
Aran sadar bahwa Xiao Ling menatapnya, tapi ia tetap berusaha tenang dan pandangannya juga lurus ke depan. Semua siswa juga kaget melihat sikap Xiao Ling yang tiba-tiba menoleh ke arah Aran, namun mereka memilih diam dan hanya sesekali melirik Xiao Ling.
Merasa bahwa semua orang memperhatikannya, Xiao Ling kembali menatap lurus ke depan.
‘Apa dia benar Aran yang aku kenal?’
Setelah semua perkenalan selesai, giliran guru wanita itu yang memperkenalkan dirinya.
“Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada kalian semua yang telah terpilih menjadi siswa inti akademi ini. Perkenalkan nama saya Fang Yin, kalian boleh memanggilku Nona Fang. Saya disini akan menjadi wali kalian selama kalian berada di akademi ini. Sekarang mari ikuti saya untuk menuju tempat tinggal kalian selama menjadi siswa akademi ini”
Nona Fang lalu mengajak semuanya untuk mengikutinya memasuki akademi. Mereka semua berjalan menembus pepohonan tinggi dan di beberapa sisi banyak terdapat Menara tinggi yang berfungsi sebagai tempat pemantauan.
Selama perjalanan Nona Fang bercerita bahwa siswa inti akademi sangat berbeda dengan siswa biasa, mereka para siswa inti akan mendapatkan berbagai macam perlakuan khusus, dari tempat tinggal, tempat latihan dan bahkan uang saku.
Nona Fang bercerita bahwa di akademi mata uang yang berlaku bukanlah emas. Akademi Bimasakti mengikuti mata uang yang ada di dunia atas yaitu Kristal spirit.
Bagi dunia atas, emas bukanlah benda yang terlalu penting. Kristal spirit adalah segalanya karena energy di dalam Kristal spirit dapat kita gunakan untuk berbagai macam hal.
1 kristal spirit sama dengan 200 keping emas.
1 Keping emas di dunia ini adalah seberat kurang lebih 2gr.
Akademi akan memberikan 2 kristal spirit kepada para siswa inti setiap bulannya. Di akademi, Kristal spirit adalah benda yang sangat berharga. Hanya siswa inti yang mendapatkan Kristal ini, sedangkan siswa biasa tidak akan mendapatkannya.
Nona Fang menjelaskan bahwa dunia yang kita tempati ini adalah dunia bawah, terdapat portal yang dapat membawa kita menuju dunia atas.
Selama perjalanan sering kali Xiao Ling mencuri pandang menatap Aran, ia begitu penasaran akan sosok pria bertopeng yang namanya sama dengan seseorang yang sangat ia kenal.
‘Kenapa dia sama sekali tidak mengenaliku dan lagi kenapa dia ikut ujian ini. Jika memang dia mengunjungi daratan tengah kenapa dia tidak mencariku’
Berbagai macam pertanyaan ada di benak Xiao Ling.
“Hyung-nim, sepertinya wanita itu sering kali menatapmu. Apa kau yakin tidak mengenalinya”
Taeyang berkata sambil berbisik pelan.
“Ssst, sudah kamu diam saja”
Hanya itu balasan dari Aran.
Setelah mereka semua berjalan cukup dalam akhirnya mereka melihat pemandangan akademi yang sangat ramai.
“Di sana adalah pasar untuk para siswa, kalian boleh menjual benda apapun di tempat itu selama itu tidak melanggar hukum”
Nona Fang lalu mengajak mereka semua untuk melewati pasar tersebut.
Disini para penjual tidak boleh meneriakan barang dagangan mereka, cukup mereka tulis di kertas besar apa yang mereka jual. Jadi hanya terdengar obrolan-obrolan kecil antara para pengunjung serta penjual dan pembeli.
Aran dapat melihat banyak sekali dagangan yang di jual di tempat ini. Dari senjata, obat-obatan, tanaman herbal, benda-benda antik dan berbagai macam pil.
Kini Nona Fang sudah membawa mereka semua ke tempat tinggal mereka berupa bangunan dua lantai yang terbuat dari kayu.
“Di sebelah kiri saya adalah tempat untuk para wanita dan di sebelah kanan saya adalah tempat untuk para pria. Setiap rumah memiliki enam kamar dan sudah di perkuat dengan formasi pelindung, jadi tidak akan ada orang yang bisa melihat apa yang terjadi di dalam rumah. Sekarang kalian teteskan darah kalian di lencana masing-masing”
Semua siswa lalu mengikuti instruksi Nona Fang untuk meneteskan darah mereka ke lencana masing-masing.
“Bagus, sekarang kalian sudah resmi menjadi siswa Akademi Bimasakti. Lencana yang kalian pegang itu terhubung ke kantor pusat. Sekarang kalian semua bisa beristirahat terlebih dahulu, besok baru kita memulai latihan”
Masing-masing kelompok lalu memisahkan diri untuk memasuki rumah mereka. Sekilas Xiao Ling terus menatap Aran. Ingin rasanya ia menghampiri Aran dan melepas topeng yang ia kenakan, namun hal itu urung ia lakukan.
‘Sialan, apa pria ini benar Aran yang aku kenal atau hanya seseorang yang kebetulan memiliki nama yang sama. Jika memang dia benar Aran yang aku kenal, kenapa dari tadi dia diam saja. Apa sekarang ini dia sudah melupakan wajahku atau karena wajahku tidak menarik baginya. Huh, Awas saja kalau sampai dia sengaja’
Berkata Xiao Ling di dalam hatinya dengan wajah yang jutek dan dingin membuat orang yang melihatnya jadi takut untuk menyapa.
Aran sebenarnya merasakan tatapan permusuhan dari Xiao Ling, ia menduga bahwa Xiao Ling pasti marah padanya jika tau bahwa dirinya adalah Aran.
Aran bersama kelompok pria yang lain lalu memasuki rumah yang telah di sediakan untuk mereka tempati.
Xiao Jun yang merasa paling tua dan paling senior langsung berkata kepada semua orang yang ada di dalam rumah.
“Teman-teman, kalian tentukan ingin di kamar bawah atau kamar atas”
Xiao Jun lalu menatap mereka semua, tapi ternyata semuanya hanya diam tidak memberikan respon.
“Ah sudahlah, terserah kalian”
Xiao Jun lalu membalik badannya dan berjalan memasuki kamar yang berada di dekatnya. Xiao Fei yang melihat Xiao Jun berjalan juga mengikutinya dan memasuki kamar di sebelah Xiao Jun. Sekilas Xiao Fei melirik Aran dengan tatapan rumit.
Karena Xiao Jun dan Xiao Fei sudah menentuan kamar mereka, maka kelompok Aran berjalan menaiki tangga ke atas. Sementara Fuma yang dari awal diam memutuskan memasuki kamar yang tersisa di kamar bawah.
Karena semua orang sudah lelah, mereka lalu memasuki kamar masing-masing.
Di dalam kamar Aran segera mengunci pintu kamarnya dan memasuki alam giok langit. Dari pada beristirahat di dunia nyata ia lebih baik beristirahat di alam giok.
Kedatangan Aran di alam giok langsung di sambut oleh semua pengikutnya, Kumbang, Putih dan Saka. Setelah mereka saling mengobrol sebentar semua pengikutnya kembali berlatih di tempat mereka masing-masing. Aran lalu berjalan menuju villa langit dimana ada Raja Naga yang sedang terduduk diam.
“Salam Raja Naga”
Mendengar Aran memanggil namanya, Raja Naga lalu membuka matanya.
“Aran, aku merasakan di wilayah akademi ada energy misterius”
“Energi misterius?”
Aran benar-benar bingung dengan perkataan Raja Naga yang tiba-tiba berkata seperti itu.
“Ya, dari tadi aku mencoba melacak keberadaan energy itu. Tapi sepertinya ada penghalang kuat yang menghalangiku untuk melihatnya”
“Apa Raja Naga tau dimana letaknya energy itu”
Aran juga semakin penasaran dengan energy yang dibicarakan Raja Naga.
“Energi itu ada di hutan belakang akademi, nanti kita coba memeriksa tempat tersebut”
“Baik Raja Naga”
Mereka berdua lalu sedikit mengobrol membahas segala hal, hingga Aran memutuskan untuk istirahat sejenak.
Aran lalu berjalan dan mencari tempat yang di rasanya nyaman.
“Ahh, nikmat sekali beristirahat di alam ini. Begitu tenang dan nyaman”
Tidak lama Aran menutup matanya dan tertidur lelap.