Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2(EPS 26)



" HANSEL!!!"


Pekikan Lea melengking memekakan telinga, Hansel yang sedang bermain dengan Edward terkejut sekali akan suara Lea.


" Hansel, ayo ikut Mommy!" Lea menarik kasar tangan Hansel dan langsung membawanya masuk kedalam kamar tanpa mempedulikan Edward yang tersenyum bangga.


" Hansel, kamu tidak ingat apa yang Mommy bilang ke kamu sebelum Mommy ke pasar?" Kata Lea sedikit marah.


Hansel menjadi takut jika melihat Lea yang benar benar sangat marah padanya, ia tidak ingin melihat Mommy tersayang nya itu marah hanya karena ulahnya sendiri.


" Sekarang kamu jelaskan pada Mommy mengapa Pria itu masuk kedalam rumah?!" Tegas Lea.


Hansel semakin ketakutan, padahal ia sangat senang ketika Edward datang.


" Hans juga gak tahu Mom, setelah Mommy pergi Hans langsung masuk kedalam kamar. Trus waktu Hans keluar dari kamar hendak minum Hans lihat ada Om itu. Hans saja benar benar heran, dan juga wajah Om itu sangatlah mirip dengan Hans.Hans pikir dia adalah Daddy yang lama tidak pulang makanya langsung Hans peluk. Om itu juga bilang kalau dia adalah Daddy-nya Hans makanya Hans langsung panggil dia Daddy. Bukankah Mommy juga bilang begitu? kan Daddy akan pulang lagi temui kita berarti Daddy gak ingkar janji karena dia sudah kembali. Apa Mommy tidak senang?" Jelas Hansel.


' Astaga, ternyata begitu kuatnya rasa kepercayaan Hansel. Aku juga belum melihat dengan jelas siapa Pria tadi? aaa tunggu dulu mengapa aku sebodoh ini. Jangan jangan dia ada niatan jahat pada kami. Tidak bisa dibiarkan.' Batin Lea.


Pikirannya sudah tranveling ke hal hal yang buruk tentang Edward.


" Hans disini dulu! jangan keluar tanpa izin dari Mommy, paham?!" Titah Lea lalu melangkah keluar.


Lea terheran heran ketika melihat sosok seorang Pria yang sangat mirip dengan Hansel dan ternyata...


' Bukankah dia Pria yang aku lihat waktu di Restoran itu? lalu....'


" Hey!!!" Ucapnya sedikit meninggi.


Edward yang sedang menyantai di kursi meja makan sedikit terkaget namun ia kembali bersikap biasa saja.


" Oh hey,,,," balasnya tanpa rasa sungkan sedikit pun.


' What? dia masih berani bersikap biasa saja seperti itu. Apa otaknya sudah tidak waras? setelah diamati lebih dalam ternyata dia adalah Pria yang... di mimpiku waktu itu?'


" AAAAAAAAAA itu tidak mungkin." Pekik Lea, ia menjadi ketakutan sendiri, ia mencoba melangkah mundur agar tidak kesampaian mendekat pada Edward.


Edward memicingkan matanya, tersenyum miring menatap Lea yang seperti menjauh darinya.


Ia malah semakin tertarik untuk mencobai Lea lagi. Ia berdiri lalu melangkah maju mendekat pada Lea sedangkan Lea semakin memundurkan langkahnya. Tanpa ia sadari ternyata langkahnya sudah mentok di tembok rumah. Ia gelagapan sendiri bingung untuk lari kemana lagi sedang Edward semakin mendekat padanya.


" Mundur!"Pekik Lea, Edward tersenyum miring mengikuti maunya Lea. Ia melangkah mundur sesuai kemauan Lea.


' Syukurlah dia menurut! dia memang sangat mirip dengan Hansel, pantas saja Hans benar benar yakin bahwa dia adalah Daddy-nya. Apakah Pria ini memang Pria brengsek malam itu?' Batin Lea.


" Mengapa menatapku begitu? kamu tertarik padaku?" Goda Edward penuh dengan senyum muslihat.


" Tutup mulutmu!" Tegas Lea.


" Apa kamu tidak bisa mengucapkan kata yang lebih terhormat? aku adalah Ayah dari anakmu apa kamu tidak bersyukur karena aku datang untuk bertanggung jawab?!" Ucap Edward.


