
Anyer terbangun dari tidur nya akibat sinar matahari yang menyentuh kulit nya.
"Hoam..." Anyer mengoam tak karuan dan langsung duduk di atas ranjang.
Ia melirik kesamping, dan tampak lah Evans yang masih tertidur pulas, pasal nya tiap malam pasti akan selalu begadang akibat ulah Evans.
Kalian tebak aja deh sendiri wkwkwk.
"Hubbby... bangun... dah pagi!" Anyer menggoncangkan badan Evans yang masih tertidur.
" Hmmm..."Evans akhirnya terbangun juga dan menatap sang istri dengan tatapan bangun tidur.
Anyer menyebikkan bibir nya ke depan dengan menatap Evans dengan kesal. " Sudah ku katakan Hubby, jangan sampai lupa waktu, kan hasil nya jadi kegini deh, lagi lagi harus tidur nanggung! pegal nih semua badan aku, huf..." Kesal Anyer.
Evans hanya diam saja, tapi jangan lupakan senyum miring nya yang selalu mengembang.
" Kita harus segera menanam benih Scrith yang banyak sayang, kalau cuma sekali sekali doank kapan tumbuh nya." Balas Evans tanpa canggung sedikit pun.
"Ckk!! tapi tidak begini juga, sekali sehari aja sudah cukup! kamu sampai berkali kali nngak ada puas puas nya!" Anyer berdecak kesal.
" Jadi nngak senang nih ceritanya?" Evans sok ngambek.
" Bukan kegitu!! ckk, udah ah, malas ngomong itu lagi!" Anyer berdengus pasrah.
Evans semakin penuh dengan kemenangan, ia mendekatkan wajah nya lebih dekat lagi dengan Anyer.
Sontak Anyer pun langsung beranjak turun dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Evans tersenyum miring menyaksikan kegugupan Anyer.
" Kau sangat menggemaskan sayang!" Gumam Evans.
Tidak butuh lama, Anyer keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di tubuh nya, ia langsung mengenakan pakaian santai nya, setelah itu ia duduk di depan meja rias nya.
" Hubby..." Seru Anyer lirih.
Evans memicingkan matanya, ia masih tetidur di ranjang. " What?"
"Apa aku bisa meminta satu permintaan saja padamu?" Tanya Anyer sendu, ia melirik Evans dari kaca rias nya.
" Apa itu?"
" Tapi sebelum itu, apa aku boleh bertanya terlebih dahulu?"
" Mengapa harus izin segala?" Evans menatap Anyer dengan aneh.
" Tidak! hanya saja aku ingin jawaban mu saja!"
" Katakan!"
" Jujur padaku, apa kamu yang telah menghabisi pria yang menculik Ria semalam?" Tanya Anyer dengan getir.
Evans terpaku dengan ucapan Anyer, sudah bisa di pastikan, Anyer ingin meminta Evans menjawab permintaan nya dua hari yang lalu.
" Mengapa bertanya seperti itu?" Evans malah balik bertanya.
" Baiklah! aku sudah bisa tebak itu, pasti kamu tak akan berkata jujur!" Balas Anyer dengan cepat.
Evans menghembuskan nafas nya kasar, dan melirik Anyer yang duduk membelakangi nya. " Maaf kan aku Niye sayang, memang aku yang telah menghabisi pria itu! tapi aku akan berjanji padamu, bahwa itu adalah yang terakhir kalinya aku menghabisi seseorang! itu janjiku" Seru Evans dengan getir.
Ia tidak tau apa ia bisa menjalani hidup tanpa seorang musuh, karena ia tau, pasti nya setiap orang mengincar kehidupan nya, tapi ia sudah bertekad akan tetap diam dan menuruti kemauan snag istri.
" Aku tidak memaksa mu untuk mengikuti kemauan ku, pilihan ada di tangan mu!" Ungkap Anyer yang seakan tau apa yang Evans rasakan.
" Aku berjanji!! jadi ku mohon, setelah hari ini, ku harap kamu hanya berdiam diri di dalam rumah dan jangan pernah pergi kemana mana lagi, apa kamu bisa menuruti itu?"
Anyer tersenyum manis. " Aku akan menuruti permintaan mu Hubby!" Imbuhnya.
' Aku tau pasti sangat sulit untuk mu akan hal ini, tapi aku berjanji akan tetap berdiam diri di dalam rumah!' Batin Anyer.
' Aku mungkin tidak bisa jamin akan hal ini, tapi aku harus segera memiliki keturunan, kelak agar dia yang menggantikan posisiku!' Batin Evans.
**
LIKE,KOEMEN, DAN VOTE:^
*SALAM*♡♡♡♡