
Barisan pertama yang terdiri dari 20 orang prajurit maju menerjang ke arah Aran. Mereka semua berlari menggunakan pedang panjang.
"Mati Kau!
Wush
Wush
20 orang prajurit tanpa ragu menebaskan pedangnya kepada Aran.
Saat mereka menebas entah kenapa mereka kehilangan koneksi dengan tangan mereka. Tanpa sadar tangan mereka yang menebaskan pedang telah terpisah dari tubuh mereka. Jadi hanya tubuh mereka saja yang berputar karena dorongan saat menebas,
"Appaaaa"
"Bagaimana mungkin"
20 Prajurit itu kaget melihat salah satu tangan mereka yang kini jatuh ke tanah.
Semua yang melihat kejadian ini juga sangat kaget. Karena mereka hanya melihat pemuda bertopeng itu tetap diam tidak bergerak.
Hal ini karena kemampuan ilmu beladiri mereka yang masih dibawah rata-rata, jadi mereka tidak bisa melihatnya. Sementara Varya, Namora dan kedua Jenderal Parsy dapat melihat kilatan cepat dari tubuh Aran yang menebas kearah para prajurit Parsy.
"Cepat, sangat cepat"
Jenderal Kanru yang melihat dari jauh sangat mengagumi kemampuan pemuda bertopeng yang memiliki gerakan sangat cepat.
Sementara Jenderal Tolu sudah mulai panas dingin. Kini ia yakin pemuda ini pasti Mahapatih Asura.
Para prajurit yang tangannya terpotong itu kembali menyerang Aran dengan mengambil pedang dari tangannya yang berada di tanah.
"Bajingaaan iblisss"
Mereka kembali menyerang Aran dengan kemarahan yang meluap-luap.
Belum sempat senjata mereka menyentuh Aran kini giliran kepala mereka yang sudah berpisah dari tubuh mereka semua.
"Kalian terlalu berisik"
Berkata Aran diantara tumpukan tubuh dengan kepala terpisah disekelilingnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi"
Putri Azizah dan orang-orang dari Kerajaan Malaya benar-benar bingung melihat kemampuan pemuda bertopeng.
"Bangsaaaddd, semuanya majuuu"
Salah satu komandan pasukan Parsy yang melihat pasukannya dibunuh dengan sadis menjadi begitu murka, ia memimpin pasukan Parsy untuk menyerang ke arah Aran.
"Huhuhuhu, datanglah kalian semua para babii Parsy"
Aran hanya berjalan pelan ke arah pasukan Parsy tapi setiap ia lewat pasti akan ada orang yang mati dengan tubuh terpisah. Membuat tanah ini dipenuhi bau darah yang menyengat.
Melihat teman-teman mereka mati membuat semua pasukan Parsy begitu murka.
"Bunuh iblis jahanam ini, balaskan dendam saudara-saudara kitaaa"
"Bunuhhh"
Mereka kembali menerjang ke arah Aran, tapi Aran hanya berjalan tenang dan terus mendekat ke arah Jenderal Tolu.
Kini disepanjang jalan yang dilewati Aran terdapat banyak jasad prajurit yang mati dengan kondisi mengenaskan. Karena mereka semua mati tanpa jasad yang utuh.
Melihat ini semua, membuat moral pasukan mulai turun. Mereka semua tidak menyangka bahwa mereka akan dikalahkan semudah ini.
"Aku sudah katakan kepada kalian semua untuk menyerah, tapi kalian tidak mau mendengarnya. Apa kalian ini tidak mengerti bahasa manusia atau ada yang salah dengan IQ kalian. Kenapa pasukan Parsy begitu dungu seperti ini"
Perkataan Aran benar-benar memancing emosi seluruh pasukan Parsy.
"Bangsaatt, bunuh dia demi kehormatan Parsy"
"Bunuhhh"
Pasukan Parsy kembali maju menerjang ke arah Aran. Para Komandan memimpin seluruh pasukannnya untuk menyerang bersama ke arah Aran.
"Gunakan seluruh kemampuan kalian!"
"Kita habisi Iblis laknat ini bersama-sama"
Uwwwoo
Bruk
Bruk
Aran hanya tersenyum dingin melihat semangat para prajurit Parsy.
