
" Kau!!!"
Lea tersungkur lemah di depan pintu rumahnya, dirinya benar benar tiada berdaya lagi. Bagaimana tidak, ia bahkan menyaksikan sendiri seorang wanita paruh baya yang tadi sore itu bersamanya telah habis nyata bersimbah darah di tanah. Darah segar mengalir begitu deras dari kepala wanita itu ternyata ada peluru yang menancap. Kedua tangannya sudah tidak utuh lagi di tubuhnya, bahkan dari ujung matanya terlihat darah segar yang mengalir. Benar benar sungguh insiden yang tidak dapat Lea bayangkan. Ia menutup rapat mulutnya kedua tangannya, air matanya kian jatuh tiada henti menyaksikan semuanya itu.
Ada tiga orang Pria yang terlihat begitu menyeramkan,mereka menatap Lea dengan tatapan membunuh seakan siap menerkam mangsanya.
Lea semakin ketakutan dengan hebat, satu kata pun tidak dapat ia ucapkan lagi selain air mata yang kian mengalir tiada henti.
" Jadi kau adalah wanita itu?" Seorang Pria dari antara ketiga pria itu mendekat pada Lea, sangat menyeramkan sekali.
" Siapa kalian?" kata kata yang dapat Lea ucapkan dengan begitu getir.
" Kau hanyalah wanita bodoh yang beruntung, karena demi menyelamatkan nyawamu, wanita tua bangka ini sampai merelakan nyawanya untuk keselamatan mu. Tapi kau masih punya keberanian untuk keluar dan menyaksikan semuanya ini? benar benar wanita bodoh!" Pria itu mencengkeram rahang Lea dengan begitu keras, sangat sakit sekali apa yang kini telag Lea rasakan. Berulang kali ia mencoba mengelak namun semakin sakit yang ia rasakan.
' Jadi ini maksud ucapan Ibu ini sore tadi?ternyata mereka mereka ini adalah orang yang mereka bilang akan datang? dan demi aku Ibu ini merelakan nyawanya? ya Tuhan betapa bodohnya aku ini. Aku sangat bodoh, aku hanya mengganggap semuanya adalah lelucon semata, namun pada akhirnya aku terjebak oleh kebodohan ku sendiri. Aku minta maaf pada mu Ibu tua, kau sangat baik. Apakah karena aku orang baru makanya harus ada nyawa yang menggantikan ku?'
" Apa salah Ibu itu? dia tidak lah salah. Mengapa kalian tega melakukan itu? kalian sangat jahat!" kata Lea dengan getir, semakin ia melihat wanita itu semakin menambah rasa penyesalan pada dirinya sendiri.
" Dasar gadis bodoh! harusnya kau yang mengalami yang terjadi pada wanita bangka ini. Tapi karena ada nyawa pengganti maka kau selamat, tapi itu berlaku jika kau tetap berdiam diri di dalam. Dan sekarang? kau bahkan sangat bodoh melewati orang terbodoh di dunia, kau keluar disaat yang sangat ku benci. Maka malam ini juga, tanggunglah akibatnya!" Pria itu tampak sudah penuh dengan amarah, tatapan membunuh terus terlempar tajam pada Lea.
" Apa maksud mu? tidak kah puas kalian menghabisi nyawa seorang Ibu ini ha? lalu apa lagi maunya kalian?" Lea mencoba untuk kembali tegar, sekilas ia melirik kedalam rumahnya untungnya pintu tertutup karena angin malam yang kencang. Setidaknya ketiga pria itu tidak tahu bahwa ada orang lagi di dalam yaitu Hansel.
' Tuhan, jika pun ajal ku sudah di ambang pintu setidaknya anakku tidak juga menanggung akibat kebodohan ku sendiri. Jika malam ini juga adalah malam terakhir dalam hidupku, aku inginkan satu permohonan padamu. Semoga anakku tidak juga merasakan semuanya ini, tolong berikan ia tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah sampai pagi kembali menyapanya. Dan aku berharap ada seorang yang berhati mulia mau menjaga dan membesarkan anakku kelak aku sudah tiada lagi. Tolong berikan malaikat pelindung yang lain baginya setelah kepergian ku nanti, meskipun aku tidak akan bersamanya lagi setidaknya ada kebahagiaan baru yang menyapa dirinya. Cukup Hansel aman dan bahagia meskipun aku sudah pergi nanti, itu sudah lebih dari cukup untukku. Untuk keadaanku saat ini aku hanyalah wanita bodoh yang tidak menggunakan pemikiran lebih cerdik.' Batin Lea.
" Kau akan mengalami nasib yang sama dengan wanita itu!" Ucap Pria itu tersenyum miring.
" Apakah tidak ada kesempatan lagi untukku?" Lea berharap ada sebuah kesempatan baru untuk nya.
" Cih! kesempatan hanya ada sekali dan setelahnya hanya akan ada penyesalan, dan tangunglah akibat kebodohan mu ini!"Pria oti berdecih dengan menaikan alisnya.
Pria itu memberi kode pada dua orang lainnya, mengerti akan kode tersebut mereka langsung menarik Lea dengan kasar membawanya di tanah depan rumah. Pistol yang di tangan kanan Pria tadi ia luruskan seakan ingin memastikan arah mulut pistol nya tepat di kepala Lea.
' Apapun yang terjadi, aku sudah pasrahkan semuanya ini.' Batin Lea.
Ia menuduk penuh isak tangis di tanah yang berpasir menanti takdir yang akan segera berkata.
Dan saat Pria itu hendak melepas peluru pistolnya, tiba tiba terdengar suara dingin penuh amarah yang bergelegar.
" BERHENTI!!!!"
______
***Hay, author datang kembali ingin minta ke KALian untuk datang di karya author lagi.
" Early Marriage "
"Kisah cinta Aurora"
Tolong buat yang punya poin, kalian letak poinnya disana ya seberapa yang klen punya:)
Jangan lupa untuk budidayakan Like, komen dan vote.
JANGAN LUPA SETIAP KARYA AUTHOR KASIH RATE BINTANG LIMA OK:)
Author sayang kalian semuanya, jangan lupa ya tuk Mampir ^^
SALAM*** ^^