Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Menteri Kanan Asura



Akhirnya giliran Berliana dan Lingga yang mendapat penghargaan dari kerajaan.


Berliana dan Lingga sama-sama diberikan 3000 keping emas serta tanah dan rumah di ibukota kerajaan. Selain itu, mereka juga mendapatkan medali kehormatan dan gelar bangsawan tingkat 6.


Berliana dan Lingga menerimanya dengan senang hati, terutama Berliana yang memang lahir di negeri ini. Ia begitu bahagia bisa memiliki rumah di tempat kelahirannya.


Hingga akhirnya pemberian hadiah dan penghargaan mencapai puncak acara.


"Kita akhirnya sampai di puncak acara, dimana pemberian penghargaan ini akan diberikan langsung oleh putra mahkota"


Juru bicara kerajaan berbicara dengan sangat lantang. Perkataannya langsung membuat suasana didalam aula menjadi ramai. Semua yang berada didalam aula tau bahwa puncak acara ini adalah untuk Asura.


Para tamu undangan langsung memandang ke arah Asura yang berdiri disudut sendirian dengan penampilan yang tertutup. Tidak ada yang berani mengusiknya karena mereka semua tau siapa Asura. Bahkan Berliana dan Lingga sekarang menjaga jaraknya dengan Asura, karena melihat tindakan Aran di medan perang. Ada sedikit ketakutan di hati mereka semua.


Pangeran langsung berdiri, menghadap ke arah semua orang. Ia lalu berkata dengan sangat keras "Kepada semua hadirin, terima kasih sudah mengikuti acara ini dari awal sampai akhir. Aku tidak ingin berbasa-basi. Kalian semua pasti sudah bisa menebak bahwa acara terakhir ini di khususkan untuk orang yang paling berjasa di negeri ini"


Pangeran langsung menatap ke arah Asura. Ia lalu melanjutkan perkataannya.


"Asura, silahkan maju kedepan"


Pangeran meminta Asura untuk maju kedepan dengan penuh hormat.


Para hadirin juga langsung melihat ke arah Asura yang tengah berjalan menuju singgasana Pangeran.


Asura lalu berjalan menghadap Pangeran dan memberi hormat dengan tangannya. Tindakannya yang tidak berlutut di depan Pangeran sebenarnya membuat beberapa pihak kurang senang. Tetapi mengingat tindakannya di medan perang, mereka urung berbicara apalagi menyinggungnya.


Pangeran juga memaklumi sikap Asura ini.


"Asura"


"Saya Pangeran"


Pangeran lalu melanjutkan perkataannya "Tanpa bantuanmu, saya yakin negeri ini sudah dijajah oleh Bangsa Parsy. Ribuan emas yang kami miliki tidak akan sebanding dengan jasa-jasamu. Untuk itu aku akan memberikanmu posisi Menteri Kanan untuk menemaniku menjaga negeri ini. Status kebangsawananmu sama dengan statusku yaitu bangsawan golongan 10"


Mendengar perkataan Pangeran langsung menimbulkan kegaduhan yang sangat besar.


"Bangsawan golongan sepuluh! Sialan, apa ini sebuah lelucon"


Beberapa orang menunjukkan ketidaksukaannya dengan gelar ini. Terutama dari pihak oposisi yang berencana menggulingkan kekuasaaan pangeran. Sebenarnya pihak oposisi ini adalah yang mengkhianati negeri ini dengan menjual informasi kepada Kerajaan Parsy, bahkan pasukan mereka juga banyak yang tidak ikut berperang. Mereka hanya mengutus sebagian prajurit yang sudah tua.


Pihak oposisi menyebut diri mereka Fraksi Merah. Pengikut mereka sangatlah banyak, bahkan sebagian besar bangsawan sudah memihak mereka. Mereka sudah membuat kesepakatan bahwa jika mereka membantu Kerajaan Parsy, maka mereka yang akan dijadikan perwakilan negeri ini. Karena hal inilah berkali-kali Kerajaan Samudera kalah perang dengan Kerajaan Parsy. Sudah banyak wilayah mereka yang diduduki oleh Kerajaan Parsy.


Dengan kehadiran Aran, mereka takut rencana yang sudah mereka susun akan gagal.


Suasana aula kini sangat ramai dengan perdebatan antara yang pro dan kontra. Perdepatan itu semakin lama menjadi semakin panas.


Melihat yang terjadi didalam aula, membuat Pangeran menjadi sangat marah. Karena hal ini sama juga mereka tidak menghormati keberadaan dirinya dan Raja.


"Diam!"


"Keputusanku ini sudah disetujui oleh Yang Mulia Raja, jika ada yang berani membantah maka bersiaplah dianggap sebagai pengkhianat"


Pangeran kembali menatap mereka semua, ia ingin sekali membenahi kerajaan ini. Begitu banyak pengkhianat di negeri ini, belum lagi para pejabat yang korup membuat negeri ini terpecah-belah. Dengan meminjam tangan Asura, Pangeran berharap ia bisa segera membawa Kerajaan ini berjaya di Tanah Sumatera.


Aran hanya diam sambil berdiri. Tubuhnya yang tertutup dengan jubah dan topeng membuat mereka yang melihatnya tidak tau ekspresinya.


Dalam hati Aran, ia juga bingung dengan keputusan Pangeran ini.


'Apa-apaan dia, seenaknya saja memintaku menjadi menteri'


Tapi Aran memutuskan untuk mengikuti perkataan pangeran, baginya hal ini sedikit menarik.


Setelah keadaan kembali tenang, Pangeran melanjutkan perkataan sebelumnya.


"Asura, apakah kamu bersedia menjadi Menteri Kanan kerajaan ini"


Semua orang menunggu jawaban Asura dengan tegang.


Untuk mereka yang pro terhadap Pangeran, mereka semua berharap Asura mau menerimanya. Karena dengan begitu maka kejayaan negeri ini akan tercapai.


Sementara bagi yang kontra hal itu akan membuat rencana mereka berantakan. Kehadiran Aran yang sangat kuat akan membuat pergerakan mereka kedepannya sangat sulit.


Aran hanya diam berdiri dihadapan Pangeran.


Lalu ia berkata dengan suara dinginnya.


"Baiklah aku bersedia"


Jawaban Aran langsung membuat semua yang mendukungnya berteriak dalam suka cita. Dengan adanya Asura disini, maka bisa dipastikan negeri ini akan terus berjaya.


"Asura"


"Asura"


"Asura"


Semua pendukungnya berteriak dengan sangat keras. Terutama mereka yang ikut berperang bersama Asura.


Pangeran juga begitu senang mendengar jawaban dari Asura. Awalnya ia menyangka bahwa Asura akan menolak permintaannya ini.


"Dewa Perang Asura, mari bersama-sama menjadikan negeri ini, negeri yang adil dan makmur"


Dengan niat yang baik dan tulus dari Pangeran, Asura bersedia menjadi Menteri Kanan Kerajaan Samudera.


Sejarah Menteri Asura di negeri ini, akan segera dimulai.