
"Hahaha, bagus-bagus"
Aran tertawa melihat murid senior berlutut dihadapannya dengan memanggil dirinya ayah.
"Silahkan berdiri"
"Baik Ayah"
Murid senior berdiri sambil merapihkan pakaiannya.
"Tuan, apa sekarang kamu sudah ingat dengan janjimu"
"Dasar anak muda, tidak sabaran. Ini ambillah"
Ghafar mengeluarkan Pedang Neraka dan memberikannya kepada Aran.
Aran lalu menerimanya dengan sangat senang.
"Pedang yang bagus"
Sambil Aran sedikit melakukan gerakan pedang yang dirasanya sangat berbeda.
Ghafar hanya tersenyum melihat Aran yang begitu senang menerima pedang pemberiannya. Begitu banyak bantuan yang Aran berikan padanya, sehingga membuat dirinya kadang merasa malu kepada Aran.
"Sudah Aran mari kita masuk kedalam dulu"
"Baik Tuan"
Aran memasukkan pedang itu kedalam alam giok langitnya. Lalu ia mengikuti Ghafar yang sudah berjalan bersama murid senior.
Ketika mereka sudah sampai didalam terlihatlah harta dari Sekte Tengkorak Hitam.
Harta-harta itu tersusun rapi dibeberapa lemari.
Tapi kebanyakan adalah tanaman herbal dan buku-buku racun.
"Aran ambillah yang kamu suka"
Ghafar berkata sambil ia juga berkeliling tempat tersebut.
Ruangan ini cukup besar dan memanjang. Berbagai macam patung dan ornamen menghiasi tempat ini.
"Baik Tuan"
Aran lalu berkeliling melihat-lihat ruangan sampai ia menemukan kolam kecil didalam ruangan.
"Kenapa disini ada kolam"
Aran yang memisahkan diri dari Ghafar dan murid senior melihat sebuah kolam berukuran sedang. Ia lalu melihat kedalam kolam tersebut yang ternyata berisi dua ekor ikan.
"Ikan apa ini"
Warna ikan ini hampir seluruh tubuhnya berwarna hitam, hanya ekor belakangnya saja yang berwarna merah dan ikan ini terlihat lumayan besar.
*Itu Ikan iblis ekor merah\, bisa tumbuh sebesar ini berarti umurnya sudah lebih dari dua ratus tahun*
*Apa kau mengetahui ikan ini Raja Naga*
*Tentu saja\, ikan ini hanya hidup di kedalaman yang sangat dalam di laut merah dunia iblis. Mereka sangat sulit ditemukan. Banyak yang memburu ikan ini karena rasanya yang sangat enak dan dapat memberikan berbagai manfaat pada tubuh*
*Apakah kamu ingin memakannya Raja Naga*
Tentu saja aku mau. Tapi sebaiknya kita kembang biakkan ikan itu di alam giok ini, kebetulan ikan itu sepasang dan aku merasa bahwa ikan ini bisa masuk kesini
*Saran yang bagus. Kalau begitu kita tidak perlu sungkan*
Aran lalu mengambil ikan tersebut. Walau ikan itu terus saja bergerak, tetapi Aran tetap mudah untuk mengambilnya. Ia lalu segera memasukkan ikan tersebut ke alam giok langit.
*Hahaha\, ternyata benar ikan itu bisa masuk*
Aran menempatkan ikan itu di kolam merah dalam alam giok langitnya. Begitu ikan itu memasuki kolam mereka terlihat sangat bersemangat. Sepasang ikan itu sampai melompat-lompat diatas air.
*Woow\, kenapa ikan itu begitu bahagia*
*Itu karena kandungan yang ada dikolam ini yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh*
*Hmm baguslah kalau begitu Raja Naga\, kalau begitu aku akan meninggalkan sepasang ikan itu padamu*
Aran kembali melihat-lihat harta yang ada didalam ruangan itu.
Namun tidak ada yang menarik perhatiannya. Tidak lama Ghafar dan murid senior datang menghampiri Aran.
"Apa kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau disini"
Ghafar bertanya sambil ia membawa dua peti besar di tangan kanan dan kirinya. Begitu pun dengan murid senior yang membawa kedua peti yang sama besarnya.
"Benarkah, coba kamu lihat semua peti yang kami bawa. Jika ada yang kamu minati, maka kamu bisa mengambilnya"
Ghafar dan murid senior lalu meletakkan semua peti ke lantai dan lalu membukanya.
"Lotus es, rumput lima warna, tanduk badak putih, anggrek bulan, Jahe merah 100 tahun"
Aran mengetahui semua herbal ini dari yang sudah dipelajarinya di alam giok langit.
"Ternyata kamu banyak mengetahuinya, Ambillah yang kamu mau, disini juga banyak koin emas"
"Baiklah, aku tidak akan sungkan"
Aran lalu mengambil semua yang dibutuhkannya dan segera memasukkannya ke alam giok langit.
Setelah semua pembagian selesai mereka semua lalu keluar dari ruang harta tersebut.
"Murid siapa namamu"
"Nama saya Ziki Tuan"
"Baik Ziki, saya minta kamu segera bakar semua bangunan Sekte Tengkorak Hitam. Setelah itu, bawa semua murid yang sudah berjanji setia kepadaku menuju Sekte Pedang Iblis"
"Baik Tuan, saya segera laksanakan"
"Bagus, ambil ini"
Ghafar memberikan sebuah plat nama berwarna ungu kepada Ziki.
"Perlihatkan plat ini ketika kamu sudah sampai di Sekte Pedang Iblis"
"Baik Tuan, saya mohon pamit"
Ghafar melambaikan tangannya kepada Ziki.
Seketika Ziki langsung menghilang dari tempat tersebut.
"Aran, selanjutnya apa yang akan kita lakukan"
"Saya ingin mengunjungi kerabatku yang lain, apa kamu mau ikut Tuan"
"Tentu saja, kau tidak perlu bertanya. Aku akan mengawalmu"
"Baik kalau begitu, kita berangkat sekarang"
Mereka berdua lalu bergerak dengan sangat cepat meninggalkan Sekte Tengkorak Hitam.
Aran yang jiwanya terhubung dengan Kumbang dan Putih sudah mengetahui dimana keberadaan mereka.
*Putih\, kumbang. Aku akan ketempat kalian*
*Baik Tuan\, kami semua sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu*
*Apa ada masalah disana*
*Tidak ada Tuan\, hanya masalah kecil. Saya dan Kumbang dapat dengan mudah mengatasinya*
*Bagus\, apa ada yang lain*
*Emm\, Xiao Ling dan Clan Kucing sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu*
*Segitu rindunya dia padaku. Baiklah tunggu aku\, kabarkan kepada mereka semua*
*Baik Tuan*
Aran dan Ghafar bergerak dengan kecepatan tinggi menuju tempat Clan Kucing berada.
>>>
Note :
Saya membuat cerita tambahan tapi baru 1 episode.
Judulnya :
Galaxy System.
Mengisahkan seorang pemuda yang memiliki system didalam tubuhnya.
See u.
Stay healthy untuk semuanya.
Terima kasih