
Aran yang berada di lantai atas lupa untuk menyegel ruangan, sehingga wangi kopi svarga menyebar ke setiap lantai dan sampai keluar restoran.
Hal ini tentu saja menyebabkan kehebohan di Pasifik Inn.
"Wangi apa ini, begitu harumm"
"Aku tidak pernah mencium wangi seperti ini selama hidupku"
Semua pengunjung restoran hampir menyuarakan suara yang sama, mereka sangat menyukai wangi ini.
"Pelayan!"
"Pelayan!"
Hampir semua pengunjung memanggil pelayan dan meminta makanan atau minuman yang wangi ini.
"Para pengunjung sekalian, mohon maaf. Kami tidak memiliki makanan atau minuman yang memiliki wangi seperti ini"
Perkataan pelayan ini tentu saja tidak dapat diterima oleh para pengunjung.
"Jangan berbohong kamu, apa karena kami hanya pelanggan biasa jadi kami tidak bisa mendapatkannya"
"Ya benar, wangi ini berasal dari lantai atas. Apa mereka benar-benar melakukan diskriminasi kepada kita semua"
Kini mulai terjadi keributan di lantai bawah. Semua pelanggan merasa pihak Pasifik Inn sengaja melakukan ini terhadap mereka semua, hanya karena mereka bukanlah tamu VIP.
Keributan ini bahkan sudah menjalar keluar, karena wangi kopi svarga sudah sampai keluar Pasifik Inn. Banyak pelanggan dari luar yang mulai memasuki restoran Pasifik Inn.
Dengan banyaknya kehebohan ini membuat para pelayan merasa hampir mati karena mencoba menenangkan amarah para pelanggan. Bahkan kini para penjaga restoran yang selalu bersembunyi sampai keluar semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam restoran.
'Sialan, apa para tamu VIP itu tidak memikirkan nasib kami di bawah sini'
Batin para penjaga dan para pelayan. Mereka merasa bahwa wangi ini pasti berasal dari tamu VIP di lantai atas.
Di lantai atas ruang VIP.
"Wangi apa ini, aku merasakan ketenangan hati dan pikiranku"
"Kamu benar, dengan wangi ini aku yakin bisa membantuku menerobos ke level selanjutnya"
"Ini wangi kopi svargaaaa, Senior Xi aku tidak menyangka ternyata kamu memiliki kopi ini"
"Ya benar, ini wangi kopi surga. Aku tidak menyangka akan mencium wangi ini di sini"
Para Tetua dari kantor pusat benar-benar terlena oleh wangi dari kopi svarga yang diminum oleh Aran.
"Senior Xi, ini adalah restoran kamu. Apa kamu menyembunyikan kopi ini dari kami"
Di berondong pertanyaan sebanyak ini membuat Tuan Xi bingung harus berkata apa.
"Kedatangan kami kesini sebenarnya bukan hanya karena wayn milikmu, tapi juga karena kopi svarga. Apa kau tidak tau betapa berharganya kopi itu dan sekarang wangi kopi ini ada di sini. Apa kamu sengaja melakukan ini, hah!"
Tetua yang paling senior berkata kepada Tuan Xi yang terlihat semakin bingung. Ia juga tidak tau kenapa wangi kopi svarga ini ada di sini. Hanya satu kesimpulan yang kini ada dipikirannya. Tuan Xi hanya bisa saling pandang dengan cucunya Xi Zihan yang duduk tidak jauh darinya.
'Pasti ini ulah pemuda bertopeng itu'
Batinnya.
"Baiklah, baiklah. Aku akan mencoba mencari tau kenapa wangi kopi svarga ini bisa ada di sini"
Segera Tuan Xi berdiri dari tempat duduknya diikuti oleh XI Zihan.
Mereka berdua segera berjalan cepat keluar dari ruangan.
"Baobao, apa kamu tau siapa yang melakukan ini"
"Tidak Kakek, aku tidak tau"
Ketika mereka sedang berdebat terdengar suara para pelayan.
"Tuan"
"Manager"
Beberapa pelayan dan para penjaga restoran kini sudah berada dihadapan Tuan Xi dan Manager Xi.
"Ada apa? Kenapa wajah kalian begitu pucat"
Tanya Manager Xi.
"Nona Xi, di lantai bawah sampai ke atas telah terjadi kehebohan karena wangi ini. Mereka benar-benar sangat emosi, sangat sulit bagi kami untuk menenangkan massa yang kini jumlahnya sudah sangat banyak memenuhi lantai bawah"
Mendengar ini membuat Manager Xi memijat keningnya. Begitupun dengan Tuan Xi, ia benar-benar bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Ia kembali teringat pemuda bertopeng.
