
" Tuan,, apakah kita benar benar akan nekad pergi ke pulau terpencil itu malam ini juga? sekarang sudah gelap. Pastinya para gengster para Mafia sudah berkeliaran disana, dan terlebih mereka adalah bawahan anda. Jika kita kesana menemui Nona Lea, mereka akan mendapatkan sasaran empuk untuk menjatuhkan anda melalui Nona Lea. Jadi kita harus mengambil langkah yang mana?" suara Eder memecahkan keheningan dalam mobil, mereka baru saja lepas landas melakukan penerbangan. Dan kini adalah tujuan kemana mereka akan melangkah lagi.
" Teruskan saja, saya tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui keberadaan anakku saat ini." Titah Edwar.
' *Lea, kamu begitu nekad untuk memisahkan ku dengan anakku, kamu terlau berani dalam mengambil pilihan.' Batin Edward.
______
Disisi* Lain...
" Mommy, Hans lapar." Hansel baru saja terbangun dan ikut duduk di dekat Lea.
" Hans, kamu lapar ya nak?" Lea kebingungan sendiri bagaimna caranya memberi Hansel makan sementara ia belum membeli apapun. Di tambah lagi ia menjadi tidak punya nyali untuk keluar karena ucapan para warga tadi, menjadi serba salah saja.
" Mommy, Hans lapar. Apa Mommy sudah memasak?" Tanya Hansel lagi, ia menyentuh perutnya yang sudah keroncongan.
Lea tidak tahan melihat Hansel seperti itu, rasanya ia seakan membunuh anaknya sendiri.
' Ya Tuhan, apa aku begitu egois? anakku bahkan sampai kelaparan, sementara aku belum bisa melakukan apapun.' Batin Lea.
" Hans,, Mommy minta maaf ya nak soalnya Mommy belum ada belanja bahan pokok untuk persedian kita. Tapi Mommy ada beli roti tadi itu, Hans makan roti dulu ya." Lea baru teringat akan roti yang sempat ia beli, ia mengambilnya dalam koper dan memberi kepada Hansel.
Melahap roti itu dengan santai sambil tersenyum pada Lea, Hansel tetap bersyukur apapun yang Lea berikan padanya.
" Thank you Mom." Ucap Hansel sambil terus menguyah roti itu sampai habis lalu meneguk air minum aqua yang ada.
' Cukup kamu saja yang kenyang sudah membuat Mommy bahagia nak.'
" Mommy gak mau makan juga?" Hansel menyerahkan sepotong roti yang masih belum ia makan. Lea menggeleng, menolak lembut lalu Hansel pun makan saja sampai habis.
" Hans sudah kenyang Mom." Hansel masuk dalam pelukan Lea dengan bahagia. Perutnya sudah kembali terisi, sehingga mengundang dirinya untuk kembali tidur.
" Hoamm,,," Hansel tampak kembali mengantuk.
" Iya Mom, Hans tidur ya Mom." Balas Hansel terkekeh kecil.
" Ya sudah, Hans tidur saja lagi."
" Baik Mom." Hansel kembali naik keatas kasur dan kembali memejamkan matanya.
Lea mengusap lembut terus kepala Hansel sampai Hansel benar benar sudah terlelap indah.
Lea beranjak dan melirik jam di tangannya, " ternyata sudah pukul 19.05, emm aku jadi penasaran siapa orang yang akan datang seperti yang para warga ucapkan? aku ingin melihat dulu. Sedari tadi aku tidak mendengar apa apapun dari luar sana. Berarti tidak ada apa apa," gumamnya.
Ia langsung melangkah hendak keluar, namun kembali berhenti sebelum membuka pintu rumah.
" Sebentar Lea, kalau kamu keluar memang nya kamu mau ngapai? masa ia aku belanja malam hari? rasaku pasar di pedesaan dan pulau terpencil seperti ini pasti tidak ada pasar yang buka." Ucapnya di sela langkahnya.
Namun tetap saja rasa penasarannya terus menghantui dirinya sendiri, dengan memberanikan diri ia pun mencoba membuka pintu rumah, dan ketika pintu rumah terbuka, tiba tiba...
Sekujur tubuhnya gemetaran dengan hebat, lidahnya sekaan keluh tuk mengucapkan kata kata lagi. Jantungnya berdegup dengan kencang ketika mendapati yang ia lihat di depan matanya.
" Siapa kalian?" ucap Lea dengan begitu getir.
" Kau!!!!!"
_______
Siapa sih?:)
Like komen dan vote
SALAM^^