Dari arah samping ternyata Jenderal Kanru sudah bergerak cepat untuk membunuh Aran diam-diam. Baginya, Aran bisa menjadi ancaman Parsy dimasa depan jika tidak dibunuh saat ini juga.
"Heaaaaa"
"Kapak Penghancur Gunung"
Kapak besar terlihat berada diatas kepala Aran.
Bang!
Tapi Aran dapat menangkap kapak besar itu dengan kedua jarinya.
"Kamu masih sangat lemah, tapi kamu lumayan karena mampu membuat jariku bergerak"
Aran lalu mencubit kapak besar itu.
Prankk
Kapak itu hancur menyisakan gagangnya saja. Jenderal Kanru hanya diam tak percaya melihat senjatanya hancur.
Plaaakkk
Dalam sekejap, Aran menampar Jenderal Kanru yang menyebabkan Jenderal Kanru terlempar jauh menabrak beberapa rumah penduduk.
"Jenderal kalian begitu lemah. Apa hanya ini kekuatan pasukan Parsy"
Para prajurit menelan ludah mereka melihat Jenderal hebat mereka terlempar hanya dengan tamparan.
Begitupun semua orang yang menonton pertarungan Aran.
"Apa ia masih manusia"
Putri Azizah benar-benar tidak habis fikir dengan kemampuan tidak normal Aran.
Pasukan Topeng Siluman tersenyum bangga melihat Ketua mereka sangat kuat dan hebat.
Jenderal Tolu masih diam ditempatnya tidak bergerak. Ia benar-benar tidak ingin bertarung dengan Mahapatih.
Tapi tidak lama namanya disebut oleh Aran.
"Kalian pasukan Parsy dan kau Jenderal Tolu. Aku sudah pernah memaafkanmu sekali, tapi sepertinya kalian tidak jera juga. Mungkin dengan melihat ini kalian akan ingat"
"Kumbang, Putih keluarlah"
Roaaarrr
Roaarrr
Dalam sekejap muncul kedua macan besar di kanan kiri Aran.
Melihat dua macan yang sangat besar membuat para prajurit Parsy mundur beberapa langkah.
"Ti.. tidak mungkin. Itu adalah Macan Mahapatih"
"Sekarang kesempatan terakhir, berlutut atau mati"
Aran menatap semua prajurit Parsy yang kini tengah bergidik ngeri.
'Pantas pemuda bertopeng ini sangat hebat dan kejam, ternyata dia Mahapatih Asura. Kenapa kami harus mengalami kesialan ini berkali-kali'
Para Komandan Parsy dibawah pimpinan Jenderal Tolu hanya bisa menggerutu didalam hati mereka.
"Dan khusus untukmu Jenderal Tolu. Hari ini aku akan menarik sukmamu keluar agar kau bisa bertobat dikehidupan selanjutnya.
Aran langsung mengeluarkan rantai jiwa miliknya.
Melihat rantai mengerikan itu, langsung terbayang dipikiran Jenderal Tolu tentang penarikan sukma yang pernah dilihatnya.
"Mahapatiihh, tunggguuu. Beri saya kesempatan sekali lagi, saya mohon"
Jenderal Tolu langsung berlari dan berlutut dihadapan Aran.
"Kalian semua cepat berlutut!"
Teriak Jenderal Tolu sangat keras kepada seluruh pasukannya. Ia benar-benar tidak ingin merasakan sukmanya ditarik oleh Aran.
'Kenapa aku bisa begitu sial, dosa apa aku sampai harus bertemu iblis ini lagi'
Gerutu Jenderal Tolu didalam hatinya.
Para prajurit Parsy yang mendengar perintah atasan mereka dengan gontai langsung berlutut dihadapan Aran, sementara para prajurit bawahan Jenderal Kanru masih berdiam diri. Para Komandan mereka memiliki harga diri yang tinggi, jadi tidak mau berlutut.
"Oooh jadi kalian tidak mau berlutut, baiklah"
Aran hanya menatap sinis ke arah para prajurit yang tidak mau berlutut padanya.
