
Ketua dan Wakil Ketua menyerang Ghafar dengan serangan penuh, mereka memutuskan untuk menghabisi Ghafar disini.
"Pedang itu sungguh merepotkan" Ghafar menghalau semua serangan kombinasi mereka, tapi tetap saja ia menderita luka yang lumayan banyak. Akhirnya ia juga memutuskan untuk mengeluarkan pedangnya.
"Hanya Level Kaisar Jin Puncak sudah berani menantang kami, kamu sama juga mengantar nyawamu kesini Ghafar" Wakil Ketua menghina Ghafar ketika senjata mereka saling beradu.
Mereka semua tidak tau bahwa Ghafar masih menekan levelnya.
"Cuhh" Ghafar meludahi wajah Wakil Ketua dari dekat.
Tindakan Ghafar membuat Wakil Ketua begitu murka "Keparatt kau Ghafar" ia melompat jauh membersihkan wajahnya dari ludah Ghafar "Aku berjanji akan menyiksamu dengan sadis sebelum membunuhmu" Wakil Ketua begitu benci menatap Ghafar.
Sementara ditempat lain, Aran sedang dikepung oleh para tetua.
"Apakah Sekte kalian benar-benar tak tau malu seperti ini, seorang tabib junior dikeroyok oleh Tetua bau tanah seperti kalian" Aran menatap mereka semua dengan tatapan membunuh.
"Huh, kami tidak percaya kau seorang tabib. Salahmu sendiri mau mengikuti Ghafar"
"Sudah tidak perlu banyak omong, segera habisi bocah cilik ini"
Pertempuran kembali terjadi, tapi Aran berhasil mengimbangi mereka semua. Pukulan dan tebasan senjata terus menyerang Aran. Dengan Ajian Gerak Langitnya Aran berhasil menghindari luka-luka yang fatal.
"Sepertinya kalian semua benar-benar bosan hidup" Berkata Aran ditengah pertarungan.
"Kau yang sudah bosan hidup, kami disini akan mengakhiri hidupmu" Salah satu Tetua yang menyerang Aran berkata dengan lantang.
Mereka semua kembali menyerang Aran dengan ganas, ada lima Raja Jin Puncak dan dua Raja Jin tingkat 5. Hanya Raja Jin Puncak yang membuat Aran kewalahan, dengan mode siluman pun Aran masih tidak bisa melawan mereka semua.
Ghafar yang melihat Aran dari kejauhan, sudah merasakan bahwa Aran tidak akan mampu dikeroyok lima Tetua seperti itu. 'Aran tidak akan bertahan jika terus seperti ini, aku harus segera menyelesaikannya' gumam Ghafar. Sampai sekarang Tuan Tua masih menahan kekuatan aslinya yang sudah memasuki Alam Kaisar Iblis, karena ia tau ada leluhur Sekte Hantu Hitam yang levelnya sama dengan dirinya. Jadi Ghafar masih menyimpan kekuatan aslinya untuk menghadapi Leluhur tersebut.
"Tidak perlu Tuan, mereka hanya sekelompok Kakek Tua dungu dan biadab. Aku masih bisa menghadapi mereka" Jawab Aran ditengah-tengah pertarungan.
Perkataan Aran yang menyebut para penyerangnya dungu membuat mereka begitu murka "Bajingann sialann, kau bilang kami dungu dan biadab. Aku benar-benar akan menyiksamu sebelum kamu mati" Salah satu Tetua begitu marah sampai mukanya merah padam.
"Memang kalian dungu dan biadab. Aku katakan kepada kalian semua, kenapa aku menyebut kalian semua seperti itu. Pertama, kalian dungu karena dengan jumlah kalian sebanyak ini masih belum bisa mengalahkanku. Kedua, kalian biadab karena bisanya menindas junior sepertiku dengan bergerombol seperti ini layaknya tikus bodoh yang kelaparan"
Perkataan Aran membuat mereka semua begitu membencinya. Ghafar juga hanya menggelengkan kepalanya mendengar Aran berkata seperti itu "Aihh, anak ini benar-benar suka sekali membuat orang kesal"
"Bocah busuk, aku akan memakan jantungmu hidup-hidup" Mereka semua langsung menyerang Aran kembali, kali ini mereka menyerang dengan lebih ganas.
Aran benar-benar sudah kewalahan menghadapi mereka semua, sekarang ia hanya mampu bertahan. Aran tidak ingin membuka segel naga lanjutannya *Raja Naga, apakah kamu punya solusi* akhirnya Aran hanya bisa minta pendapat dari Raja Naga.
*Keadaanmu sekarang tidak memungkinkan untuk menang melawan mereka semua tanpa membuka segel naga. Bom birahi juga tidak berlaku untuk mereka, karena level mereka yang tinggi. Kecuali kamu menggunakan bom kualitas terbaik, namun bom itu sudah kamu gunakan untuk melawan leluhur serigala perak*
*Sepertinya aku memang harus membuka segel naga* dengan memasuki mode siluman Aran bisa menaikkan levelnya dua tingkat dan membuka segel ke enam.
Serangan mereka semakin menggila, Aran sudah benar-benar kewalahan.
"Ghafar, sepertinya tabib yang kamu bawa itu sebentar lagi akan menemui ajalnya" Ketua berkata sambil tertawa.
"Kau belum melihat kemampuan dia yang sebenarnya" Namun dalam hati Ghafar memang mencemaskan keadaan Aran. 'Bocah cilik, bertahanlah. Aku yakin kamu masih mempunyai trik dilengan bajumu' Ucap Ghafar dalam hati.
Aran yang sudah merasa tidak sanggup lagi menahan serangan ini, langsung melompat jauh kebelakang. Tidak ingin menunda lagi, Aran lalu melakukan segel tangan dengan sangat cepat "Segel Naga Level Enam, buka!"
Aura hitam kelam keluar dari tubuh Aran, dengan kilat naga yang terlihat lebih jelas mengelilinginya. Armornya juga semakin terlihat lebih kuat dengan ukiran naga berwarna merah darah memancarkan aura menindas.
"Mati kalian semua"