
Edward dan Eder memasuki lift khusus, namun ketika lift hendak naik tiba tiba ada seorang wanita yang memasukkan jarinya sehingga kembali terbuka.
Ia menatap Edward dan Eder tampak marah dan tidak senang.
" Mengapa kalian berdua menggunakan lift khusus Presdir? apa kalian tidak mempunyai sopan santun?"katanya dengan amarah.
Eder melemparkan tatapan membunuh pada wanita itu, rasanya ingin ia tendang saja.
" Heyy Nona, memangnya sebesar apa kuasa Presdir di kantor ini?" Eder menekankan kata katanya dengan intonasi cukup emosi. Wanita itu menatap Eder dan Edwar dari atas hingga bawah.
' Style yang mereka gunakan layaknya orang kalangan atas, cihh,,, bisa saja mereka beli yang bekas bekas. Mereka juga seperti orang baru karena baru pertama kalinya kulihat.' Batin Wanita itu.
" Kamu tidak kenal Presdir disini?dia yabg berkuasa di Negara A. Ternyata kamu terlalu bodoh,"wanita itu memandang remeh kepada mereka berdua.
Emosi Eder suara meluap luap hendak di lampiaskan, namun Edward memberi kode supaya Eder bersikap tenang.
" Oh ya? jika begitu anda bisa perkenalkan kami dengan Presdir?" Intonasi ucapan Eder berubah menjadi pelan namun sedikit ada penekanan.
" Tentu saja! tanpa kamu minta pun saya akan membawa anda bertemu dan bertekuk lutut di depan Presdir karenaa berani memasuki lift khusus." Wanita itu terlihat penuh kemenangan dengan bangganya ia ikut masuk bersama Eder dan Edward.
Edward hanya terdiam saja sedari tadi, malas menyahut apalagi meladeni ocehan yang menurutnya tidak penting. Dengan satu alasan. 'Menghabiskan waktu saja!'
Sedangkan Eder, dirinya sudah dikelabui oleh amarah, memandang sinis kepada wanita yang terlihat bangga.
"Ting...." Lift terbuka, mereka bertiga turun dan kini telah mencapai lantai paling atas yaitu ruang Presdir.
Edward dan Eder menatap sekeliling dengan sinis seakan seperti tempat sampah bagi mereka.
"Permisi,," wanita itu dengan lancang nya masuk kedalam dan di susul oleh Edward dan Eder.
" Ada apa?" Pria itu duduk di kursi putar tanpa menoleh.
" Sayang,,, ada dua penyusup yang berani memasuki lift khusus Presdir." Dengan lancang wanita itu duduk di meja.
Edward dan Eder tersenyum miring membayangkan apa reaksi Pria itu nantinya.
" Penyusup? siapa yang berani?!"Suaranya begitu keras, ia berbalik. Lantas, apa yang ia lihat?
" Presdir Kiel Lang?" Sapa Edward yang duduk santai di sofa.
Ternyata Pria itu adalah Kiel Lang, Presdir di perusahaan itu.
" Tuan Edward?" Mata Kiel Lang membulat tak karuan, ia menelan dengan kasar salivanya.
" Senang bertemu dengan Presdir Kiel Lang secara langsung." Ungkap Edward sedikir melirik wanita tadi dengan tajam.
" Hehe, iya Tuan. Suatu kehormatan terbesar bertemu dengan anda." Presdir Kiel Lang sedikit canggung dan gemetaran.
" Siapa penyusup yang kamu maksud?" Kiel Lang mencengkeram erat pergelangan tangan wanita tadi.
" Apaan sih? sayang,, mengapa bersikap hormat padanya? mereka berdua adalah penyusup yang aku bicarakan." Ucap wanita itu dengan keras.
" SIERNA!!!!!" Pekik Kiel Lang emosi.
" Mereka adalah orang terhormat di New York penguasa NY." Ucap Kiel Lang yang membuat nyali Sierna menciut seketika.
" Tuan, saya mohon maaf mewakili wanita ini. Dia hanya orang bodoh yang tidak mengenal anda. Sekali lagi saya mohon maaf, saya juga tidak mengenal dia." Kiel Lang berharap dengan penuturan kata yang lirih.
" Aku tunanganmu, mengapa kamu tega mengucapkan bahwa aku tidak kau kenali?" Bantah Sierna tidak terima ucapan Kiel Lang.
