
"Aran, bangunlah"
"ehm,dimana ini?"
Aran bingung kenapa bisa berada di dalam ruangan yang sekelilingnya berwarna biru gelap terlebih lagi suara siapa itu.
"Siapa kamu, kenapa wujudmu tidak terlihat"
"Aku adalah Raja Naga BIru"
"Raja Naga Biru? aku benar benar tidak mengerti, mohon Tuan jelaskan kepada saya" Sambil Aran memberi hormat kearah sumber suara.
"Ini adalah Alam Giok Langit, dan jiwa mu yang ada di sini. Nantinya, kamu bisa memasuki Alam ini dengan tubuh aslimu. Alam ini terbentuk dari batu cincin yang ada di jarimu. Sekarang cincinmu sudah tidak memiliki fungsi apapun dan batu giok biru itu sudah menyatu dengan dirimu dan berada dikeningmu, semua barang yang ada di dalam cincin sudah kupindahkan kedalam alam ini. Lihatlah tumpukan itu, itu adalah semua barang barangmu. Segel yang mengunci barang itu sudah aku buka"
Aran lalu melihat di dekatnya ada tumpukan barang. Itu adalah barang barang yang ada di dalam cincinnya.
"Hebat sekali" Ucap Aran sambil sesekali memeriksa barang barang tersebut.
Selama ini Aran tidak pernah merelihat semua barang yang ada di dalam cincinnya dan sekarang semua barang itu ada di hadapannya.
"Kenapa Tuan tidak menampakkan diri" Tanya Aran.
"Kenapa aku tidak bisa memperlihatkan wujudku. Karena kultivasimu belum sanggup untuk memunculkan wujudku, ini karena jiwaku sudah terikat dengan jiwamu. Semakin tinggi kultivasimu, maka tenagaku juga akan ikut naik. Namun ceritanya sangat panjang, lain waktu kita akan bahas kembali. Sekarang kamu sebaiknya cepat keluar dari dunia ini, karena ada makhluk alam lain yang sudah menunggumu begitu lama"
"Baiklah Tuan, makhluk alam lain? siapa dia"
"Kamu akan tau setelah keluar dari alam ini, dan lagi jangan panggil aku Tuan. Panggil saja aku Raja Naga"
"Baik Raja, ngomong ngomong Raja Naga, bagaimana caraku keluar dan masuk alam ini?" Tanya Aran sambil mengusap rambut belakangnya.
"Hohoho, aku lupa memberitahumu. Coba kamu fokuskan dirimu dan alirkan energi ke batu giok yang ada di keningmu lalu lepaskan dan lakukan sebaliknya jika ingin masuk ke alam ini"
Aran lalu melakukan sesuai yang dinstruksikan Raja Naga padanya.
"Dimana ini, dan siapa kamu?" Tanya Aran sambil mencoba bangun dari tempat ia berbaring.
Wanita itu lalu membantu Aran bangun, sambil berkata kepada Aran "Kamu berada di istanaku, dan aku adalah Ratu Ular Putih"
"Ratu Ular Putih? jadi kamu yang menyelamatkan aku. Terima kasih banyak Ratu" sambil Aran menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Ratu lalu melihat perubahan pada diri Aran, dia penasaran dengan tanda titik berwarna biru di kening Aran.
"Terakhir aku melihatmu tidak ada tanda biru di keningmu, kenapa sekarang bisa ada. Apakah ini racun? apakah tubuhmu masih merasakan sakit" Tanya Ratu Ular Putih kepada Aran.
Ketika Aran ingin menjawab Ratu, terdengar suara di kepalanya.
*Jangan ceritakan apapun tentang batu dan alam ini*
Aran bingung mendengar suara ini diapun reflek mencari sumber suara tersebut.
*Tidak perlu bingung, aku adalah Raja Naga Biru, kamu cukup bicara dengan kesadaranmu untuk berkomunikasi denganku. Ingatlah jangan ceritakan kepada siapapun tentang alam ini*
Mendengar itu semua, Aran segera menjawabnya dengan kesadarannya *Baik Raja Naga*
"Aku tidak merasakan sakit apapun Ratu, terima kasih telah merawatku" Jawab Aran kepada Ratu Ular Putih.
Walau Ratu sebenarnya sedikit penasaran, tetapi ia akhirnya tidak mempermasalahkannya "Hmm, baiklah kalau begitu. Temanmu sepertinya masih belum bangun"
Mendengar ucapan Ratu, Aran langsung mengingat semua kejadian sebelumnya. Dia ingat bahwa tubuhnya begitu lemah dan akhirnya kesadarannya hilang.
"Mungkin kamu bingung, aku akan menceritakannya padamu. Wanita inilah yang menyelamatkan hidupmu dengan terus menggendongmu" Lalu Ratu mulai menceritakan awal mula ia bertemu dengan mereka. Dari pertama kali masuk gua, hingga pertarungannya dengan makhluk dari Lembah Setan. Sampai ia sendiri yang meminumkan Gingseng roh kepada Aran dan teman wanitanya.
Begitu detail cerita yang dikatakan Ratu sampai Aran merasa seolah olah ia bisa melihat semuanya.