Mafia And Me

Mafia And Me
KAMU WANITA YANG SEMPURNA!



♡ Delapan Bulan Kemudian ♡


Hari hari telah berlalu dengan begitu cepat, bahkan bulan telah berganti dengan bulan. Hingga kini usia kandungan Anyer telah mencapai trimester ketiga.


Perut yang semula nya masih rata, kini sudah tampak buncit sekali. Semakin di usia kandungan Anyer yang kini telah menginjak sembilan bulan membuat ia sangat kesulitan untuk melangkah lagi kemana mana. Kaki nya sudah tampak membengkak, dan semakin membuat Anyer mudah lelah akhir akhir ini meski ia tidak pernah lagi melakukan pekerjaan rumah.


Seperti pagi ini Anyer baru selesai mandi dan tengah mengenakan daster bumil.


" Niye... apa kamu tidak lelah sayang, kamu bahkan terlihat lelah walau hanya keluar masuk kamar mandi saja. Aku menjadi sangat khwatir pada mu sayang." Ucap Evans yang sudah selesai mengenakan stelan jas untuk ke kantor hari ini.


" Hubby... kamu tenang saja, ini memang harus di rasakan oleh seorang wanita. Kamu hanya perlu selalu mendukung bumil untuk selalu semangat. Apalagi kadang..."


" Auh....." Rintih Anyer ketika merasakan tendangan dari bayi nya.


" Kenapa sayang? kenapa? kamu mau melahirkan?" Evans tampak gelagapan sekali. Ia menyentuh nyentuh perut Anyer karena sangking khawatir nya.


" Hubby... kamu sangat berlebihan, bayi kita hanya aktif saja bergerak barusan ia menendang nendang hehe..." Ucap Anyer terkekeh pada Evans.


" Benarkah? cupp...cup...cup... anak Daddy mulai nakal ya?dah mulai gangguin Mommy. Jangan nakal yang sayang, kan kasihan kalau nanti Mommy nya harus merintih terus." Evans berkata ahli ahli kepada calon bayi mereka, ia mengelus perut Anyer dengan penuh kasih sayang.


" Auh.." Anyer kembali merintih karena merasakan tendangan dari bayi nya.


" Dia nendang lagi?"


" Hu um.... mungkin dia nngak mau dengarin kata kamu Hubby heheh..."


" Anak Daddy sayang, jangan nakal ya! harus nurut apa kata Daddy, jangan sakiti Mommy." Seru Evans lagi.


" Hubby... itu biasa di usia kandungan ku yang sudah mencapai waktu lahir nya. Makanya bayi kita aktif sekali di dalam." Ucap Anyer seraya mengelus perut nya yang sudah sangat membuncit.


" Tapi aku kasihan melihat mu yang selalu merintih kesakitan, terkecuali karena ulah ku, kamu hanya akan merasakan...."


" Hubby!!! stop!! kamu pergi saja ke kantor."


" Sorry my wife, baiklah! ayo kita sarapan dulu." Evans langsung menggendong Anyer bak seorang princes menuruni tangga.


" Niye... kamu cukup berat juga." Goda Evans yang kini tengah menuruni tangga.


" Berarti aku semakin gemuk? begitu?" Anyer tampak risau.


" Kalau aku bilang iya bagaimana?"


" Hubby... awas saja jika kamu berani bermain gila dengan wanita lain! aku pastikan kamu tidak akan pernah melihat aku dengan calon anak ku nanti. " Ancam Anyer.


" Berhenti mengucapkan kata terkutuk itu." Balas Evans yang sedikit jengkel. Ia menurunkan Anyer di kursi meja makan.


Setelah mereka selesai makan, Anyer mengantarkan Evans sampai ke depan, dan juga Ria dan Erdo yang sudah berdiri di depan.


" Aku pergi sayang!" Evans mengecup hangat kening Anyer.


" Hu um..." Anyer mengangguk.


" Da... sayang..." Evans masuk ke dalam mobil.


" Da..." Anyer melambaikan tangan nya.


' Betapa bahagia rumah tangga Anyer dengan tuan Evans, mereka akan segera di karunia oleh seorang anak. Lalu bagaimana dengan takdir ku ya Tuhan... aku bahkan harys menerima kenyataan pahit dalam hidupku.' Batin Ria.


" Ri.. ayo masuk ke dalam!" Anyer menarik tangan Ria dengan lembut.


Di Taman Belakang.


" Nih... aku buatin jus jeruk kesukaan kamu Nyer." Ria menyerahkan jus kepada Anyer.


" Thank you Ria sayang, kamu yang terbaik deh." Anyer menerima jus itu sambil tersenyum.


" Hu um..." Ria mengganggu saja dan ikut duduk di samping Anyer.


" Nyer.... kamu beruntung sekali." Ucap Ria tiba tiba.


Seketika Anyer pun bingung apa maksud ucapan Ria. " Maksud kamu apa Ri?" Tanya Anyer.


" Nyer... kamu adalah wanita yang sempurna, kamu akan segera di karunia seorang anak untuk melengkapi kebahagian kamu dengan Tuan Evans. Kamu juga mendapatkan banyak kebahagian dari sanak keluarga Tuan Evans, segala nya ada kamu miliki. Kamu memang sangat beruntung Nyer, namun berbeda dengan aku. Aku bahkan di limpahkan kesedihan, Nenek ku meninggal. Dan aku harus menerima kenyataan pahit yang tidak pernah terbayangkan oleh ku." Jelas Ria seraya menatap Anyer dengan air mata yang telah jatuh.


" Apa maksud kamu berkata seperti itu Ria? apa? kenyataan pahit bagaimana maksud kamu? jelaskan sama aku." Balas Anyer yang kini jadi ikut bersedih.


" Tidak! kamu tenang saja, aku tidak mengapa. " Elak Ria berusaha tersenyum.


" Ri..."


" Stss!!! kamu tidak perlu khawatir pada ku Nyer."


" Kandungan kamu baik baik saja kan?"


" Baik, sudah memasuki tiga bulan." Sahut Ria seraya menyentuh perut nya.


' Maafkan aku Nyer, kelak kamu juga akan tahu apa yang sebenarnya terjadi. Harapan ku hanya satu, semoga bayiku bisa terselamatkan. Itu saja permohonan ku, aku harap kamu tidak akan bersedih ketika mengetahui yang sebenarnya '


Ya, Ria memang sudah mengandung sekarang bahkan usia kandungan nya mencapai tiga bulan sudah.


" Syukurlah.." Ucap Anyer


" Sehat sehat ya calon ponakan Aunty." Anyer mengelus perut Ria yang sedikit membuncit.


" Amin.." Balas Ria.


****


Like komen dan vote


SALAM ^^