" Cih! tanpa kehadiran mu pun disini aku tidak butuh tanggung jawab mu. Lebih baik anda pergi sebelum saya berteriak bahwa anda adalah pencuri yang berniat jahat pada saya." Tegas Lea mencoba mengancam Edward.


" Berteriak lah, sampai ketitik suara terakhirmu pun tidak akan ada seorang pun yang akan datang kesini menolongmu." Ucap Edward dengan santai.


" Sebenarnya apa mau anda ha? sudah berani masuk kedalam rumah saya dan malah mengaku ngaku jadi ayah dari anak saya. Apa anda tidak ada malu sedikit pun?!" Lea sudah terpancing emosi yang meluap luap.


" Sudah kukatakan bahwa aku adalah Ayah dari Hansel. Kamu bisa lihat sendirikan bahwa wajah kami saja sangat mirip apa kamu masih tidak percaya itu?"


Lea terdiam, bagaimana mungkin Pria brengsek yang tidak ada hati waktu itu masih ada muka untuk menyatakan bahwa dia adalah Ayah dari Hansel.


" Jangan mencoba untuk mengabuli saya, jangan mencari cari alasan hanya karena wajah kalian saja yang mirip dan juga banyak wajah orang orang yang sama." Ucap Lea dengan yakin.


" Kamu masih meragukan ku? Namamu Lea Caroline bukan? gadis berusia dua puluh dua tahun dengan seorang anak laki laki berusia lima tahun. Kamu hamil diwaktu usia yang sangat dini diusia tujuh belas tahun karena tragedi satu malam yabg merenggut mahkota mu bukan? apa kamu masih tidak percaya? jadi saya datang kemari hanya karena ingin bertanggung jawab saja karena telah memberi luka yang sangat dalam padamu lima tahun yang lalu. Aku juga sudah lelah mencari cari gadis yang aku nodai sewaktu di California namun ternyata kamu dan anakku tidaklah jauh dariku. Kalian bahkan berada sangat dekat denganku, maka dari itu izinkan aku untuk menembus kesalahan terbesar ku atas kejadian itu." Ungkap Edward dengan yakin.


Lea terkesiap, apakah Edward benar benar menyesali perbuatannya? atau dia hanya seseorang yang menyamar saja?


" Pergi!" Tegas Lea mencoba untuk kuat.


" Baca ini, ini adalah tes DNA yang sempat saya ambil ketika kamu pergi ke pasar." Edward menyerahkan secarbik kertas pada Lea. Dan tentu saja semuanya benar benar tidak salah, golongan darah Edward dan Hansel saja sama. Berarti memang benar bahwa Edward adalah ayah dari Hansel. Dan juga tertera nama Edward disana, Lea pun baru mengetahui nama Ayah Hansel adalah Edward.


Tangan Lea gemetaran, sekujur tubuhnya bergidik ngeri. Ingatannya kembali tercembung kepada kejadian lima tahun yang silam. Bahkan air matanya malah jatuh, ia ingin berteriak dan terbang saja dari dunia nyata ini. Takut? jelas, Lea bahkan sangat takut apalagi jika Edward sampai mengambil Hansel darinya.


" Lalu apa tujuan anda datang kesini ha? jika ingin mengambil anakku dariku maka kubur saja dalam dalam niat anda itu. Aku tidak akan pernah memberikan anakku pada seorang Pria brengsek yang tidak tahu malu dan tidak mempunyai perasaan sedikit pun." Kata Lea dengan getir.


" Kamu berpikiran terlalu jauh, aku hanya..."


" Berhenti mengucapkan kata apa apa pun. Aku bahkan ingin membunuhmu saat ini juga setelah tahu bahwa kamu ada Pria brengsek itu. Aku benar benar membencimu!! jangan pernah kembali lagi!" Teriak Lea. Namun Edward tidak bergeming, bahkan ia malah merasa sakit akan ucapan Lea entah karena apa. Bukankah lebih baik begitu? sehingga Edward tidak perlu memikirkan kejadian itu lagi? tapi mengapa pikirannya tidak sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya?


Lea langsung masuk kedalam kamar tanpa menunggu jawaban dari Edward lagi.


Sedangkan Edward tetap terdiam tak bergeming.


_______


**Kuy.... kasih vote donk sayang ku;)


salam** ^^