Mafia And Me

Mafia And Me
OBROLAN SESAMA ISTRI



♡ Esoknya♡


"Hoek...." Anyer kembali lagi mengalami Morning Sicnekss.


" Niye.... kamu baik baik saja? sudah puluhan kali kamu dari pagi tadi keluar masuk ke dalam kamar mandi, aku jadi khawatir Niye..." Peduli Evans yang merasa tak tega untuk meninggalkan Anyer di rumah.


Padahal hari ini Evans harus ke kantor, ia mendapat telfon subuh tadi dari Ayu, bahwa ada rapat penting yang harus Evans hadiri.


" No Hubby! aku baik baik saja! kamu sudah selesai bersiap siap?" Anyer berusaha untuk terlihat kuat, dengan cara ia kini merapikan dasi Evans yang belum sempat terselesaikan tadi.


" Sudah! tinggal sarapan pagi saja!"


" Ya sudah, ayo kita turun." Anyer meyakinkan Evans dengan tekad nya.


' Aku tidak mungkin bilang pada Hubby, kalau jauh dari nya aku akan selalu mual begini. Yang ada Hubby akan tergangu lagi, malah ia tidak akan mau ke kantor lagi.'


"Niye... apa kamu yakin kamu tidak mengapa?" Risau Evans yang masih tidak yakin pada Anyer.


" Yes Hubby! percaya padaku." Anyer tersenyum dengan selebar mungkin.


" Baiklah! jika kamu merasa tidak enak badan, kamu kabari aku sayang." Evans membelai wajah Anyer dengan lembut.


" Ayo makan Hubby!"


" Ok" Mereka berdua pun mulai menikmati makanan yang sudah tersedia.


" Niye... aku merasa ada yang aneh hari ini"" Ucap Evans yang kini sudah berada di depan rumah.


" Apa maksud mu Hubby?"


" Bagaimana kalau kamu ikut aku saja ke kantor!" Balas Evans.


" Benarkah? kamu tidak sedang bercanda kan Hubby?"


" Ck! aku sudah bisa tebak sayang, kamu pasti ingin ikut ke kantor kan bersamaku?"


" Bu...bukan begitu Hubby." Anyer mengigit bibir bawah nya dengan penuh rasa malu.


" Sayang, kalau kamu memang ingin ikut katakan saja! ok"


" Tadi nya aku ingin ngomong itu ke kamu Hubby! tapi aku takut nantinya kamu jadi terganggu kalau ada aku."


" Dasar! aku tidak akan terganggu selama kamu tidak menggoda ku" Seru Evans sambil tersenyum miring.


" Dasar mesum." Kesal Anyer.


" Ya sudah, kamu jadi tidak ikut nya ke kantor?"


" Jadi donk." Anyer penuh kegirangan.


" Do... istrimu akan ikut juga ke kantor, seperti yang ku ucapkan. Dimana ada Niye, disitu juga ada istrimu, tanpa terkecuali." Ucap Evans seraya melirik Erdo dan Ria secara bergantian.


"Baik tuan!" Sahut Erdo dan Ria bersamaan.


" Ayo sayang." Evans merangkul pinggang Anyer dan masuk ke dalam mobil.


Kini tempat duduk mereka dengan posisi dimana Evans dan Anyer duduk di belakang, sementara Erdo dan Ria duduk di depan.


****


♡ E. SCRITH GROUP ♡


" Rapat akan segera berlangsung dalam sepuluh menit lagi Tuan." Ucap Ayu yang kini mengantarkan proposal pada Evans di ruangan Presdir.


" Hmm! persiapkan semua client!"


" Baik Tuan! saya permisi." Ayu berjalan pergi meninggalkan ruangan Evans.


" Baik Tuan." Erdo mengangguk mengerti.


" Niye... kami akan mengadakan rapat penting, jadi ku harap kamu jangan pergi ke mana mana ya. Tenang lah di disini!" Pesan Evans pada Anyer yang kini duduk di sofa ruangan Evans.


" Yes Hubby! semoga rapat nya berjalan dengan lancar!" Balas Anyer sambil tersenyum manis.


" Cup..."


"Itu adalah kecupan semangat untuk mu Hubby."Ucap Anyer tanpa rasa malu lagi.


" Oh... sayang ku! kamu sudah berani ya! aku pergi dulu." Sebelum beranjak Evans mengecup kening Anyer dulu.


Sementara Erdo dan Ria hanya bisa terdiam menjadi saksi bisu diantara kemesraan suami istri itu.


" Ri... aku pergi dulu! jaga Nona Anyer baik baik." Ucap Erdo sebelum melangah pergi.


" Iya, semangat..." Balas Ria sambil tersenyum manis.


Erdo hanya mengangguk lalu melangkah pergi menyusul Evans.


"Ri... gimana honeymoon nya? lancar nngak?" Goda Anyer pada Ria yang kini sudah tampak malu.


" Kok nanya gitu sih Nyer?!" Ria bersemu malu.


" Udah! jawab aja! jangan sok malu deh! pasti dah gol tuh gawang loh, iya kan? hahahahaha" Goda Anyer yang malah tertawa sendiri.


" Anyer!! kok malah godain aku sih?! malu tau! kamu juga kan dah rasai, ya kamu tau sendiri donk rasanya gimana." Balas Ria sedikit kesal.


" Ya, kalau aku sih dah lumayan lama lah ya. Jadi lupa gimana rasanya ngelepas gawang punya aku, sedangakan kamu.... masih seminggu, masa ia dah lupa Ri...." Goda Anyer lagi sambil menaik naikkan kedua alis nya.


Ria pun menjadi bertambah malu, ia menepuk lengan Anyer dengan pelan. " Kamu kok jadi parno gini sih Nyer?" Imbuhnya.


" Entah! mungkin karena faktor kehamilan kalik ya! aku juga merasa aneh gitu Ri, kadang aku merasa suka bercanda. Trus beberapa menit lagi berubah jadi malas bicara, kan aneh?" Kini Anyer jadi berubah serius.


" Kamu yakin?ngerasain kegitu?"


" Hu um! kamu tau? kadang aku suka bergaya, trus sebentar lagi malas gaya! bingung aku sama diriku sendiri."


" Aku juga nngak tau mau jelasin kegimana Nyer, soal nya aku nngak ahli kebegituan."


" Ya sudah lah! ya penting janin ku sehat sehat selalu." Anyer menyentuh perut nya sambil tersenyum bahagia.


Melihat Anyer yang tampak bahagia karena kehamilan nya, membuat Ria jadi merasa minder.


" Nyer... aku merasa kurang yakin pada rahim ku, Nyer."Lirih Ria.


" Loh....kok malah ngomong gitu sih?! belum lagi ada sebulan kamu menikah kok udah nngak percaya diri gitu?"


" Ya!aku merasa aneh aja Nyer,aku nngak tau kenapa aku nngak bisa yakinin diriku sendiri."


"Hey... stop berfikiran aja seperti itu! positive thingking saja, kamu pasti akan segera hamil! ok, percaya deh sama aku." Anyer tersenyum meyakinkan, ia memeluk sahabat nya itu agar dapat meyakinkan Ria.


" Huf... aku berharap seperti itu Nyer, semoga saja." Balas Ria membalas pelukan Anyer.


" Amin! aku akan bantu doa, ok!"


" Hu um..."


****


Like komen dan vote


SALAM ^^