
Hampir tiga jam sudah mereka menunggu Dokter keluar dari ruang operasi, namun tak kunjung juga Dokter itu muncul.
" Hikss...hiks... Hubby.. aku tak kuasa untuk membaca surat ini." Ucap Anyer dengan tangis tersedu sedu.
Benar, sedari tadi Anyer tidak kunjung membaca surat yang diberikan oleh Ria tadi, bahkan sampai sekarang ia tak kuasa untuk membacanya.
" Sayang... bacalah, kamu harus yakin pasti ada hal yang telah di ucapkan nya padamu." Evans meyakinkan Anyer.
"Hiks... hiks... baiklah." Dengan tangan gemetaran Anyer pun membuka isi surat itu.
' *Hallo Anyer sayang... sahabat terbaikku, sahabat sekaligus saudara ku dalam hidup ku. Kamu jangan bersedih ya, apalagi menangis! ini adalah pintaku. Terimakasih telah menjadi sahabat terbaikku selama kita bersama sama melewati suka dan duka, melewati setiap badai hidup disaat kita sama sama dalam cobaan yang silih berganti.Namun pada akhirnya kita di pertemukan oleh pria yang mendampingi hidup kita masing masing. Kamu telah mendapat kebahagiaan yang tiada batas nya, seorang putra yang tampan, seorang suami yang kini sangat mencintai mu dan juga keluarga baru yang selalu mendukungmu. Sama... halnya juga dengan ku, aku juga sudah merasakan kebahagiaan yang tiada batas nya, aku mendapatkan suami yang baik dan mencintai ku dan aku juga akan memberikan seorang anak untuk suamiku. Meski aku tahu, kelak aku tidak akan dapat melihat anak kami lagi dalam keadaan nya setelah lahir. Aku tak dapat melihat wujud rupanya lagi, tapi aku yakin jika dia perempuan maka ia akan mirip denganku dan jika dia laki laki laki maka ia akan mirip dengan suamiku. Aku sudah merasakan semua Kebahagiaan Nyer, semua nya... semuanya...!! tapi kali ini aku ingin minta maaf sebesar nya padamu Nyer. Maaf karena aku telah merahasiakan hal besar darimu, aku sebenarnya telah mengidap kanker serviks rahim. Aku mengetahui itu di saat kandungan ku telah memasuki usia tiga bulan. Saat itu aku harus dilema oleh dua pilihan yang sangat berat, kandungan ku bisa saja di lanjutkan sampai waktunya melahirkan dan akan melakukan operasi Caesar. Yang berarti akan ada dua pilihan, antara aku atau bayi ku! dengan tekad dan pilihan ku yang sudah bulat aku pun memutuskan untuk melanjutkan kehamilan ku dan bayi ku akan lahir maka... dari antara aku dan bayiku.Aku lah yang akan mengalah dan bayiku akan selamat. Nyer... jika aku sudah tiada lagi nanti, aku ingin meminta satu permohonan untukmu. Tolong berikan sedikit saja kasih sayang dari seorang Ibu bagi anak ku kelak, karena aku tau pasti dia akan bersedih dan sangat sulit untuk mendapatkan kasih sayang sesungguhnya dari seorang Ibu. Tolong berhanjilah padaku Nyer, ini adalah permintaan terakhir ku, dan satu lagi titip kata kata untuk Tuan kecil Edward semoga ia kelak menjadi yang terbaik. Thank you my best friend, semua kenangan yang kita lalui bersama selama masa hidup ku akan selalu terukir dalam benak ku meskipun aku pergi untuk selamanya. BAHAGIA LAH ANYER, SAHABATKU ❤️'
Isi surat itu*.
" RIA!!!! Hiks...hiks...hiks..." Anyer semakin menangis tersedu sedu.
" Sekretaris Do... kalian jahat padaku berani kalian menyembunyikan masalah sebesar ini dariku hiks....hiks..." Ucap Ria pada Erdo yang kini juga sudah tak berdaya.
" Nona... semua ini sudah takdir tidak ada yang bisa mengganggu gugat takdir selain Tuhan." Balas Erdo, tatapan nya kosong bahkan suara nya hampir tak terdengar lagi.
" Hiks...hiks... Ria...." Anyer terus menangis.