"Kami pasukan Jenderal Kanru tidak akan pernah berlutut padamu"
Teriak salah satu Komandan.
"Huhuhu, keberanian yang patut dihargai. Kumbang, Putih bunuh semua prajurit yang tidak mau berlutut padaku. Sisakan Komandan itu untukku"
"Baik Tuan"
Kumbang dan Putih langsung menatap dingin ke arah prajurit musuh yang tidak mau berlutut pada Tuannya.
Roarrrr
Dalam sekejap wujud Putih dan Kumbang menghilang dari pandangan semua orang.
Zraasshh
Zrasssshh
Tiba-tiba dari arah prajurit Jenderal Kanru terdengar teriakan mengerikan.
Arrrrghhh
Hanya dalam hitungan detik, banyak prajurit mati dengan tubuh terbelah dua. Pembantaian sepihak ini benar-benar membuat takut semua orang yang menontonnya.
Bahkan, Kumbang dan Putih kadang membunuh dengan memakan sebagian tubuh para prajurit.
"Iblissss"
"Tolooonngg"
Sebagian prajurit yang memiliki keberanian mencoba melawan, namun semua yang mencoba melawan malah mati mengenaskan dengan dimakan oleh Kumbang dan Putih.
Komandan musuh yang sebelumnya berani menantang Aran kini menatap ngeri semua prajurit yang mati terbunuh secara brutal.
Darah mengalir deras ditanah ini.
Para penonton yang melihat pembantaian sepihak ini hanya bisa terdiam dan bahkan ada yang membuang mukanya karena tidak tahan melihat pembunuhan kejam dihadapannya.
"Pemuda yang terlihat lemah lembut itu ternyata sangatlah kejam"
Sebagian tahanan yang sebelumnya ditolong oleh Aran hanya bisa berkata pelan.
"Jangan pernah mencari masalah dengannya, jangan pernah"
Ki Braja Hitam dan Ki Braja Emas menelan ludah mereka sendiri. Mereka selalu merasa bahwa mereka ini adalah pendekar yang kejam. Namun dihadapan Ketua baru mereka ini, mereka bukanlah apa-apa. Seluruh pasukan Topeng Siluman hanya bisa terdiam menatap Ketua mereka membantai musuhnya dengan sadis.
Sisa Prajurit terakhir yang tersisa langsung Kumbang koyak tubuhnya dan dilemparkannya kehadapan Komandan yang berdiri mematung.
Melihat tubuh prajurit bawahannya yang sudah tercerai berai membuat Komandan itu muntah berkali-kali.
Hoeeekkkk
Aran lalu berjalan mendekati Komandan tersebut.
"Inilah hukuman untuk mereka yang tidak taat padaku"
"Putih bawa Jenderal Kanru kesini. Aku tau dari tadi ia sudah sadar dan melihat ini semua"
"Baik Tuan"
Putih langsung menghilang dan dalam hitungan detik Putih sudah berada dihadapan Aran kembali dengan menggigit seorang pria yang tidak lain adalah Jenderal Kanru.
Putih lalu meletakkan Jenderal Kanru yang sudah sangat lemah dihadapan Aran.
Jenderal Kanru yang dari tadi melihat pembantaian yang dilakukan oleh Aran benar-benar ketakutan setengah mati. Selama hidupnya baru kali ini ia merasakan takut yang teramat sangat. Kini ia bagaikan berhadapan dengan Iblis yang haus darah.
"Apakah kalian berdua masih ingin melihat matahari terbenam atau ingin aku antarkan ke pintu neraka"
Berkata Aran sambil tersenyum dihadapan mereka.
Melihat senyuman Aran, membuat tubuh mereka berdua merinding hebat.
'Ini bukanlah senyuman manusia, ini senyuman iblis'
Batin Jenderal Kanru.
~Note~
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Saya ingin menghimbau kepada para pembaca, tolong patuhi aturan pemerintah.
Ikuti protokol kesehatan, terutama gunakan masker. Kini sudah ada beberapa teman saya yang positif.
Jangan tersinggung dan jangan marah jika ada seseorang yang menegur kita untuk memakai masker, karena itu demi kebaikan bersama.
Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.
Terima kasih.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt