Mafia And Me

Mafia And Me
PENERBANGAN KE BALI



♡ Esok nya ♡


" Er....." Ria menggoncang kan tubuh Erdo agar segera bangun.


" Em...." Erdo terbangun dan langsung duduk di atas ranjang depan Ria.


" Kamu lama amat sih bangun nya! kita kan mau pergi Honeymoon ke Bali, masa ia kamu masih ngorok aja?" Kesal Ria, pasalnya ia sudah selesai beres beres, dan tinggal menunggu sang suami yang tak kunjung bersiap juga.


" Huf... maaf! tapi apa kamu tidak merasa kesakitan?" Tanya Erdo khawatir.


Ria tersenyum menanggapi ucapan Erdo. " Tadi awal nya sih iya! tapi sekarang tidak terlalu lagi!" Jawab nya seraya menggelengkan kepala.


" Ouh! syukurlah! terima kasih untuk semua nya!" Ujar Erdo dengan lembut.


" Hu um!" Ria mengangguk sambil tersenyum manis.


" Apa kita boleh melakukan nya sekali lagi?" Pinta Erdo penuh harap.


Dan seketika, Ria melotot kan matanya menatap kearah Erdo.


" Er.... aku saja berusaha untuk menahan nyeri sakit ini, apa kamu pengen aku tidak bisa jalan lagi?ha? kamu mau aku jadi bahan perhatian semua orang?" Cletuk Ria dengan menyebikkan bibir nya ke depan.


" Huff! baiklah, aku mengerti!" Erdo terlihat frustasi.


"sudah sana, kamu pergi mandi!"


" Hmm!" Erdo mulai berjalan turun menuju kamar mandi.


***


♡ DI Sisi lain♡


" Sudah lah sayang! lebih baik kamu tinggal di rumah! tidak perlu mengantarkan keberangkatan Erdo dan sahabat mu! keadaan mu saat ini sangat lemah, aku takut terjadi apa apa dengan mu" Risau Evans karena sedari tadi Anyer terus muntah muntah, sehingga membuat Evans cemas sekali.


" Tidak Hubby! aku harus tetap ikut mengantar mereka setidak nya sampai pesawat yang mereka tumpangi terbang, sudah itu saja!" Balas Anyer dengan nada lirih.


Evans masih tidak percaya bahwa Anyer masih kuat, padahal terlihat jelas bahwa Anyer sangat lemah sekali.


" Niye.... tolong dengarkan aku! aku bukan nya egois ingin meninggalkan mu sendirian di rumah sementara aku pergi mengantar keberangkatan Erdo dan Ria, hanya saja kondisi mu saat ini sangat lemah! sungguh tidak memungkinkan. Apalagi perjalanan ke bandara memakan waktu hampir dua jam! apa kamu sanggup? aku takut kamu tidak akan sanggup Niye sayang!tolong pikirkan kandungan mu yang masih sangat muda sekali! aku khwatir pada mu dan juga kandungan mu sayang." Evans menjelaskan dengan penuh kasih sayang yang sangat mendalam pada Anyer, apalagi pada kandungan Anyer.


Anyer juga tidak dapat menyalahkan ucapan Evans, semua yang Evans ucapkan semuanya benar. Hanya saja Anyer masih tidak terima jika harus tinggal di rumah, yang berarti tidak bertemu dengan sahabat nya.


" Hubby, kali ini saja! aku mohon!kamu tenang saja, aku pasti kuat! aku tidak akan kenapa napa, itu wajar usia kandungan di trimester pertama, makanya aku memang harus mengalami hal seperti ini. Itulah perjuangan seorang istri, jadi kamu jangan khwatir ya!" Pinta Anyer lagi dengan raut wajah memelas.


Jika sudah melihat reaksi Anyer seperti itu, bagaimana pun Evans tidak akan kuat jika melihat raut wajah Anyer seperti sekarang.


