Mafia And Me

Mafia And Me
KARENA CAKE COKELAT



♡Resto Terkenal ♡


Setelah mengunjungi taman itu, kini mereka semua telah berkumpul dalam Resto terkenal. Evans sudah membooking resto itu sehingga hanya mereka saja yang ada di dalam nya sekarang.


" Tuan... Nyonya... silahkan dinikmati...." Beberapa orang pelayan mengantarkan pesanan mereka di meja kaca itu.


" Makasih Mbak..." Hanya Anyer saja yang menyahut, yang lain nya hanya tersenyum kecil saja.


" Niye... ini adalah cake ter-enak yang ada di Resto ini. Aku memesan nya khusus untuk mu, makan lah sayang." Evans datang membawa kue cake di atas piring kaca bening dan menaruh nya di depan Anyer.


" Benarkah Hubby? aku sudah lama menantikan kenyataan untuk menikmati cake ini." Mata Anyer terlihat berbinar bahagia saat kue cake coklat itu telah terhidang di hadapan nya.


" Aku tau itu, bahkan kamu sering mengigau tidak jelas setiap malam. Makanya aku siapkan ini kejutan untuk mu sayang." Balas Evans penuh kebanggaan.


Tepat seperti yang Evans katakan, akhir akhir ini Anyer sering mengigau cake cokelat setiap malam nya. Sehingga Evans pun mengerti apa yang sebenarnya Anyer inginkan. Hingga hari ini pun tiba, Evans telah menyiapkan segala nya hanya untuk istri tercinta dan calon sang buah hati yang masih dalam proses pembentukan.


" Thank you Hubby..." Anyer semakin bahagia menatap kepada Evans.


" Boy... kamu terlihat senakin romantis saja ya..." Pram mengeluarkan suara nya.


" Ckk! Daddy roman romantis aja sama Mommy. Jangan ganguin Evans sama Niye," balas Evans dengan sinis.


"Boy... kamu memang semakin bucin istilah anak muda jaman sekarang."


" Daddy jangan sok tau tentang anak muda."


" Boy... apa yang tidak Daddy tau tentang anak muda?! dulu juga Daddy ngalami sendiri."


" Stop!! Vans, Pram! jangan membuat kegaduhan akibat pertarungan antara mulut ke mulut. Kalian tidak lihat, karena percekcokan kalian membuat menantuku ku tidak sempat menikmati cake coklat nya lagi." Sela Iras dengan tegas.


" Niye... kamu nikmati saja ya sayang cake coklat nya," seru Evans.


" Hu um..." Anyer mengangguk dan mulai menikmati cake coklat nya.


" Daddy... Mommy.. tidak mau coba juga cake coklat nya?" Tawar Anyer.


" Tidak sayang, makanlah!" Malah Evans yang menyahut.


" Dasar Cucu brengsek! siapa yang di tanya kenapa malah kamu yang jawab...." Tiba tib sosok sang Nenek pun muncul dari arah belakang Evans.


" Nenek..." Evans tersenyum selebar mungkin.


" Nenek baru saja ke toilet sebentar; kamu sudah buat Nenek kesal saja." Cletuk Feny tampak kesal sekali.


" Bukan begitu Nek... tapi jawaban Evans kan memang ada benar nya. Daddy dengan Mommy memang tak ingin kan menikmati cake coklat itu?"


" Siapa bilang?kamu saja yang tidak sopan Boy langsung menyahut tanpa respon dari Daddy dan Mommy terlebih dahulu." Sahut Pram tersenyum miring pada Evans.


" Iras... sewaktu kamu mengandung Cucu brengsek ini, kamu mengidam apa?" Tanya Nenek Feny pada Iras.


" Hehhe... Mam... Iras kurang ingat deh hehege.... tapi kalau nngak salah Iras ngidam dibuatkan es kelapa muda sama Pram. Tapi malah nngak kesampaian sampai Vans dah mau jadi bapak bapak," seru Iras mengingat ingat apa yang ia idam sewaktu dulu.


" Pantas saja Cucu brengsek ini otak nya seperti kelapa, keras nya minta ampun." Umpat Nenek Feny kesal.


' Sungguh... ku pikir keluarga Scrith sangat tertutup. Namun jika dalam suasana seperti ini, semua aib pun terbongkar begitu saja.' Batin Ria.


Ria melirik Erdo yang sedang menikmati makanan nya, Erdo pun membalas tatapan Ria sambil tersenyum kecil. "Jangan heran lagi, Tuan muda memang akan selalu habis habisan di keroyok oleh Nenek Feny, makanya Tuan Evans sengaja booking Resto ini." Bisik Erdo.


" Lucu juga." Gumam Ria pelan.


" Nenek... Nenek mau nngak Anyer suapin Cake coklat ini?" Anyer mengahlikan perhatian.


" Ouh... tentu saja Cucu menantu ku sayang." Nenek Feny tersenyum semanis mungkin.


" Hehehe.... Mommy... Daddy... mau Anyer suapin juga?"


" No! jangan nak, yang ada suami mu akan kejang kejang karena sangking cemburu nya nanti." Sinis Pram pada Evans.


" Ya bagus donk." Evans menimpali.


" Hubby....." Anyer melototkan matanya menatap Evans.


" Niye... terserah kamu saja.. hehehe..." Evans tersenyum paksa.


" Gitu donk...." Anyer mengedipkan sebelah matanya.


' Tuan muda... andai aku bisa tertawa sekarang juga menyaksikan dirimu yang habis habisan tertindas oleh keluarga Scrith hahaaaa....'


Erdo hanya dapat tertawa dalam hati saja, jika dalam keadaan nyata tidak tau nasih apa lagi yang akan menghampiri nya.


Anyer pun menyuapkan Cake coklat itu pada Nenek Feny, Iras, dan juga Ria.


Selebihnya ia potong potong lalu di bagikan pada Erdo, Pram, dan terakhir pada Evans.


' Ckk!!! aku yang suami nya, tapi malah mendapat potongan terakhir. Apa apaan ini? sangat tidak ada adil nya, menyesal aku membawa Cake coklat ini. Semua nya karena Cake coklat ini!arggg' Batin Evans.


*****


LIKE KOMEN DAN VOTE KU


SALAM ^^