewi kita muncul”


Suasana di lantai 3 langsung ramai dengan pujian kepada seorang wanita yang tidak lain adalah Xi Zihan.


“Dia mau kemana?”


Semua orang memandangi Xi Zihan yang terus berjalan tanpa memperdulikan mereka.


Hingga akhirnya Xi Zihan berhenti di meja Aran.


Semua yang berada di meja Aran langsung memandangi Xi Zihan.


“Ada keperluan apa Nona Xi dengan kami”


Kata Aran dengan sopan.


Xi Zihan yang melihat Aran tersenyum langsung membalas senyumannya dan berkata padanya.


“Aran, jika ada waktu nanti tolong menyempatkan waktu untuk datang ketempatku”


Perkataan Xi Zihan membuat semua orang langsung diam.


Setelah berkata seperti itu, ia berjalan pergi meninggalkan mereka semua dalam kebingungan.


“Dewi kita menghampiri pria itu hanya untuk berkata agar datang ke tempatnya. Ya Tuhan, siapa lelaki itu”


Semua orang langsung memandangi Aran dengan aura permusuhan, mereka semua cemburu dengan Aran yang bisa mengenal dengan Nona Xi.


“Hei kau, ada hubungan apa kau dengan Dewi kami”


Teriak seorang pria berbadan besar kepada Aran.


Tapi Aran tetap diam dan tidak menghiraukan mereka.


“Anak muda sekarang tidak tau sopan santun, jawab pertanyaan kami kalau kau ingin selamat”


Ancaman mereka akhirnya membuat Aran mau menjawab pertanyaan mereka.


“Aku tidak perlu menjawab sekumpulan badut bodoh dan dungu macam kalian. Dasar jomblo biadab"


Jawaban Aran kepada mereka membuat semua yang ada disitu melongo.


“Bangsaatttt”