
Lingga lalu memanggil Berliana untuk melihat surat itu juga.
Begitu Berliana melihatnya, wajahnya langsung memerah menahan amarah.
"Sialannn, mereka berani bersikap kurang ajar seperti ini"
Berliana lalu meremas surat tersebut dan membuangnya.
"Aran, aku akan pergi saat ini juga"
Ketika Berliana hendak berbalik pergi, Aran lalu menahannya.
"Sabar Berliana, bisa jadi mereka sudah menyiapkan pasukan untuk melawanmu. Tidak mungkin mereka berani memasuki kediamanmu tanpa persiapan yang matang"
"Lantas, apa yang harus saya lakukan. Tidak mungkin aku berdiam diri disini, sementara pasukanku sedang diserang"
"Aku tidak menyuruhmu berdiam diri. Namun jika kau datang hanya berdua saja dengan Senior Lingga, itu sama juga mengantar nyawa"
Lingga menyetujui apa yang dikatakan Aran, bisa jadi ini adalah perangkap.
"Lalu kita harus bagaimana"
Aran hanya tersenyum melihat Berliana.
"Bawalah Kumbang dan Putih bersama kalian"
Mendengar nama kedua macan tersebut tentu saja membuat Berliana dan Lingga senang. Dengan adanya Kumbang dan Putih mereka tidak akan takut pada siapapun.
*Kumbang\, Putih cepat menghadap padaku. Kau juga Ze*
*Baik Tuan*
*Daulat Mahapatih*
Ze yang sudah sembuh dari cederanya segera memenuhi panggilan Aran.
Dalam hitungan detik, Kumbang, Putih dan bayangan hitam Ze berada di hadapan Aran memberikan hormatnya.
"Kalian bertiga temani Berliana dan Lingga. Jaga mereka semua dengan nyawa kalian"
"Baik Tuan"
"Siap, Daulat Mahapatih"
Ketiga pengikut Aran menjawab dengan sangat hormat.
"Berliana, Senior. Pergilah bersama mereka"
Aran lalu meminta kedua sahabatnya itu untuk pergi menaiki Kumbang dan Putih. Sementara Ze mengawal mereka dari bayang-bayang.
Setelah pamit dengan Aran, mereka semua lalu bergegas pergi menuju markas URC.
"Tuan, kenapa kamu tidak ikut bersama mereka?"
"Tidak perlu, dengan adanya ketiga pengikutku sudah cukup"
Aran lalu mengajak Varya untuk kembali kedalam kediaman. Aran meminta Varya untuk mencari tempat tinggal sendiri, sedangkan Aran pergi menuju kamarnya.
"Akhirnya aku bisa berlatih kembali"
Didalam kamar, Aran lalu memasuki alam gioknya. Baru saja Aran masuk terdengar suara burung yang sangat nyaring menghampirinya.
Kwaakk
Kwakkk
Saka yang sudah sangat rindu kepada Aran langsung terbang kepelukan Aran.
"Hahaha, kamu sudah bisa terbang rupanya. Tubuhmu juga bertambah besar"
Aran memeluk Saka dan mengusap-usap kepalanya. Burung itu begitu senang dengan perlakuan Aran padanya.
"Aran"
"Raja Naga"
Aran memberikan hormatnya kepada Raja Naga.
"Raja Naga, terima kasih sudah merawat Saka"
"Sama-sama. Saka adalah burung yang pintar, ditambah lagi dengan ia tinggal disini. Karena perbedaan waktu dialam ini, Maka pertumbuhannya akan sangat cepat tanpa mempengaruhi usianya"
Aran bisa membayangkan jika nanti Saka bertambah besar, maka ia bisa bepergian kemanapun dengan Saka. Walau Aran memiliki sayap untuk terbang tetap saja berbeda dengan burung. Sama halnya dengan orang yang berjalan kaki dan menunggangi kuda.
Aran lalu bermain sebentar bersama Saka, sebelum akhirnya ia berlatih kembali. Ada tiga kemampuan yang diberikan Raja Burung Garuda padanya. Sehingga Atma Aran memiliki tiga inti. Inti Naga Langit berwarna biru, Naga Iblis berwarna hitam dan Raja Burung Garuda berwarna Merah.
2. Sayap Garuda : Memungkinkan Aran mengeluarkan sayap dari punggungnya\, sayap itu sebenarnya adalah kumpulan aura yang sangat padat berbentuk sayap burung. Karena begitu padat\, setiap orang yang melihatnya pasti mengira itu adalah sayap asli.
3. Ajian Halilintar : Menggunakan alam untuk memanggil halilintar agar menyatu dengan tubuh pemilik ajian.
Aran mulai mempelajari Ajian halilintarnya. Ia mulai memfokuskan fikirannya sambil duduk bersila dengan mata tertutup. Detik demi detik, jam demi jam berlalu. Hingga akhirnya tubuhnya mengeluarkan kilatan kecil berwarna putih kebiruan. Atma Garuda berputar keras memancarkan energi petir ketubuh Aran. Merasakan adanya energi didalam tubuhnya, dari tubuh Aran memancar petir yang terkumpul di tangan kanannya. Tidak menunggu lama, Aran langsung melepaskannya.
"Ajian Halilintar"
Bang!
Halilintar berwarna putih terang seperti cahaya yang bergelombang dilepaskan Aran ke arah langit di alam gioknya.
Bang!
Gemuruh keras terdengar di alam giok. Raja Naga langsung menghampiri Aran bersama Saka.
"Apakah tadi adalah Ajian Halilintar?"
Raja Naga langsung bertanya kepada Aran.
"Benar Raja Naga. Aku sekarang sudah menguasainya"
Aran menjawabnya sambil tersenyum puas.
"Bakatmu benar-benar luar biasa. Aku kagum padamu"
Raja Naga benar-benar sangat mengagumi Aran.
Raja Naga lalu memberitahu Aran terkait Ajain ini.
Ajian Haliliintar termasuk ajian tiper pertumbuhan. Ajian itu bisa terus ditingkatkan seiring dengan peningkatan energi tubuh pemiliknya.
Ajian Halilintar juga merupakan ajian yang langka dan sangat sulit dipelajari, karena hanya dimiliki oleh Raja Burung Garuda. Ajian ini juga hanya bisa dimiliki oleh satu orang, tidak bisa dimiliki oleh orang lain. Begitu istimewanya ajian ini sehingga menyebabkan banyak orang yang mati-matian untuk mendapatkannya.
Mendengar cerita Raja Naga, Aran menjadi sangat berterima kasih kepada Raja Burung Garuda. Ia tidak menyangka bahwa Raja Burung akan memberinya kesaktian seperti ini. Aran lalu melihat Saka dan menggendongnya. Kini ia semakin sayang kepada Garuda kecil tersebut.
"Suatu saat nanti, bersama kita akan mangarungi dunia ini"
Berkata Aran sambil mengangkat Garuda kecil keatas.
Kwakk
Kwakk
Garuda itu menjawab dengan suara khasnya.
***
Di dunia nyata, kelompok Berliana maju dengan kecepatan tinggi menuju markas URC. Dalam sekejap mata mereka sudah dapat melihat markas mereka telah dikepung ratusan orang.
"Kurang ajar mereka semua, cari mati"
Berliana langsung meminta Putih untuk bergerak menerjang musuh dihadapan mereka.
~Note~
Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Terima kasih untuk mereka yang dengan ikhlas memberikan vote ya. Nanti jika ada waktu akan saya tuliskan kembali nama-nama kalian semua sebagai ucapan terima kasih saya.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt