
"Jika kau sangat ingin membunuhku, mengapa harus mengorbankan banyak pihak yang tidak bersalah"
Aran begitu marah dengan jalan pikiran Hongli, hanya demi memuaskan nafsunya ia rela mengorbankan segalanya.
"Berisik, aku tidak peduli"
Hongli mendengus marah karena perkataan Aran.
"Huhuhu, aku juga tidak peduli dengan semuanya. Jadi aku akan pergi"
"Hahaha"
Aran melompat tinggi dan bergerak di langit. Perbuatan Aran membuat semua yang ada disana melongo.
'Kenapa dia malah pergi'
Hanya itu yang ada dipikiran para penonton pertarungan. Hongli juga menatap bingung ke arah Aran. Ternyata pemuda yang telah mempermalukannya ini sudah tidak perduli pada dirinya. Hongli benar-benar merasa sangat dipermalukan.
"Keparaaattt. Pengecut kau, terima ini"
Drrtt
wuzzshh
Bola api Hongli lepas dari tangannya dan langsung menuju ke arah Aran.
"Bola itu sudah menandai dirimu, kemanapun kau pergi dia akan terus mengejarmu"
Aran hanya tersenyum sinis dari atas langit melihat bola api Hongli.
"Dasar bodoh"
Aran berkata kepada Hongli. Ia sudah menduga bahwa Hongli akan mengincarnya bukan mengincar yang lain. Jadi ia sengaja memancingnya agar mengarahkan bola api tersebut pada dirinya.
"Hahahaha, kejarlah aku dasar manusia bodoh"
Aran berlari di atas langit dengan ajian gerak langitnya. Dibelakangnya bola api itu mendekatinya dengan sangat cepat.
"Secepat apapun kau berlari, dalam hitungan detik bola itu akan mengenaimu"
Hongli mengikuti Mahapatih dengan bergerak dibelakang bola api.
"Kau benar-benar tidak tau luasnya dunia. Hanya jurus seperti ini ingin membunuhku. Dalam mimpimu"
Aran sengaja memancing kemarahan Hongli agar kemarahannya terus di fokuskan kepada Aran.
Melihat kecepatan bola api itu, Aran berniat untuk membuka segel terakhirnya.
"Lihatlah baik-baik kemampuanku yang sebenarnya, dasar manusia bodoh. Apa semua orang di benua tengah sebodoh dirimu"
Mendengar hinaan Aran membuat Hongli memuntahkan seteguk darah, ia begitu membenci Aran sampai ke tulang-tulangnya.
"Segel Naga Level 6, buka!"
Bang!
Bzzttt
Aura Aran memancar keluar dari tubuhnya, aura berwarna hitam bercampur merah membuat siapapun yang memandangnya bisa merasakan begitu kuatnya aura tersebut.
"Inikah kemampuan Mahapatih yang sebenarnya"
"Auranya kenapa begitu kelam, seperti bukan berasal dari dunia ini. Penuh dengan kegelapan"
Pengawal Gadis Pasifik Inn terus menatap Aura yang dikeluarkan oleh Mahapatih.
Melihat aura yang dikeluarkan oleh Aran sangatlah besar. Mereka semua yang berada disana akhirnya menyadari bahwa selama ini memang Aran tidak menggunakan kekuatan aslinya.
Inilah untuk pertama kalinya di dunia manusia, Aran melepaskan Segel Naga Level 6 miliknya. Kini rambut Aran yang berwarna putih berkibar ke atas karena pancaran aura miliknya, membuat penampilan Aran terlihat sangat berbeda.
'Apakah ini wujud aslimu Aran'
Batin Berliana, baru kali ini ia melihat Aran seperti ini. Membuat hatinya menjadi berdebar-debar.
Wussh
Dikejauhan, Aran bergerak dengan sangat cepat di langit. Sesekali ia melompat turun untuk mencari pijakan sementara agar ia bisa terus betahan di udara. Karena sebenarnya ia tidaklah terbang, melainkan bergerak dengan sangat cepat.
Melihat Asura bergerak semakin cepat, Bola api yang mengikutinya juga bergerak dengan sangat cepat. Bola api itu juga menjadi sangat cepat, seolah-olah bola itu memiliki kesadarannya sendiri.
Bola itu menjadi sangat besar, setiap tempat yang dilewatinya pasti akan terbakar. Kini disepanjang jalan banyak pohon yang hangus terbakar.
'Bola api ini benar-benar gila, jika aku masuk ke alam giok bisa saja bola ini memiliki pengaturan peledakan seperti sebelumnya'
Aran memikirkan cara untuk menyingkirkan bola ini agar sebisa mungkin tidak menimbulkan korban jiwa. Tapi sekeras apapun ia berfikir, tetap tidak mendapatkan solusi. Intinya, musuhnya ini ingin agar Aran terkena bola api tersebut.
Jadi, Aran memutuskan untuk menghadapi bola itu di atas langit.
"Ajiann Gerak Langit Langkah ke 7"
Gerakan Aran semakin cepat, ia bergerak ke atas langit yang tinggi. Lalu diatas langit ia menggunakan jurus terbaiknya.
"Ajian Naga Langit, Sinar Perlindungan"
Sinar biru langsung membungkus tubuh Aran dengan warna biru langit yang sangat terang. Sinar biru itu Aran pusatkan di telapak tangannya. Sesaat sebelum bola api itu menghantam dirinya, Aran langsung merapalkan ajian penghancurnya.
"Ajian Karang Wesi"
Dengan penguatan dari Ajian Naga Langit, Ajian Karang Wesi Aran menjadi lebih kuat. Sinar dari ajian yang keluar dari tangan Aran bersinar dengan sangat terang dan membentuk naga berwarna biru dan putih. Dalam hitungan detik kedua ilmu saling beradu di udara.
Bola api yang begitu besar terlihat lebih mendominasi dibandingkan dengan ilmu yang Aran keluarkan.
Bang!
Drrtt
Bola api sebesar itu berhasil ditahan oleh Aran. Lingkungan disekitar Aran langsung terkena dampak dari bentrokan kedua ilmu.
Aran yang bertahan diudara akhirnya terdorong turun ke bawah. Ajian Gerak Langitnya sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan diudara karena sekarang tenaga dalam Aran di fokuskan untuk menahan bola api milik Hongli.
~Note~
Mungkin beberapa hari ini saya tidak bisa update banyak.
Mohon maaf juga jika banyak typo.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Terima kasih.
Instagram :
@yukishinamt