Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Pertempuran Hitam



Ketua langsung menyerang Ghafar, dengan kekuatan penuhnya.


Bang!


Ghafar menahannya, namun ia terdorong beberapa langkah.


"Tidak buruk" Ucap Ghafar.


"Keparatt, kau meremehkanku" Ketua Sekte langsung melakukan gerakan tangan "Pedang Api Neraka, keluar!" Seketika dihadapan Ketua, keluar pedang berwarna merah.


Bzzt


Pedang itu memancarkan listrik dan api berwarna merah. Melihat pedang pusaka itu membuat Ghafar sedikit takut. Pedang itu memancarkan aura yang sangat menindas, membuat bulu kuduk merinding. Pedang yang sudah melegenda ini akan membuat siapapun yang melihatnya merinding ketakutan.


"Tidak kusangka salah satu pusaka terhebat iblis ada ditanganmu, pantas kau berani menantangku" Ghafar berkata tanpa rasa takut.


"Sialann, pedang apa itu" Aran merinding melihat pedang tersebut.


*Itu salah satu pusaka iblis terhebat, untuk menciptakan pedang itu harus mengorbankan ribuan nyawa dan menggunakan batu neraka abadi*


*Benar-benar senjata yang mengerikan Raja Naga*


"Hahaha, apa sekarang kau takut padaku Ghafar" Ketua Sekte berkata dengan tatapan sinis "Masih ada waktu untuk dirimu, jika kamu mau bersujud dan menganggap aku Tuanmu. Aku pasti akan mengampunimu" Ketua Sekte menambahkan.


"Cuhh" Ghafar meludah mendengar ucapan Ketua Sekte, lalu ia berkata kembali "Kau jilat ludahku itu, mungkin aku akan memaafkanmu dan membuat kematianmu sedikit mudah"


Aran tertawa mendengar ucapan Ghafar "Tuan ternyata bisa bercanda juga"


Ketua Sekte dan pengikutnya, langsung menatap mereka berdua dengan tatapan membunuh.


"Ghafar kau gila" Gumam Kay yang lebih memilih menjauh dari tempat itu.


"Lancang kau Ghafar, semuanya habisi kedua bajingann ini" Ketua sekte dan pengikutnya langsung mengeluarkan aura pembunuhan.


"Hadeuh Tuan, kau benar-benar pintar memancing kemarahan jin" Aran hanya menggelengkan kepalanya


Ghafar tertawa mendengar Aran "Aku belajar darimu anak muda"


Mendengar itu, Aran tersedak ludahnya sendiri.


Kini dihadapan mereka sudah ada Ketua Sekte dan pengikutnya yang memancarkan niat membunuh yang sangat kental.


Aran tidak ingin main-main melihat ini semua.


"Mode Siluman, buka!" Tubuh Aran yang diselimuti armor hitam dengan rambut panjang putih dan mata berwarna merah, membuat semua yang ada disana langsung mengalihkan pandangannya menatap Aran. Apalagi dengan adanya kilat-kilat kecil berbentuk naga yang mengelilingi tubuh Aran, menambah takjub siapapun yang memandangnya.


"Iblis Mata Merah" Mereka semua berkata sambil menatap Aran dari atas sampai bawah.


'Kenapa aku selalu dipanggil iblis mata merah, setiap kali aku menggunakan mode siluman' Batin Aran.


*Oooh, jadi sekarang Raja suka main rahasiaan*


*Hahaha, bodo amat anak muda sialann* Raja Naga kembali menutup komunikasinya.


"Tidak aku sangka ada keturunan Iblis Mata Merah disini" Ketua Sekte berkata dan menahan pasukannya untuk tidak menyerang.


"Apa kau benar-benar keturunan Iblis Mata Merah, berapa banyak yang kau sembunyikan dariku" Ghafar menatap Aran dengan takjub.


"Jika aku perlihatkan semua rahasiaku, aku takut kamu akan terpesona kepadaku Tuan" Aran tertawa dihadapan Ghafar.


"Bocah sialann, setelah ini kau harus menceritakannya padaku" Ghafar berkata dengan perasaan takjub kepada Aran.


Aran hanya tertawa kecil mendengarnya "Baik Tuan"


"Aku benar-benar tidak menyangka ada keturunan iblis mata merah disini, aku tidak ingin membuat masalah dengan Clan Iblis Mata Merah. Sebaiknya kau menyingkir dari pertarungan ini" Ketua Sekte berkata dengan sedikit rasa sopan.


"Hahaha, tidak perlu seperti itu Tuan. Saya sangat menyukai pertarungan seperti ini, mari kita lanjutkan saja"


"Bocah gila, aku tidak menyangka kau masih akan berdiri disampingku, setelah mendengar perkataan Ketua Sekte. Aku akan mengingat budi baik ini" Ghafar berkata dengan sangat sopan.


"Biasa saja Tuan, mari bersama-sama kita nikmati pertempuran ini" Aran langsung mengeluarkan aura hitam kelamnya.


"Makhluk ini benar-benar tidak tau terima kasih" Ketua Sekte langsung memerintahkan pengikutnya untuk menyerang Ghafar dan Aran.


"Bunuh!"


Teriakan pembunuhan menggema di tempat yang sudah hancur itu.


Ketua dan Wakil Ketua langsung menyerang Ghafar, sisanya menyerang Aran.


"Ajian Gerak Langit, Ajian Lembu Sekilan" Aran langsung mengucapkan ajian andalannya.


Aura ditempat itu langsung mencekam. Langit berubah menjadi gelap dengan angin kencang berhembus, disertai kemunculan petir berkali-kali.


"Oh Tuhan ada apa ini, kenapa alam menjadi seperti ini" beberapa makhluk menatap ke arah langit yang tiba-tiba gelap dan menimbulkan udara yang sangat mencekam.


"Rasanya seperti berada di tengah-tengah peperangan yang mengorbankan ratusan nyawa" Beberapa makhluk merasakan ketakutan didalam diri mereka.


"Mamaaa" anak-anak kecil menangis merasakan udara mencekam seperti ini. Mereka semua berlarian untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


Dalam sekejap wilayah disekitar Sekte Hantu Hitam langsung sunyi.


Hanya beberapa ahli yang masih berada di wilayah itu, mereka menyadari bahwa ini adalah pertempuran yang akan mengguncang dunia jin.


"Aura ini bukan main kelamnya, siapa yang melakukan pertempuran ini" Mereka yang merasakan aura ini langsung menuju ke sumber aura. Para ahli ini sangat penasaran, siapa yang memulai peperangan diwilayah ini.