
Note : Kedepannya Dantian saya ganti menjadi Atma.
Aran merasakan Atma Tuan Tua berputar dengan sangat cepat. Energi yang selama ini terhambat langsung berpencar kesegala arah.
"Tuan, cepat bangun. Lakukan meditasi"
Mendengar perkataan Aran yang cukup keras, Tuan Tua langsung bangun, tidak lupa ia membuang kain yang menyumpal mulutnya.
Puh
Melihat itu Aran tertawa geli didalam hatinya.
Tuan Tua merasakan energi yang begitu deras didalam tubuhnya, ia merasa bahwa inilah saatnya dia menerobos. Tuan Tua langsung memfokuskan pikirannya dan melakukan meditasi mendalam.
Aran yang melihatnya langsung menjauh dari Tuan Tua, ia tidak ingin mengganggunya. Aran lebih memilih berjaga-jaga disekitar Tuan Tua. Karena jika ada gangguan pada saat melakukan terobosan bisa berakibat fatal.
Tubuh Tuan Tua langsung bersinar terang. Sinar ditubuh Tuan Tua langsung tegak lurus ke langit. Seketika berbagai macam ornamen dan jimat sihir diruangan itu menahan sinar yang keluar dari tubuh Tuan Tua.
Namun hal ini berbeda dengan keadaan diluar sana. Setiap makhluk yang menembus batasan ke ranah Alam Kaisar Iblis, akan menyebabkan fenomena alam. Langit langsung gelap disertai angin kencang dan suara guntur yang terus menerus terdengar. Hujan juga turun membasahi alam jin ini.
Bagi makhluk biasa mereka akan menganggap ini adalah badai besar. Tapi bagi mereka yang mendalami ilmu kultivasi dan kebatinan akan tau bahwa ini adalah tanda bahwa ada jin yang sedang melakukan terobosan.
Nasib baik bagi Aran dan Tuan Tua, mereka melakukan terobosan di dalam ruangan rahasia. Jika tidak, maka sudah pasti banyak ahli di dunia jin yang akan datang untuk menghalanginya menerobos.
Karena jika ada yang berhasil melakukan terobosan ke Alam Kaisar Iblis, bisa dipastikan ia akan menjadi penguasa wilayah itu. Didunia jin, level kaisar iblis sangatlah sedikit. Karena untuk menembus batasan itu sangatlah sulit.
Bahkan banyak diantara mereka yang memaksakan menerobos dengan berbagai obat-obatan yang belum teruji khasiatnya. Hal itu menyebabkan makhluk yang memaksakan menerobos tersebut malah menjadi cacat.
"Bajingann, siapa yang melakukan terobosan diwilayah ini" Salah satu petinggi Clan Lembah Setan berkata diatas suatu menara. Ia menatap ke arah dimana badai cuaca itu berkumpul.
Para petinggi dari berbagai clan juga melakkan hal yang sama. Mereka semua menatap kearah pusat badai. Bahkan Ratu Ular Putih juga keluar dari markasnya untuk melihat langsung fenomena ini.
"Ratu, sepertinya pusat bencana itu ada di Kota Zamrud" Kata Delima disamping Ratu Ular Putih.
"Kau benar Delima, namun ia sepertinya cukup pintar. Ia melakukan terobosan dengan bersembunyi disuatu tempat yang tidak bisa memunculkan sinar"
"Maksud Ratu?" Delima bingung mendengarnya.
"Apakah kamu masih ingat saat aku menerobos ke Alam Kaisar Iblis"
"Saya masih ingat Ratu, saat itu saya masih sangat kecil. Tapi sampai sekarang saya masih mengingatnya. Dulu terjadi badai seperti ini dan saat itu kediaman Ratu memancarkan sinar yang sangat terang sampai terlihat menembus langit. Sinar itu memancar cukup lama dan terlihat sangat indah"
"Ya itu adalah tanda yang timbul akibat terobosan ke ranah Kaisar Iblis. Tapi makhluk yang menerobos sekarang ini tidak memancarkan sinar kelangit. Bisa jadi, ia menggunakan suatu metode untuk menahan sinar itu. Sehingga tidak ada yang tau letak pasti keberadaan dirinya. Dan juga wilayah itu adalah Kota Zamrud, tidak sembarang makhluk berani mengacau diwilayah itu"
Karena terobosan ini terjadi di Kota Zamrud, banyak ahli yang ingin mengganggu proses terobosan itu berfikir dua kali. Selain karena wilayah itu berada di Kota Zamrud, tapi juga dikarenakan mereka tidak tau pasti dimana posisi makhluk yang melakukan terobosan itu.
>>>
Ditempat lain, Tuan Tua terus melakukan meditasi. Sinar terang memancar dari tubuh tuanya. Aran menatap Tuan Tua dengan perasaan kagum. Dalam hatinya, ia berkata 'Kapan saya bisa menembus alam ini'
*Tidak perlu khawatir Aran, saya yakin kamu bisa menembus alam ini suatu hari nanti. Apalagi dengan bakatmu yang seperti iblis*
*Kamu yang iblis Raja Naga, saya hanyalah manusia biasa yang baik hati dan penuh akhlak mulia* Jawab Aran
*Sontoloyo, Tidak ada manusia normal yang bisa terus naik tingkat secepat dirimu. Ditambah sifatmu yang diluar akal sehat*
*Hihihi, kamu ini ingin memuji atau menghinaku Raja Naga*
*Dua-duanya* Jawab Raja Naga singkat.
Aran hanya tertawa geli mendengarnya.