"Aran"
Manager Xi juga langsung menatap wajah Kakeknya.
"Pasti dia"
"Apakah hari ini ada tamu bertopeng yang berkunjung ke restoran ini"
Perkataan Manager Xi membuat mereka para pelayan dan penjaga saling tatap.
Mereka bersama menggelengkan kepala mereka. Tapi salah seorang dari mereka ada yang mengingatnya.
"Pemuda bertopeng pemilik Lencana Ungu, iyah dia ada datang ke tempat ini"
Kata salah seorang pelayan.
"Ah iya benar dia, kami sampai lupa bahwa ada tamu VIP yang mencari Nona Xi. Tapi karena nona sedang rapat maka kami tidak berani menggangu nona"
Perkataan pelayan ini membuat Nona Xi mengkerutkan keningnya.
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi. Berkali-kali aku bilang jika ada seseorang yang memiliki lencana ungu maka ia adalah tamu prioritas"
"Maafkan kami Nona Xi"
Kata para penjaga dan para pelayan penuh hormat. Mereka juga tidak menyangka bahwa pemilik lencana ungu harus diperlakukan dengan sangat istimewa.
"Sekarang ada dimana orang itu?"
Kini giliran Tuan Xi yang berbicara.
"Orang itu ada di ruangan khusus tamu VVIP"
Jawab pelayan dengan sigap.
"Ayo Baobao"
"Baik Kakek"
Nona Xi dan Tuan Xi segera berjalan keruangan yang dimaksud.
Knock
Knock
Suara pintu di ketuk. Aran yang berada di dalam ruangan segera berdiri untuk membuka pintu. Begitu Aran membuka pintu, terlihatlah wajah yang sudah tidak asing lagi baginya.
"Tuan dan Nona Xi, mari silahkan masuk"
Aran lalu mengajak kedua tamunya untuk masuk dan duduk bersama di dalam ruangan tersebut.
Di dalam ruangan Nona Xi dan Kakeknya dapat melihat dengan jelas bahwa wangi kopi svarga ini benar dari tempat ini. Mereka sekilas melirik cangkir yang berisi kopi svarga.
"Akhirnya aku bisa bertemu Tuan dan Nona Xi"
Kata Aran menyapa keduanya.
"Begitupun dengan kami berdua, akhirnya bisa bertemu saudar Aran"
Jawab Tuan Xi balas menyapa Aran.
Nona Xi yang sudah tidak sabar langsung membuka obrolan terkait kopi svarga.
"Aran, apa kamu habis meminum kopi svarga?"
Tanya Nona Xi menatap wajah Aran.
"Ah iya, aku habis meminumnya. Memangnya ada apa ya? ah saya tau, kalian pasti menginkannya juga"
Jawab Aran kepada kedua tamunya sambil kembali mengeluarkan teko berisi kopi svarga yang sebelumnya ia gunakan dan telah ia simpan kembali di alam bintang.
Nona Xi dan Tuan Xi hanya diam melihat Aran mengeluarkan teko dan menuangkan secangkir kopi svarga. Sebenarnya maksud perkataan Nona Xi bukanlah ini, tapi ia jadi tergoda karena Aran mau memberikannya kopi tersebut.
Wangi kopi kembali memenuhi ruangan ini dan terus menyebar sampai ke lantai bawah. Aran benar-benar tidak sadar bahwa perbuatannya ini telah menyebabkan kekacauan yang sangat besar di restoran ini yang bahkan sampai mengundang para pejabat negara untuk melihat langsung apa yang terjadi di tempat ini.
Nona Xi dan Tuan Tua yang telah terlena oleh wangi kopi ini segera meminum kopi yang telah di sediakan oleh Aran. Begitupun dengan Aran yang kembali meminum kopinya.
Saat tegukan pertama kopi itu menyentuh lidah Tuan Xi, ia langsung terdiam menikmati sensainya. Tanpa sadar ia berkata kepada Nona Xi.
"Baobao, jika kamu bisa menikah dengan Aran. Aku pasti akan sangat bahagia sekali karena bisa terus menikmati minuman dewa ini"
Aran yang mendengar perkataan Tuan Xi langsung tersedak dan terbatuk-batuk.
"Uhuk"
"Uhuk"
"Tuan Tua, tolong jangan bercanda"
Kata Aran sambil membersihkan mulutnya yang basah karena tersedak.
Berbeda dengan Aran yang sampai tersedak minumannya. Nona Xi malah tersenyum malu dan menyebabkan wajahnya memerah.
Dalam hati Nona Xi, ia sangat senang seandainya perkataan Kakeknya ini bisa terwujud.