Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Sekte Tengkorak Hitam



Aran bersama Ghafar bergerak menuju markas Sekte Tengkorak Hitam. Dalam perjalanan Ghafar banyak memberitahu Aran mengenai sekte tersebut.


"Berhati-hatilah terhadap racun mereka"


Ghafar menceritakan kepada Aran bahwa racun dari Sekte Tengkorak sangatlah berbahaya. Level yang paling tinggi di sekte tersebut adalah seorang Raja Jin tingkat puncak.  Walau level mereka tidaklah tinggi, banyak sekte yang takut kepada mereka. Bukan level anggota sekte yang ditakutkan oleh pihak luat, tetapi racun-racun mematikan yang dimiliki Sekte Tengkorak Hitam untuk menyerang musuhnya.


Sebenarnya Sekte Hantu Hitam hanyalah pelindung mereka saja. Berdasarkan perjanjian timbal balik dimana jika Sekte Hantu Hitam akan selalu menjamin keberadaan Sekte Tengkorak Hitam dan tidak akan mengganggu bisnis mereka. Apapun yang dilakukan Sekte Tengkorak Hitam tidak akan ada yang berani melarangnya. Namun jika Sekte Hantu Hitam membutuhkan bantuan, Sekte Tengkorak Hitam akan selalu membantunya.


Apapun bisnis yang dilakuka Sekte Tengkorak Hitam, Sekte Hantu Hitam dilarang untuk ikut campur. Bisnis mereka biasanya berhubungan dengan pembunuhan, racun dan penculikan. Makhluk Jin yang mereka culik tidak akan pernah kembali, karena mereka semua akan dijadikan bahan eksperimen. Terutama bangsa jin lemah yang tidak memiliki kekuatan dibelakangnya.


Aran sangat membenci sekte seperti ini, jadi dia sudah memutuskan akan membunuh semua anggota Sekte Tengkorak Hitam dan akan meratakannya dengan tanah.


*Sehebat-hebatnya racun yang mereka miliki\, bagiku mereka hanyalah semut*


Raja Naga adalah Naga Iblis yang terkenal akan racun-racun mematikan. Jaman dahulu tidak ada makhluk yang berani menyinggunya, baik itu bangsa jin maupun manusia.


*Sepertinya kali ini aku akan sangat mengandalkanmu Raja Naga*


*Bukannya selama ini kau selalu mengandalkanku anak muda*


Aran hanya tersenyum mendengar perkataan Raja Naga.


Mereka berdua terus bergerak sampai akhirnya terlihat sebuah lembah yang diselimuti kabut tebal. Lembah ini begitu sunyi dan sepi, seperti ada aura kematian disekitarnya.


"Aran kita sudah sampai dihalaman depan Sekte Tengkorak Hitam, mulai dari sini berhati-hatilah"


"Baik Tuan"


Mereka berdua memandangi lembah dihadapan mereka.


"Aran kita tidak perlu lewat jalur biasa, sekte mereka ada diatas lembah ini"


"Jadi kita lewat mana Tuan"


Ghafar terus melihat lembah dihadapannya.


"Kita lewat udara"


Aran memandangi pemandangan dibawahnya dengan takjub, ternyata ini rasanya terbang. Segala sesuatunya terlihat jelas dari atas sini. Lembah ini begitu luas dan panjang, dan bentuknya seperti bukit bukit kecil. Semakin naik, semakin banyak bangunan-bangunan sekte.


"Aran, semakin kita menuju puncak akan semakin banyak bangunan. Bangunan utama ada di paling atas bukit"


Ghafar menunjuk ke arah bukit yang paling tinggi.


"Tuan apa kau bisa pelankan sedikit kecepatanmu"


"Untuk apa?"


Ghafar memandang Aran, karena ia bingung dengan pertanyaannya.


"Aku ingin sedikit lebih lama menikmati pemandangan ini"


Jawab Aran singkat.


"Hahaha, konyol. Aku kira kau ingin apa, kau bisa menikmatinya sendiri"


Ghafar lalu melepaskan pegangannya dari Aran yang membuat Aran langsung jatuh kebawah.


"Tuaaaaannn, jancokk kauuu"


Aran meluncur kebawah dengan cepat. namun ia juga memandangi pemandangan dibawah yang begitu indah.


Ghafar hanya tertawa melihat Aran yang terjatuh kebawah. Dalam hitungan detik ia segera menyusul Aran, daripada ia nantinya mendengar kata-kata Aran yang membuat kupingnya sakit.


Ghafar langsung menangkap Aran dan kembali terbang menuju puncak lembah.


"Apa kau sudah puas menikmati pemandangannya"


Ghafar hanya tertawa melihat Aran yang kelihatannya begitu kesal.


"Tunggu pembalasanku kisanak"


Perkataan Aran hanya membuat Ghafar kembali tertawa.