Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2(EPS 10)



Lima tahun kemudian.....


" Mom, apa Mommy sakit?" Balita yang tak laij adalah Hansel datang menghampiri Lea yang kini terbaring diatas kasur.


" Hansel, Mommy tidak sakit hanya saja Mommy agak demam sedikit," balas Lea agar tidak membuat Hansel jadi kuatir.


" Kata Mommy kalau demam itu juga adalah sakit, jadi Mommy jangan banyak gerak dulu biar Hansel kompres demamnya Mommy," ucap Hansel dengan bijak.


Tak dapat Lea pungkiri bahwa itulah kenyataannya, di usia Hansel yang masih pantas dikatakan untuk bermain-main tetapi tidak dengan Hansel yang sangat pintar dan seakan sudah dewasa sekali. Hal itu membuat Lea merasa bersyukur walau terkadang kejadian lima tahun yang silam itu harus teringat jika menatap Hansel dengan dalam.


Beberapa menit kemudian Hansel datang membawa air di baskom kecil dengan kain lembut berwarna pink.


"Mommy, sini biar Hansel kompres," dengan bijak Hansel pun melakukan hal tersebut. Lea terdiam membisu setiap kali Hansel menujukkan perhatian nya pada Lea namun seringkali Lea menangis sendiri.


" Apa Mommy sudah merasa baikan?" tanyanya pada Lea.


" Sudah sayang, makasih ya Hansel." Ucap Lea bersyukur, Hansel tersenyum seraya mengangguk.


" Mommy, Hansel kembali lagi ka kamar Hansel mau belajar. Mommy istirahat saja," ungkap Hansel kemudian melangkah pergi.


" Aku bersyukur karena Hansel adalah seorang anak yang berbakti dan tidak pernah menuntut sesuatu yang tak dapat ku kabulkan." Gumam Lea.


____


Siang Hari...


" Lea,," Fina dan Jena datang kerumahnya dengan membawa buah dan makanan.


" Fina, Jena,,,," Ucap Lea setelah membuka pintu rumah.


" Hansel ayo beri salam pada aunty," kata Lea pada Hansel.


" Hallo Aunty..." Hansel tersenyum seraya melambaikan tangan.


" Hallo Hansel,,," balas Jena dan Fina bersamaan.


" Kamu makin tampan saja heheh,," goda Jena, Hansel hanya tersenyum menanggapi.


" Ayo masuk," Ucap Lea.


" Mom, Hans ke kamar ya." Kata Hansel lalu melangkah pergi.


" Tumben kalian kemari, emang gak kerja?" Tanya Lea, sebenarnya ia juga tidak masuk kerja hari ini tetapi sudah minta izin.


" Lea, justru kami datang kemari karena ada suatu hal yang mau kau bicarakan." Ucap Jena dengan lirih.


Lea memicing matanya menatap hangat keduanya. " Hal apa?" tanyanya lagi.


" Katakan saja!"


" Kami akan pindah Lea,," lirih Fina.


" Pindah? jangan bercanda deh Fin." Cletuk Lea. Jena dan Fina menggeleng, " kami memang apa pindah atau lebih jelasnya kami akan pergi, Lea." ucap Jena.


Lea terkejut setelah mendengar penjelasan dari Jena. " Kalian tidak bercanda kan?" ia memastikan.


" Lea,, kami tidak sedang bercanda. Kamu kemari hanya ingin mengucapkan kata perpisahan padamu karena kami akan kembali ke Rusia karena disitulah kampung halaman kami. Maaf selama ini kami telah berbohong padamu, sebenarnya kami adalah sepupu-an. Aku dan Fina akan kembali karena kami akan menikah dengan Pria yang sudah memberi kami waktu kebebasan selama lima tahun ini. Dan kini adalah waktu yang sudah kami janjikan untuk kembali memenuhi janji kami. Maaf kan kami Lea, bukan bermaksud untuk menyembunyikan identitas kami tetapi itu adalah perjanjian dari keluarga kami. Aku harap kamu tidak berkecil hati, kami akan berangkat hari ini juga." Jelas Jena dengan air mata yang ikut jatuh.


Lea tersenyum getir bersamaan dengan butiran bening yang jatuh. " Apa kalian sekejam itu padaku? kalian tega menyembunyikan hubungan keluarga diantara kalian." Ucap Lea yang kini tak kuasa lagi untuk kuat.


" Lea, maaf... sekali lagi kami minta maaf," ucap Fina.


" Hikss,,,hikss,, aku memaafkan kalian." Balas Lea sambil tersenyum terpaku.


" Lea, kami sangat bahagia bisa bertemu dengan mu karena kami bisa merasakan bagaimana sulitnya kehidupan tanpa ada yang mempedulikan. Tetapi kini, kamu juga sudah dewasa kita sama sama sudah dewasa kan? aku ingat kok waktu kamu lahiran umur kamu masih tujuh belas tahun kan? dan sekarang kamu sudah dua puluh dua tahun. Kamu adalah sebuah pedoman bagi kami Lea, umur kita juga setara. Seandainya aku yang di posisi kamu mungkin aku tidak akan kuat dan mampu untuk melewati semuanya itu. Kamu adalah wanita yang sangat kuat dan hebat Lea." Ungkap Fina dengan penuh air mata.


" Aku tidak akan mampu melewati semuanya itu tanpa dorongan dari kalian berdua. Aku yang seharusnya berkata bersyukur bisa bertemu dengan kalian berdua dalam keadaan tersulit dalam hidupku." Ucap Lea.


" Kami akan pergi Lea, bahagia lah. Jaga Hansel baik baik ya," Fina dan Jena memeluk Hangat tubuh Lea sebagai pelukan terakhir.


" Hikss....Hikss iya, aku berjanji Fin, Jen,"


" Kami pergi Lea," Sebelum pergi Jena dan Fina mencium pipi kiri dan kanan Lea.


" Daaaa.... kalian berdua juga semoga bahagia ya," ucap Lea dengan air mata yang semakin banyak mengalir.


" Amin! titip salam untuk Hansel ya Lea,"


" Byee Lea,,," mereka berdua pun melangkah pergi.


Kini tinggal Lea sendirilah yang terduduk dengan penuh Isak tangis yang tak dapat ia hentikan sendiri.


" Hiksss... hikss... Jena, Fina,,, aku berterimakasih seumur hidupku pada kalian berdua hiksss....hikss..." Teriak Lea penuh Isak tangis.


Begitulah yang namanya persahabatan kita tidak tahu kapan waktunya untuk berpisah. Seperti kata pepatah setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Begitulah arti hidup ini, dan kini hanya Lea seorang yang harus berjuang bersama dengan Hansel melewati hari hari.


****"


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM^^