" Sayang kamu jangan terus menangis kita belum tahu apa hasil dari operasi ini." Ucap Evans seraya mendekap erat tubuh Anyer.
' Ternyata seberat ini beban yang di tanggung oleh Erdo, aku tidak menyangka hal ini. Aku juga pernah di posisi seperti ini tapi berbeda hal nya.' Batin Evans.
" Ceklek....." Tampak lah Dokter yang keluar dari ruangan oeprasi.
" Bagaimana keadaan sahabat saya Dok?" Kini Anyer yang tampak histeris, sedangkan Erdo terlihat hampa tak berdaya. Ia hanya diam duduk menatap Dokter dengan hampa.
" Operasi berjalan dengan lancar, bayinya selamat dan...."
"Dan apa Dok?" Anyer tak sabaran lagi.
" Tuhan lebih baik pada ibunya, bayinya selamat dan ibunya sudah tiada." Jelas Dokter itu.
" Apa?" Anyer tertunduk lemas di lantai, air matanya terus mengalir tanpa henti.
Kemudian keluar lah para suster tadi mendorong jenazah Ria.
" Nyonya sungguh mulia pengorbanan sahabat anda, lihatlah senyuman terlukis di wajahnya meskipun ia sudah tiada lagi." Ucap Dokter itu.
Sangat jelas terukir sebuah senyuman kecil menghiasi wajah Ria.
" Ternyata inilah janjimu itu Ri... kamu benar benar wanita terhebat yang pernah aku temui. Terimakasih telah memberikan semua kenangan terindah bagiku. Dan ini adalah kenangan terkahir yang kamu berikan untukku dan juga semuanya." Ucap Erdo dengan getir.
" Ria...hiks...hiks... segininya kamu perbuat padaku?hikss....hiks..." Anyer terus menangis.
" Jenis kelamin bayi nya laki laki Tuan." Dokter itu menyerahkan bayi mungil itu pada Erdo.
" Anak kita telah lahir Ri, kamu sangat hebat! hebat sekali. Kamu memberikan seorang putra bagiku, sesuai janjiku aku akan merawat dan membesarkan nya sampai akhir hidupku." Ucap Erdo dengan getir.
" Sesuai permintaan Nenek waktu itu, namanya adalah EDER...."
" Tidak akan ada wanita manapun yang mampu menggantikan posisimu di hatiku." Ucap Erdo lagi.
******
Di Pemakaman
" Selamat jalan untuk mu Ria sayang, bahagialah di alam sana." Ujar Erdo di depan makam Ria.
" Ria... sahabat terbaikku... tenanglah di alam sana... aku akan menuruti apa permintaan mu padaku." Ucap Anyer.
" Kamu sahabat istriku, selamat jalan untuk mu." Ucap Evans, ia tidak mengerti mengungkapkan kata apa lagi.
" Selamat jalan Ri." Ucap Erdo lagi, kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan makam tersebut.
' Beginilah kisah hidup, tidak ada yang tahu kapan kematian itu terjadi dan kapan kebahagian itu terjadi, terkecuali Tuhan. Memang benar apa kata pepatah, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dan aku sudah mengikhlaskan kepergian mu Ri, tenanglah di alam sana, seperti janjiku padamu aku akan menjadi Ayah yang terbaik untuk putra kita.' **Erdo.
******
HALLO READERS, SEMUANYA TELAH AUTHOR CERITAKAN. AUTHOR MEMANG MEMBUAT KISAH MEREKA SEPERTI ITU KARENA ITULAH YANG TERBAIK. DAN SUNGGUHLAH BEGITU BESAR PENGORBANAN SEORANG IBU TIDAK AKAN DAPAT TERBALASKAN MESKI DENGAN SERIBU KEBAIKAN PUN.
TERIMAKASIH UNTUK KALIAN YANG SETIA TERUS MEMBACA CERITA AUTHOR, DAN AUTHOR BAKAL KASIH TAU KEKALIAN CERITA INI AKAN SEGERA BERAKHIR NAMUN MASIH AKAN AUTHOR BERIKAN MINIMAL BEBERAPA BAB LAGI SEBELUM LAST EPS.
LIKE KOMEN DAN VOTE DUKUNG TERUS AUTHOR, DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
SALAM** ^^