" Diam!!!!lebih baik kau keluar sekarang juga, ingat! tunangan tidak ada lagi. Dan semuanya akan selesai sampai disini saja." Bentaknya pada Sierna.
" Kamu jahat Kiel Lang!!!kamu jahat!aku membencimu," ucap Sierna dengan getir.
" Keluar!!!"Bentak Kiel Lang lagi, namun Sierna tetap tidak menurut dan kini ia telah menangis.
" SIERNA!!KELUAR!"Emosi Kiel Lang semakin menjadi jadi.
Edward memberi kode pada Eder, seakan mengerti Eder mengambil ponselnya dengan diam ia mengklip video pertengkaran antara Sierna dan Kiel Lang.
Rasanya permainan belum dimulai saja sudah sangat menyenangkan, pikir Edward.
" Aku tidak mau!!" Bantah Sierna tetap pada pendiriannya.
" Keluar!" Kiel Lang benar benar di uji kesabarannya.
" Aku tidak akan keluar sebelum kamu mencabut kata katamu tadi. Aku tidak mau putus darimu, kamu harus tanggung jawab Kiel Lang. Kamu yang telah berjanji akan menikahiku sampai sampai aku rela memberikan segala. Aku bahkan rela kamu mengusir Cio Lang kekasih pertamaku dengan alasan sebagai Manager di Resto biasa. Dan sekarang? kamu ingin minta aku pergi? aku tidak mau. Kamu harus tanggung jawab, kamu bahkan sampai mengambil hal paling berharga yang aku kaga selama ini demi kepuasan dirimu. Apa kamu tidak punya hati ha? hikss hiksss... Kamu harus segera menikahiku. Om Lang dan tante Lang juga sudah merestui kita. Jadi kamu tidak bisa lagi menolak. Jika kamu tidak menikahiku, maka aku akan ucapkan pada semua awak media bahwa kamu adalah Presdir bejat yang menodai calon adik iparnya dulu hanya karena harta warisan." Semuanya unag unegnya Sierna ucapkan.
Edward semakin tersenyum penuh kemenangan, tanpa mengotori tangannya sendiri pun sudah mampu untuk menjatuhkan Kiel Lang dan keluarga nya dengan semua yang Sierna ucapkan.
" Tutup mulutmu Sierna!!!"Bental Kiel Lang, ia hendak melayangkan tamparan pada Sierna namun,,,
" Presdir Kiel Lang, saya rasa hubungan kerja sama kita berakhir disini. Saya tidak ingin image Perusahaan saya nantinya jadi buruk karena image anda yang sangat jelek. Dan saya rasa anda tidak pantas menjabat menjadi Presdir, tunggu saja beberapa jam lagi. Dapat dipastikan anda akan mendapatkan gelar baru dan tempat tinggal yang baru." Ucap Edward tiba tiba.
" Apa maksud anda Tuan?" Balas Kiel Lang kebingungan.
Edward memberi kode pada Eder, dengan sigap Eder langsung memperlihatkan apa yang sudah terklip video. Hanya dalam beberapa menit saja sudah banyak para netizen yang menonton.
" Anda,, anda mengklip video?" Kiel Lang sudah ketakutan.
" Menurut anda? saya undur diri untuk kembali." Dengan santainya mereka berdua melangkah keluar tanpa mempedulikan Kiel Lang yang sudah ambruk di kursi Presdir nya.
Sierna juga hendak melangkah pergi namun Kiel Lang malah menahannya.
" Mau kemana?" Tanyanya dengan ekspresi kehilangan.
" Tadi kamu kan yang ingin aku pergi, maka aku akan pergi. Dan juga tidak ada artinya bertahan dengan pria bejat sepertimu. Kamu juga sudah viral di awal media. Lihat saja ponselmu sendiri." Kata Sierna dengan sinis kepada Kiel Lang.
" SIERNA!! dasar wanita murahan, pelacur!!!!" Maki Kiel Lang.
Sierna tidak mempedulikan makian dari Kiel Lang lagi. Ia tetap melanjutkan langkahnya meninggalkan Kiel Lang yang sudah frustasi. Baginya harta adalah yang utama, jadi apa artinya menikah dengan Kiel Lang jika sudah bangkrut? makanya ia memilih untuk mencari Pria lain.
______
Yeyyy:) masalah kedua dah selesai:^ gimana? penasaran eps selanjutnya? trus donk kasih dukungannya. Terlebih votenya sayang2 ku:( jgn pelit.
LIKE KOMEN DAN VOTE
salam ^^