Mafia And Me

Mafia And Me
GANTIAN AKU YANG MENGHUKUM MU!



♡Malam Hari♡


" Arg!!! aku bahkan tidak bisa tertidur semenit pun, bahkan sekarang sudah pukul 20.35." Gerutu Evans, lagi lagi ia tidak dapat tertidur padahal sudah dengan susah payah ia mencoba, namun alhasil tetap saja gagal.


" Huf.... aku ingin di peluk Niyeku! Niye sayang, mengapa kamu harus semarah itu?ckk!!"Evans mengacak ngacak rambut nya dengan frustasi.


" Argg!!! situasi yang sangat ku benci!"Gerutu nya lagi.


" Baiklah! seperti nya hanya ada satu cara untuk mengatasi semua nya ini!" Evans tersenyum licik karena ada ide terbesit di otak nya.


♡ Di kamar satu lagi♡


" Hoam....." Anyer terbangun dari tidur nya karena merasa haus.


Anyer langsung turun dari ranjang nya, ia hendak mengambil minum di meja samping tempat tidur,namun alhasil ternyata tidak ada isi tempat minum lagi.


" Huf... kenapa habis segala lagi? aku lupa pula lihatin nya! malas dah haus, terpaksa deh keluar!" Dengan terpaksa Anyer pun keluar dari kamar, dan langsung berjalan turun ke dapur.


Setelah sampai di dapur, Anyer pun langsung mengambil air putih dan langsung meminum nya.


" Jadi lapar! ckk!!aku ketiduran dari sore, pantas saja aku jadi lapar! dah hampir larut malam lagi!" Anter baru menyadari ternyata ia tidak makan malam, ia hanya makan siang tadi.


" Ckk!! untung nya aku sudah minum susu bumil sore tadi!" Gumam nya lagi.


" Pasti bi Tara dan bi Tere udah pada tidur, aku nngak mungkin gangguin mereka lagi! baiklah aku buat nasi goreng saja! aku tidak selera makan cumi saat ini !" Gumam Anyer, dengan cekatan Anyer langsung merajang bawang dan juga cabe untuk bumbu nasi goreng.


Memakan waktu setengah jam, akhirnya Anyer pun dapat menuntaskan ritual memasak nasi goreng untuk nya sendiri.


" Akhirnya, selesai juga!" Gumam Anyer seraya mencium aroma nasi goreng buatan nya.


" Maafin Mommy ya nak, Mommy belum makan malam! tapi sekarang Mommy bakal makan ok!" Anye mengelus perut nya sesaat, lalu melahap nasi goreng dengan santai sampai habis ludes tak tersisa.


" Akhirnya! kenyang juga!" Gumam Anyer dan langsung membereskan bekas makan nya.


" Apa Hubby sudah makan ya?" Gumam nya yang baru teringat pada Evans, ia kemudian mematikan lampu dapur, sehingga hanya ada cahaya remamg remang saja, karena sekarang hujan sedang turun.


Di saat Anyer hendak berbalik, namun tiba tiba Anyer merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya, Anyer hendak memberontak. Pasal nya ia tidak dapat melihat siapa yang berani memeluk dirinya. " Lepaskan aku! siapa kau??" Anyer memberontak dengan susah payah, namun tangan yang memeluk nya sangat kuat sekali.


" Lepaskan aku!!! siapa kau??" Anyer sudah takut sekali, pikiran nya sudah melayang layang entah kemana mana.


" Stsss!! diamlah sayang, sekarang lagi hujan. Jadi aku hanya ingin memeluk mu saja."Bisikan yang begitu seksi di telinga Anyer.


" Hmm!! diamlah sayang!" Evans semakin mempererat pelukan nya.


"Baiklah!" Anyer menikmati saja pelukan yang Evans berikan padanya, tidak dapat di pungkiri Anyer sangat merasa nyaman jika saat keadaan seperti ini dekat dengan Evans.


' Rasanya aku jadi kedinginan, mungkin karena faktor hujan yang sedang turun di luar!' Batin Anyer.


" Hubby, aku kedinginan!" Ujar Anyer yang semakin merasa kedinginan.


" Apa kamu mau ku hangat kan sayang?" Bisik Evans dengan nada menggoda.


" Tidak tidak!" Anyer menjadi kegugupan.


" Lihat aku!" Evans membalikkan tubuh Anyer, hingga kini mereka saling berhadapan.


" Apa kamu mau ku hangat kan sayang?"


" Aku ngantuk Hubby!" Elak Anyer mengahlikan maksud Evans.


" Kamu sudah menghukum ku! kamu tau? karena hukuman mu aku tidak dapat tertidur sampai sekarang, jadi sekarang ada giliran nya aku yang menghukum mu! mungkin akan sangat romantis karena bersamaan dengan hujan yang membuat kenyaman sayang!" Ucap Evans sambil tersenyum miring.


' Tidak dapat lari lagi! aku sudah terperangkap, aku juga semakin merasakan gejolak aneh!' Batin Anyer.


" Tapi pelan pelan Hubby! ingat kata dokter bahwa....."


" Mppp!" Bibir Anyer langsung di bungkam oleh Evans, dan Anyer pun pasrah saja dan mengikuti permainan yang Evans ciptakan di gelap nya malam, dengan bumbuan air hujan yang berguyur.


Namun akal sehat Evans ternyata masih bekerja. " Kita lanjutkan di kamar sayang!" Evans langsung menggendong Anyer bak seorang princes ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, ritual yang sempat tertunda pun akhirnya mereka lanjutkan dengan penuh kelembutan yang Evans ciptakan, hingga di titik dimana akhirnya mereka pun melakukan penyatuan menyalurkan cinta mereka hingga di titik mereka sama sama terkulai lemas dan langsung terlelap.


Evans menutup tubuh Anyer dengan selimut, dan juga ikut masuk ke alam mimpi.


***


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^