Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2 (EPS 6)



" LEA!!!!!"


Dengan penuh kekhawatiran kepada Lea, Jena pun ikut berlari melewati setiap lorong RS. Sampai dimana tatapannya tertuju pada Lea yang kini terduduk lemas pinggiran jalan, untungnya lalu lintas terlihat sepi.


" Lea,,,," Jena mendekat, menyentuh pundak Lea dengan penuh kecemasan.


Lea tidak bergeming, tatapan kosong butiran bening terus jatuh membasahi pipinya. Matanya tertuju menatap kebawah, tetapi pikiran bercabang cabang entah kemana.


" Lea,,," uaap Jena lagi. Lea mendongak menatap Jena dengan hampa. " Jena,,,," ucap nya dengan getir.


" Lea...." Jena memeluk hangat tubuh Lea, Lea tak kuasa lagi menahan nya dan seketika tumpahan air matanya jauh lebih banyak mengalir. " Hikss...hikss..." Isak tangis nya begitu sangat menyedihkan. Bahkan suaranya menjadi serak serak begitu membuatnya sampai cekukukan.


" Sebenarnya apa yang terjadi Lea? coba ceritakan padaku. Se-enggak nya uneg-uneg loh tidak begitu menyesakkan untuk kamu pendam sendirian. Berbagi saja setiap duka dan sukacita kamu, aku akan setia mendengarkan penjelasan mu." Pinta Jena setelah melepas pelukan mereka.


Lea terpaku, terdiam sesaat tanpa menyahut sepata kata pun. Kemudian ia tersenyum dengan getir, " aku... aku.. aku sudah kotor Jena,,, aku bukan wanita yang suci lagi. Diriku sudah kotor, aku sudah ternodai hikss...hikss... tidak ada lagi yang perlu aku banggakan dalam kehidupan ini. Semuanya lenyap sirna setelah kejadian malam itu hiksss....hikss... dan kamu tahu? sekarang aku sedang HAMIL!!!!HAMIL!!!Hiksssss...hiks... AKU HAMIL!!!!aaaaaaa!!!!!! hidupku benar benar hampa, aku sangat kotor Jena!!!! sangat kotor!!!!! aaaaaaa!!!!!!" Histeris nya, mengacak ngacak rambut nya sampai berantakan.


Jena benar benar tak menyangka hal itu semua. "Tenanglah, kamu tenang saja! jadi kamu telah di nodai oleh Pria yang tidak kamu kenal?" Lea mengangguk sambil cekukukan.q


"Bagaimana aku bisa tenang ha? sementara diriku dalam keadaan seperti ini. Lalu apa nanti anggapan orang orang kepadaku? mereka pasti berpikir bahwa aku adalah gadis murahan yang jual diri sampai bisa hamil begini. Apa orang orang akan percaya jika aku bilang aku ternodai ketika sedang bekerja ha? tidak kan?mereka tidak akan percaya Jena, tidak akan! Hiksss...hiks..."


" Lea, biarkan mereka berbicara seperti itu kepadamu. Tapi kenyataannya kan tidak seperti itu, jadi jangan anggap serius setiap tanggapan orang orang kepadamu. Jujur, aku juga tidak menyangka saat Dokter bilang kamu hamil. Tetapi setelah tahu kebenarannya aku pun mengerti hal itu. Jadi kamu jangan pernah menyerah Lea, tetaplah menjadi wanita yang kuat dalam setiap masalah."


" Jika mengenai tetangga atau orang orang no problem! tapi bagaimana dengan anggapan Ibuku Jena? ha? apa kamu pikir Ibu ku juga akan terima ha? kamu pikir begitu? itu tidak akan. Ibuku pasti akan sangat membenciku jika tahu aku sudah kotor, Ibu mana yang tidak marah ketika tahu anaknya tidak suci lagi ha? kamu salah Jena. Salah besar, hikss...hiks.... aku tidak ingin membebani pikiran Ibuku Jena hikss....hiks..." Isak tangisnya lagi.


Jena tak mengerti lagi harus berbuat apa, dia hanya bisa terdiam jadinya.


" Aku harus pulang!" Lea berdiri dan langsung berlari secepat mungkin meninggalkan Jena.


" AAAAAAAAA!!!!!!!" Jeritan disela langkah-langkah nya.


*****


Esoknya...


" Hoek... Hoek...." Lagi lagi ia kembali muntah padahal ia sedang menyuapi Dina makan.


" Kamu kenapa Lea?" Tanya Sina setelah Lea kembali masuk ke kamarnya.


" Tidak Bu, Lea,, Lea,,,,masuk angin saja," balas Lea sedikit gugup.


" Ouh...."


" Hoek...." Lea kembali merasakan mual, membuat Sina jadi sedikit aneh.


" Lea,,,,"


" Ibu, jangan khawatir. Jena hanya....."


" bugh....."


"Lea!!!" Jeritan Sina, ia berusaha untuk turun dari kasur tetapi ia tidak punya tenaga lagi.


" Tolong.....tolong....."Pekiknya lagi, berketepatan ada orang orang yang lewat sehingga langsung masuk ke dalam rumahnya.


____


" Bagaimana Dok?" Tanya Sina yang kini telah berada di RS. Ia saja hanya bisa duduk di kursi roda dengan bantuan orang orang tadi.


" Selamat ya Bu, Ibu akan segera mempunyai Cucu. Anak Ibu sedang mengandung," Jelas Dokter.


Sina menggeleng, menatap lekat wajah Lea yang baru saja sadar.


" Saya permisi," ucap Dokter itu kemudian melangkah pergi.


" Ibu...." Lea menunduk, tak berani lagi menatap wajah Sina. Butiran bening kembali terjatuh.


"Lea!! siapa yang menghamili mu?" Bentak Sina yang kini sangat marah sekali, tetapi matanya terlihat berkaca kaca.


" Maafin Lea Bu, Lea,,,, hikss... Lea tidak tahu siapa yang melakukan itu. Maafkan Lea Bu," jawab Lea


" Kamu... kamu sangat memalukan Lea! Ibu tidak pernah mendidik kamu menjadi wanita yang seperti itu." Sina menyentuh dadanya, kemudian...


" Aaa...Arg...."


Lea mengerti itu dengan segera ia pun turun menghampiri Sina.


" Ibu....."


" Dokterrrrrr!!!!!!!!!"


******


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM^^