" Ckk!! baiklah, kamu boleh ikut sayang!"


" Thank you Hubby!" Anyer penuh kegirangan.


" Tapi dengan satu syarat! jika nanti Erdo dan sahabat mu sudah berangkat deluan sebelum kita sampai, jangan pernah bilang kalau kamu mau nyusul mereka ke Bali! paham Niye?"


' Hubby selalu tau apa yang ku pikirkan! huff.. aku berharap semoga Ria dan sekretaris Erdo belum berangkat!' Batin Anyer.


" Bagaimana? kamu setuju sayang?"


" Baiklah!" Anyer terima saja.


♡ Di BANDARA ♡


" Mengapa tuan Evans dan Anyer tak kunjung datang juga?" Ria sudah harap harap cemas, sudah setengah jam lebih mereka menunggu, namun Anyer dan Evans tak datang juga.


" Aku juga tidak tau mengapa tuan Evans belum datang juga!" Balas Erdo.


' Anyer aku berharap kamu datang tepat waktu, hingga aku amsih sempat untuk memeluk mu sebelum aku dan Er melakukan penerbangan.' Batin Ria.


" Lima menit telah berlalu! kita harus segera masuk kedalam pesawat!" Erdo pun mulai berjalan membawa koper, dan dengan terpaksa Ria pun ikut jiga menyusul di belakang Erdo.


' Aku berharap Anyer masih bisa datang!'


" Ria!!!!" Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang, dan ternyata.....


" Anyer...." Dengan sangat terharu, Ria pun langsung memeluk Anyer dengan bahagia.


" Akhirnya kamu datang Nyer!" Ria melepaskan pelukan mereka.


" Iya! jaga diri baik baik ya di sana!" Pesan Anyer sambil tersenyum manis.


" Iya! itu pasti!"


" Sekertaris Do, titip sahabat ku yang paling cantik ini ya!" Ucap Anyer pada Erdo.


" Baik Nona! itu adalah kewajiban saya sebagai seorang suami!" Balas Erdo dengan bangga nya, sontak Ria pun jadi malu akan ucapan Erdo.


" Apaan sih!"Ria bersemu malu.


" Gak papa! nngak usah sok malu malu deh!" Ucap Anyer seraya melirik mereka berdua bergantian. " Gimana tadi malam? lancar?" Bisik Anyer di telinga Ria, sontak Ria pun jadi gelagapan untuk menjawab ucapan Anyer.


" Ek....em... kamu kayak nngak ngerasain aja!" Ria semakin merona.


" Hehehe.... nngak usah malu deh!" Anyer terkekeh.


" Oh iya, nanti kalau kami pulang, kamu mau minta oleh oleh apa Nyer? kan biasa kalau bumil kadang ngidam!" Kata Ria untuk mengahlikan pembicaraan.


" Em.... nngak ada deh! kalau soal ngidam, nntar Hubby yang beliin hehee.... tapi aku minta satu oleh oleh spesial dari kalian berdua!"


" Apaan?"


" Kalau nanti kalian dah pulang, aku minta, ini perut nanti dah berisi dedek ya!" Goda Anyer seraya menyentuh perut Ria.


' Anyer itu sangat memalukan!' Batin Ria.


" Akan kami usahakan Nona!" Erdo bersikap santai.


" Bagus!" Anyer mengedipkan sebelah matanya.


" Do, waktu kalian hampir habis, sebentar lagi pesawat akan berangkat!" Evans membuka suara.


" Kami pamit tuan, nona!" Erdo membungkuk hormat.


" Hmm!!! ini kartu card, gunakan selama kalian honeymoon!" Evans menyerahkan kartu tersebut pada Erdo.


" Terimakasih tuan, Nona!"


" Hati hati!"


Erdo dan Ria segera berjalan mendekat ke arah pesawat dan mulai masuk.


****


LIKE, KOMEN, DAN VOTE OK


SALAM ^^