Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Pemusnahan Serigala Perak II



"Baik Tuan"


Kumbang langsung mengeluarkan aura hitam pekat yang sangat menakutkan . Disertai bau amis yang menyengat, baunya kali ini seperti bau darah ribuan korban pembunuhan.


Mereka yang melihat Kumbang mengeluarkan aura seperti itu menjadi sedikit takut. Aura ini bukanlah aura biasa, ini adalah aura yang sudah membunuh ribuan orang.


"Siapa makhluk ini, sampai macan hebat ini memanggilnya Tuan" Ucap salah satu Tetua Clan Serigala Perak, ia menatap Aran terus menerus.


Mereka semua berhenti dan saling berhadapan. Lalu Aran berkata


"Jika kalian semua berlutut dihadapanku, dan bersumpah setia padaku. Mungkin aku akan mengampuni nyawa kalian" Ucapan Aran ini menambah kemurkaan para Serigala Perak.


"Bodohh! siapa yang mau berlutut dihadapanmu"


"Keparatt"


"Aku akan memakan mayatmu sialann!"


Berbagai macam umpatan kepada Aran terdengar begitu keras. Aran hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Baeklaah kalo itu mau kalian, jangan salahkan aku jika aku kejam" Aran langsung melakukan segel tangan.


"Segel Naga Kelima, Buka!"


Rumble


Gemuruh aura Aran yang langsung merembes keluar memenuhi ruangan menyebabkan getaran yang begitu hebat.


"Sialaann, bajingann busuk ini ternyata memiliki kemampuan hebat seperti ini" salah satu Tetua menatap Aran dengan takjub.


"Kita harus maju bersama untuk menghabisinya, serang dengan kekuatan penuh. Jangan meremehkannya" Mereka semua langsung mengeluarkan kekuatan penuh mereka.


"Seraangggg!"


"Uooooo"


"Auuuuu"


Teriakan dan lolongan serigala terdengar begitu keras.


Kumbang maju lebih dulu menghadapi sekumpulan Serigala.


Sementara, Aran melompat tinggi langsung menghadapi para Tetua.


"Majulah Anak Nakal, Kakekmu ini akan memberikanmu pelajaran" Seorang Tetua melompat menghadapi Aran.


Aran yang berada diudara juga tidak diam saja menghadapi serangan ini.


"Ajian Naga Puspa, Heaaa" Tapak berbentuk Naga berbenturan dengan ilmu dari Tetua Serigala Perak.


Tekanan yang begitu besar menghantam Tetua tersebut, menyebabkan ia terpental dan menghantam tanah.


Bamm


...


Sementara ditempat lain, Kumbang sedang dikepung oleh pasukan Serigala Perak.


Namun ini seperti macan ditengah-tengah kawanan domba. Kumbang membantai mereka satu persatu dengan mudahnya.


Serangan Kumbang begitu kejam, setiap serangannya dapat memutuskan anggota tubuh musuhnya. Terlihat sekarang ini banyak serigala perak yang kehilangan anggota tubuhnya.


"Majulah kalian semua, akan aku potong tubuh kalian" Sudah lama sekali Kumbang tidak bertempur seperti ini. Bau darah disekelilingnya membuat ia menjadi begitu bersemangat. Jika saja Aran tidak melarangnya memakan bangsa Jin, Kumbang pasti sudah melahap mereka semua.


Teriakan-teriakan memilukan terdengar begitu menyayat hati. Kumbang menggigit kepala musuhnya dan mengunyahnya sebelum melemparkan sisa-sisa tubuh musuhnya ke kawanan serigala.


Kini mereka benar-benar menatap ngeri kekejaman Kumbang.


"Makhluk ini benar-benar kejam, baru kali ini aku melihat pembunuhan seperti ini" Berkata Serigala Merah dari kejauhan. Ia terus menatap pembantaian yang dilakukan Kumbang dan Aran.


Tubuh Kumbang kini penuh luka, namun luka-luka ini tidak sampai mengancam jiwanya. Kumbang yang sudah hidup ratusan tahun dan sudah melalui berbagai macam pertempuran begitu menikmati pertempuran ini. Sudah lama ia tidak mengamuk habis-habisan seperti ini.


Potongan-potongan tubuh serigala perak terlihat dimana-mana. Mayat-mayat mereka terbujur kaku ditanah dengan tubuh yang tidak lengkap. Darah mereka sudah menggenangi lantai aula.


Para Tetua yang bertarung melawan Aran menghentikan serangannya kepada Aran, Ia melihat bangsanya kini telah hancur. Kemudian ia menatap Kumbang dengan penuh kebencian.


"Aku pasti akan membunuhmu, kucing sialann" Tetua itu melesat ke arah Kumbang meninggalkan Aran.


Aran yang melihat Tetua itu ingin melakukan serangan menyelinap kepada Kumbang langsung mengaktifkan ajiannya.


"Ajian Gerak Langit"


Wuzzzshh


Aran bergerak dengan sangat cepat. Ketika Tetua itu melancarkan serangan menyelinap ke tubuh Kumbang, ia merasa senang bahwa korbannya tidak menyadarinya. Ketika jarak telapaknya tinggal 30cm dari tubuh Kumbang, ia meneriakkan jurusnya "Taring Serigala Penghancur Langit"


Kumbang merasakan badannya terasa dingin ia menoleh dan melihat jurus itu akan menghantam tubuhnya, ia merasakan bahwa ia tidak akan sanggup menghindarinya. Kumbang menguatkan badannya untuk menerima pukulan tersebut.


Bammm