
Kini mereka semakin dekat dengan puncak bukit, Ghafar langsung menurunkan kecepatannya.
Sekarang Ghafar berdiri diatas awan dan melihat kebawah.
"Dibawah kita adalah tempat pemimpin sekte"
"Bagaimana kau tau Tuan?"
"Aku pernah sekali ketempat ini"
Aran menganggukan kepalanya mendengar perkataan Ghafar.
"Persiapkan dirimu"
Ghafar langsung membawa Aran turun.
Bomm
Debu berterbangan disekitar Aran dan Ghafar, tempat mereka mendarat.
Melihat ada dua makhluk yang turun dari langit, beberapa makhluk yang berada di sekitar aula langsung terkejut.
"Siapa kalian"
Salah satu jin yang paling kuat berkata kepada Aran dan Ghafar.
"Kau tidak layak untuk mengetahuinya"
Aran langsung bergerak dengan cepat dan menampar wajah jin tersebut.
Jin itu langsung terlempar di udara dan menghantam batu yang besar.
Bamm
Melihat salah satu rekannya yang paling kuat terlempar seperti itu, membuat jin-jin yang berada disitu ketakutan.
"Sssiiapa kalian? ini wilayah Sekte Tengkorak Hitam"
Salah satu jin berkata dengan gemetaran, karena takut makhluk yang ada dihadapannya akan melakukan hal yang serupa seperti kepada temannya. Karena itu, ia membawa nama sekte. Baginya, tidak ada makhluk didunia ini yang berani berurusan dengan sektenya.
"Panggil Kifar untuk menemuiku sekarang" Kata Ghafar.
"Memangnya siapa kau berani memanggil ketua kami langsung dengan namanya"
Plakk
Aran menampar jin tersebut dengan gerakan yang sangat cepat. Menyebabkan Jin itu terlempar ke salah satu pohon besar.
Bamm
Jin itu langsung tidak sadarkan diri dengan wajah yang bengkak.
"Siapa lagi diantara kalian yang berani membantah"
Kata Aran sambil mengepalkan tangannya dan menggerakkannya ke arah mereka "Rasanya tanganku ini sudah sangat gatal"
Semua yang berada ditempat itu langsung gemetaran, mereka rasanya ingin lari dari tempat tersebut namun entah kenapa kaki mereka tidak bisa digerakkan. Apalagi setelah melihat dua temannya yang sekarang tidak sadarkan diri.
Aran memandangi mereka semua satu persatu. Sikap Aran ini membuat mereka semakin takut untuk bergerak, bahkan untuk bernafas pun mereka lakukan perlahan-lahan.
Tidak lama terlihat beberapa jin tua yang menghampiri tempat tersebut.
"Kunyukk, siapa kalian. Berani berbuat onar di tempat ini, aku akan menyiksa kalian berdua sampai mati"
Salah satu tetua berkata kepada Aran dan Ghafar dengan nada yang sangat tinggi dan penuh sikap arogan. Sikapnya ini malah membuat Aran menjadi lebih emosi.
"Bajingann sialan, kau fikir siapa dirimu berani berkata seperti itu kepada kami"
Aran benar-benar ingin meratakan sekte ini dengan tanah. Apalagi sebelumnya ia sudah mendengar dari Ghafar bahwa sekte ini adalah sekte jahat yang suka membunuh. Sementara Ghafar masih tetap diam melihat keadaan sekitarnya. Baginya kalau soal berkata-kata, cukup Aran saja yang melakukannya.
"Bosan hidup kau" Salah satu tetua sekte langsung bergerak ke arah Aran, ia tidak memperdulikan keberadaan Ghafar.
Jlebb
"Kau yang bosan hidup"
Kata Ghafar ditelinga tetua yang sudah hampir tak sadarkan diri. Ghafar langsung menghancurkan jantung tetua yang berada dalam remasan tangannya. Tetua itu langsung mati dengan menatap Ghafar penuh kebencian.
Ghafar yang melihat tetua itu mati, langsung melemparkan mayat Tetua itu kearah para tetua yang berkumpul tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Bangsaaddd, bunuh mereka"
Salah satu tetua teriak dengan sangat keras. Mereka yang berada ditempat itu langsung menyerang Aran dan Ghafar.
"Majulah kalian semua, kalian seperti sekumpulan domba bodoh dihadapan singaa"
Aran tanpa ragu lagi langsung melepaskan aura pembunuhnya.
Kini pertempuran berdarah langsung pecah di tempat itu.
Teriakan dan jeritan kesakitan terus menggema. Aran membunuh mereka semua yang menyerangnya dengan sadis. Berbagai racun sudah memenuhi udara lingkungan pertarungan. Ghafar yang sudah mencapai ranah Kaisar Iblis tidak terlalu terpengaruh dengan racun. Sementara Aran karena memiliki Raja Naga Hitam, racun-racun ini sama sekali tidak berpengaruh terhadap tubuhnya.
Anggota Sekte Tengkorak Hitam menajdi bingung melihat racun-racun yang mereka keluarkan kearah Ghafar dan Aran sama sekali tidak memiliki efek.
'Siapa dua iblis ini, kenapa mereka kebal terhadap racun kami' berkata salah satu tetua didalam hatinya.
Pertempuran sangatlah berdarah, terutama ditempat Aran.
"Kalian sangat suka menyiksa, sekarang kalian rasakan bagaimana rasanya disiksa"
Aran menarik paksa kedua tangan salah satu tetua sampai terlepas sebelum membunuhnya.
Aran membunuh mereka semua dengan sadis "Penjahat seperti kalian semua harus tau apa itu siksa dunia"
"Ssiiapa sebenarnya kamu, kenapa kamu begitu kejam"
Tetua yang lain menatap Aran dengan ngeri.
"Aku adalah malaikat maut yang diutus untuk mencabut nyawa kalian semua"
Ditempat lain, Ghafar juga mengambil nyawa penyerangnya dengan sangat mudah. Ghafar lebih senang membunuh mereka dengan memotongnya menjadi dua.
"Dosa Sekte Tengkorak Hitam sudah sangat banyak. Sekarang biarkan kami yang mengantarkan nyawa kalian ke pintu neraka"
Pertarungan ini begitu berdarah, banyak mayat yang tidak utuh terbaring ditanah.
"Sialaannnn, siapa yang berani membunuh anggota sekteku"
Terdengar teriakan dari kejauhan, suaranya sangat keras membuat mereka semua yang sedang bertarung berhenti. Aran dan Ghafar juga berhenti, lalu mereka berdua mendekatkan jarak antara keduanya.
Terlihat makhluk yang tubuhnya tertutup jubah hitam dan menggunakan topeng berwarna merah darah.
"Aran, dia adalah pemimpin sekte biadab ini. Topeng yang ia gunakan berasal dari kulit makhluk yang sudah ia bunuh"
"Iya Tuan, makhluk sialann ini harus kita siksa dulu sebelum kita bunuh"
>>>
Note :
Saya hanya mengingatkan kembali.
Ini hanyalah cerita fiksi.
Mohon bijak dalam membaca cerita ini. Saya sudah melampirkannya di info novel ini di judul depan.
Disini saya hanya menyalurkan hobi menulis saya dan saya bukan penulis kontrak.
jika tidak berkenan dengan cerita ini tidak perlu dibaca.
Untuk yang masih setia membaca cerita sederhana saya ini. Mohon maaf lama update, karena saya libur lebaran.
Terima kasih.