Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Sikap Xiao Fei & Xiao Jun.



Di alam bintang, Aran kembali berlatih semua ilmu yang dimilikinya.Tapi sekarang ini ia mencoba untuk lebih meningkatkan seni pedang bintang miliknya. Seni pedang ini termasuk seni pedang kelas atas yang memilki kesulitan tersendiri, dimana setiap jurusnya harus bisa mengatur energi yang disalurkan terhadap pedang.


Setelah berlatih seni pedang. Aran melanjutkan untuk melatih ilmu kanuragannya.


"Ajian Karang Wesi"


Bang!


Di suatu tempat di dalam alam bintang terdengar ledakan yang sangat keras. Aran kini tengah mencoba berlatih meningkatkan berbagai ilmu yang dimilikinya.


"Ajiaaann.. Halilintarrr"


Langit diatas kepala Aran menjadi gelap dan seketika mengeluarkan petir yang langsung menuju tubuh Aran.


"Heaaa"


Aran melepaskan ajian tersebut ke sebuah batu besar di dekatnya.


Bang!


Duar!


Batu itu langsung hancur tak bersisa, bahkan debunya pun hanya bisa menguap ke udara.


Setelah melepaskan beberapa ajian saktinya, Aran kembali mengolah ilmu kanuragan dan ilmu silat miliknya. Ia melakukan pukulan, tendangan dan lompatan terus menerus hingga batasnya.


Hari berganti hari di alam bintang, Aran lalu memutuskan untuk membuat beberapa pil. Selain pil penguat jiwa, Aran juga mencoba membuat Pil Insang dan Pil Shaum. Pil shaum adalah pil penunda lapar, yang membuat manusia yang memakannya bisa menahan lapar. Karena kandungan pil ini yang memiliki energi surgawi sehingga membuat tubuh menjadi lebih kuat.


Setelah ia selesai membuat pil, Aran berjalan ke kebun miliknya. Dimana di tempat itu ada tumbuhan kopi svarga, anggur ruby dan pohon afrodisiak. Aran tidak tau bahwa pohon-pohon ini adalah bibit pohon asli dan yang paling pertama ada di dunia ini. Sehingga kualitasnya pun adalah yang terbaik.


Setelah mengecek kebun miliknya, ia juga melihat budidaya ikan ekor merah dan teh laut hitam.


"Woowww, mantap. Ternak ikanku sudah sangat melimpah"


Aran benar-benar menyukai ternak ikannya ini, ia tidak menyangka bahwa ikan-ikannya ini tumbuh dengan sangat cepat. Sekilas Aran melihat sekelilingnya, ia begitu mengagumi lingkungan alam dari dunia kecilnya ini. Tapi keadaan disini masih sangat sepi. Ia ingin nantinya alam ini akan lebih hidup dengan banyaknya flora dan fauna. Tentu saja semua akan menjadi hambanya. Karena semua yang memasuki alam ini adalah mereka yang sudah menjalani kontrak jiwa dengannya.


"Kwaaaakk"


Suara Saka yang begitu nyaring terdengar menghampiri Aran.


"Ahaha, Saka. Kamu terlihat bertambah besar"


Kini bulu-bulu emas saka terlihat sangat indah, dengan ekornya yang berwarna merah seperti api menambah kesakralan tubuhnya.


Aran yang melihat Saka segera menghampirinya dan membelai kepala Saka. Saka kini adalah Hewan berlevel 5, sebentar lagi jika ia bisa menembus batasannya maka ia bisa merubah dirinya menjadi makhluk humanoid. Di dekat Aran, Saka terus mengajaknya bermain. Bagi Saka, Aran adalah orang tuanya yang telah merawatnya dari kecil.


Setelah lama bercanda, Saka meminta Aran untuk menaiki punggungnya.


Seketika mereka berdua terbang ke langit tinggi. Dari langit Aran dapat melihat keindahan alam bintang miliknya ini. Ia lalu meminta Saka untuk mengantarnya ke tempat Putih, Kumbang dan Birong yang tengah di latih oleh Raja Naga Iblis.


"Hehehe, ternyata Raja Naga tengah melatih mereka dengan serius"


Raja Naga yang di lihat Aran ini tengah melatih para pelayan Aran untuk meningkatkan kemampuan mereka. Terutama Putih dan Kumbang, dimana kekuatan keduanya di segel. Perlahan-lahan Raja Naga berusaha merusak segel tersebut, sehingga kekuatan mereka bisa kembali seperti sedia kala.


Raja Naga tau bahwa Aran tengah melihatnya dari langit tapi ia diam saja. Hanya sedikit melirik ke atas.


Setelah melihat mereka, Aran segera terbang kembali ke tempat lain.


Di dunia nyata, Taeyang dan Rumbun tengah mengurus terkait pembentukan organisasi Ganendra. Meski banyak sekali persyaratannya termasuk jumlah kristal jiwa yang sangat banyak. Tapi hal itu dapat diselesaikan dengan lancar, apalagi Aran sudah memberikan banyak kristal jiwa kepada Taeyang untuk keperluan organisasi.


Tidak lama terdapat pemberitahuan ke semua orang yang ada di akademi bahwa ada organisasi yang baru saja terbentuk dengan nama Ganendra.


