Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
50. Kumbang & Serigala Perak III



Aran lalu menghampiri Aqila dan berkata padanya bahwa ia akan memusnahkan Clan Serigala Perak agar dikemudian hari tidak mengganggu mereka lagi. Tindakan Aran ini langsung ditentang oleh Aqila dan Clan Kucing lainnya. Mereka tidak ingin Aran terluka apalagi sampai terbunuh.


"Senior, jangan pergi kesana. Mereka semua sangat berbahaya. Masih banyak ahli hebat di tempat mereka" Aqila mengingatkan Aran untuk tidak gegabah.


Begitupun dengan Xiao Ling "Aran, jangan gegabah. Serigala Perak sangatlah kuat" Xiao Ling juga tidak ingin melihat Aran terluka.


"Semua tenang saja, aku memiliki cara untuk melarikan diri" Walau Aran berkata dengan penuh percaya diri, namun tetap saja hal ini membuat mereka semua khawatir.


"Aqila, kamu dan semua Clan Kucing harus segera meninggalkan tempat ini. Putih dan Xiao Ling akan menjaga kalian semua"


"Aran!" Xiao Ling benar benar tidak ingin melihat Aran terluka.


"Xiao Ling percayalah padaku, aku akan baik baik saja" Walau sebenarnya Aran begitu takut, tapi ia juga penasaran ingin mencoba berbagai macam jurus barunya.


Aran memang memiliki cara untuk melarikan diri jika ia terjadi bahaya, ia bisa segera masuk ke Alam Giok Langit untuk bersembunyi.


Setelah perdebatan panjang akhirnya mereka semua mengijinkan Aran untuk pergi, namun mereka meminta agar Aran benar benar menjaga dirinya. Putih akan terus menghubungi Aran untuk mengetahui kabarnya.


Setelah semua persiapan selesai, Aran bersama Kumbang dan Feng pergi bersama.


Feng memimpin jalan menuju markas Serigala Perak.


Mereka bertiga berjalan bersama, dengan kecepatan sedang mereka terus berlari. Karena banyaknya luka yang diderita Feng, mereka perlu sesekali beristirahat.


Saat mereka beristirahat, Kumbang akan mengawasi Feng. Sementara Aran memasuki Alam Giok Langit.


Aran yang sudah lama tidak memasuki alam ini begitu terpana melihatnya. Alam ini begitu luas ingin rasanya ia menempatkan berbagai macam benda.


Ia lalu menghampiri benda-benda yang tersusun rapi di salah satu sudut.


Aran mengingat perkataan Raja Naga Langit bahwa ia menempatkan semua benda di dalam cincinnya ke alam ini. Namun ada beberapa yang masih disegel.


Aran melihat banyak sekali kotak kotak yang tersusun rapi dan ia mencoba membuka salah satunya.


"Kitab Naga Bintang" Aran terkejut melihatnya.


"Memungkinkan seseorang untuk bergerak secepat kilat sejauh 200Km , hanya bisa digunakan 1x dalam sehari"


"Edan, mantap jiwa"


Ketika Aran sedang melihat-lihat kitab ilmu terdengar suara Naga Langit Hitam.


*Aran\, di alam ini aku bisa memperlihatkan wujudku*


"Raja Naga Iblis, dimana kamu. Perlihatkan wujudmu padaku" Seketika keluar cahaya di alam itu.


Nampak Raja Naga Iblis berada dihadapannya.


"Terima hormatku Raja Naga Hitam" Aran memberikan hormatnya kepada Raja Naga.


"Tidak perlu terlalu sopan kepadaku, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu"


"Apa itu Raja Naga"


"Ketika aku memasuki Dantian-mu, ada sedikit kesadaran Raja Naga Langit yang memberikan sebagian ilmunya kepadaku untuk diberikan kepadamu"


Wajah Aran langsung sumringah mendengar perkataan Raja Naga Iblis "Ilmu apa itu Raja Naga Iblis"


"Ilmu ini namanya Mata Surgawi"


"Mata surgawi? ilmu apa itu" Aran bingung mendengar ilmu ini.


"Ilmu ini memungkinkan dirimu bisa menilai suatu benda atau barang. Dan juga bisa melihat titik-titik meridian tubuh manusia. Sebenarnya ilmu ini sangat erat hubungannya dengan alkemis. Naga Langit dan diriku ini adalah salah satu alkemis terhebat pada masanya. Aku akan mengajarkan semua ilmuku padamu. Naga Langit dikenal alkemis didunia atas, sementara aku dikenal didunia bawah dan alam jin. Dan salah satu perbedaannya, Aku lebih menguasai Racun"


"Racun?" Aran terkejut mendengar istilah Racun. Siapa yang tidak takut kepada racun. Sehebat apapun seorang pesilat, jika berhadapan dengan Racun ia akan berfikir dua kali untuk menghadapinya.


"Racunku itu sangatlah mematikan"