Organisasi : Ganendra (Pasukan Dewa)


Ketua : Aran Abisaka.


Seketika hal ini menimbulkan kegemparan di dalam akademi, terutama para siswa yang memang memiliki beberapa skema terhadap Aran.


"Ternyata ia membuat organisasi baru"


"Huh, bajingann itu berani membuat organisasi"


Xiao Fei yang telah dibuat cacat kini sudah dapat berbicara lagi, meski ia masih belum bisa berjalan. Rasa malunya benar-benar membuat dirinya begitu membenci Aran. Tidak lama ia memanggil pasukan elit Teratai Langit untuk menghadapnya.


Hanya dalam hitungan menit, pasukan elit itu datang ke hadapan Xiao Fei.


"Aku ingin kalian menghabisi Aran, apapun yang terjadi"


Titah Xiao Fei dengan penuh kebencian.


"Tuan Muda, menurut Ketua Xiao Jun. Kami tidak diijinkan mengganggu saudara Aran lagi"


Pemimpin pasukan elit berkata sambil tetap hormat kepada Xiao Fei. Para pasukan elit ini sebenarnya sudah sangat kesal dengan Xiao Fei. Kalau saja Xiao Fei ini orang luar, mereka pasti sudah membunuhnya. Karena gara-gara dia, mereka harus terkena racun mematikan dari Aran. Belum lagi mereka telah mendengar bahwa Aran memiliki kemampuan yang sangat hebat. Mencari masalah dengannya sama juga nge-prank Malaikat Maut.


"Fak! Aku tidak peduli! Jika kalian berani membantah, maka aku tidak akan segan meminta keluargaku untuk menghabisi kalian dan seluruh keluarga kalian!"


Mendengar perkataan Xiao Fei, para pasukan elit hanya bisa tertunduk dan tidak berani melawan. Biar bagaimanapun, keluarga mereka lebih penting dari hidup mereka.


"Baik Tuan Muda"


Jawab pemimpin pasukan elit.


"Bagus, sekarang kalian semua pergi"


Hanya dalam sekejap, para pasukan elit ini pergi dari tempat Xiao Fei. Mereka tidak ingin berlama-lama dihadapan Xiao Fei, karena hal itu hanya membuat hati mereka panas. Sebenarnya dalam hati mereka bersyukur, melihat fisik Xiao Fei yang kini telah cacat.


Setelah meninggalkan Xiao Fei. Para pasukan elit ini bukannya pergi mencari Aran, justru mereka pergi menemui Xiao Jun. Karena bagi mereka, Xiao Jun lah pemimpin muda mereka.


"Tuan"


Pemimpin pasukan elit datang seorang diri ke tempat Xiao Jun berada. Sementara sisanya berada di luar.


"Hmm.. ada apa"


Jawab Xiao Jun santai, sambil menikmati teh seduhannya. Keluarga Xiao terkenal memiliki teh dengan kualitas terbaik di benua ini. Meski begitu, teh tersebut masihlah kalah jauh dengan teh milik Aran.


"Tuan Xiao Fei meminta kami untuk membunuh Aran"


Pemimpin pasukan ini hanya tertunduk diam berkata seperti itu.


Mendengar hal itu, Xiao Jun langsung menghentikan kegiatannya.


"Si bodoh Xiao Fei, apa yang ada di pikirannya. Apakah pelajaran yang ia terima masih belum menyadarkannya. Beruntung Aran tidak membunuhnya dulu"


Xiao Jun hanya bisa berkata tanpa daya mendengar kelakuan saudaranya itu. Setelah melihat kemampuan Aran di hutan terlarang, Xiao Jun lebih memilih untuk berteman dengannya. Apalagi Aran juga telah menyelamatkan hidupnya. Tidak hanya dirinya, ia juga akhirnya mengetahui bahwa orang yang banyak membantu Xiao Ling di dunia jin adalah Aran.


"Kalian tidak perlu memikirkan Xiao Fei, aku sendiri yang akan mengurusnya. Bagaimana dengan obat yang telah aku berikan pada kalian. Apakah efeknya benar-benar menghilangkan racun di tubuh kalian"


Beberapa waktu yang lalu, Xiao Jun sempat menerima beberapa pil dari Aran. Ia berkata bahwa pil itu dapat menyembuhkan racun yang ada di tubuh beberapa orang dari pasukan elitnya.


Meski awalnya Xiao Jun bingung, namun setelah mencari tau sedikit informasi akhirnya ia tau bahwa beberapa pasukan elitnya telah menyerang Aran.


"Pil itu benar-benar menetralisir semua racun yang ada di tubuh kami Tuan"


Jawab pemimpin itu yakin.


"Bagus kalau begitu, sekarang kamu bisa pergi.  Biar nanti aku yang berurusan dengan Xiao Fei"


Dengan isyarat tangannya, Xiao Jun menyuruhnya untuk pergi.


"Baik Tuan"


Dalam sekejap pemimpin pasukan elit menghilang.


"Aran, awalnya aku ingin bersaing denganmu. Tapi sepertinya jarak antara kita ini semakin jauh saja"


Dalam hatinya Xiao Jun lebih baik memilih berteman dengan Aran daripada harus bermusuhan dengannya. Karena ia yakin bahwa Aran nantinya akan menjadi karakter yang kuat di benua ini.