Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2(EPS 27)



Lea mengintip dari pintu kamarnya untuk memastikan apakah Edward masih ada atau tidak tapi ternyata Edward sudah tidak terlihat lagi. Dengan terburu-buru Lea merangkak keluar pelan pelan melihat ke halaman rumah, nihil mobil mewah itu sudah tiada lagi terparkir.


Lea menghela nafas dalam dalam karena ia sudah merasa tenang sekarang. Namun ia masih curiga dengan mengerjap ngerjapkan matanya untuk lebih memastikan.


" Mungkin Pria brengsek itu memang sudah pergi, mobil mewah itu juga sudah tidak disini lagi. Kalau begitu aku harus segera pergi ke Resto jangan sampai aku terlambat." Gumamnya lalu berlari seribu langkah.


Ternyata tanpa Lea sadari Edward sedari tadi hanya bersembunyi dibalik gorden bahkan Lea pun tidak melihat.


" Lea, kamu pasti berfikir aku sudah pergi, tapi kamu salah. Untungnya Eder sudah aku suruh pergi deluan ke perusahaan agar kamu lebih yakin." Gumam Edward dengan pikiran liciknya. Selalu banyak ide dan rencana yang telah ia susun, entah apa sebenarnya yang Edward ingin lakukan.


" Tok...tok..tok.." Edward mengetuk pintu kamar Hansel dengan pelan. Tanpa menunggu lama pintu langsung terbuka maka tampaklah Hansel yang keluar penuh dengan kebahagiaan ketika melihat Edward yang masih berada didalam rumah.


" Daddy,,,," ucapnya dengan bahagia.


" Hay anak Daddy, kamu gak marah kan sama Mommy karena dia suruh kamu ke kamar tadi?" Kata Edward seraya mengusap kepala Hansel.


" Nngak Dad, Hans gak pernah marah sama Mommy karena selama ini Mommy juga gak pernah marahin Hans kecuali Hans salah besar. Dan tadi itu Mommy memang sedikit kesal sama Hans tapi Mommy gak bakal marah lagi kok." Balas Hansel.


Edward tersenyum kecil sambil mengangguk kepala. Ia kembali tersenyum miring dengan ide yang kembali terlintas dalam benak.


" Benarkah? apakah selama ini Mommy pernah cerita mengenai Daddy ke Hans?"


Hansel menggeleng, " Gak! cuma sekali saja ketika Hans tanya dimana sebenarnya Daddy? trus Mommy bilang kalau Daddy pergi jauh tapi pasti kembali. Ya udah Hans percaya dan ternyata kata kata Mommy benar, buktinya Daddy udah datang lagi ketemu dengan Hans dan Mommy." Kata Hansel lalu memeluk Edward yang sedang berjongkok.


Edward merasakan sensasi lain ketika mendapatkan pelukan hangat dari Hansel. Kini ia benar benar yakin bahwa Hansel memang lah Putranya apalagi ketika Edward melihat dan memperhatikan Hansel lebih dalam sangat mirip dengan nya. Ibarat pinang di belah dua, hanya saja Edward sudah tua sedangkan Hansel masih kecil.


' Aku akan mengambil Hansel kepadaku, dia adalah penerus keluarga Scirth selanjutnya. Dialah yang akan menggantikan posisiku setelah tiba waktunya nanti.' Batin Edward.


" Daddy, apa Hans boleh meminta satu permohonan?" Tanya Hansel dengan serius.


Edward sedikit keheranan tapi kemudian ia langsung mengangguk.


" Apa Daddy mau berjanji bahwa Daddy bakal selalu ada bersama Hans dengan Mommy sampai kapanpun dan sampai selamanya? dan Daddy akan menjadi Ayah yang terbaik buat Hansel. Daddy gak bakal sakiti Mommy lagi sampai pergi jauh jauh lagi, dan Daddy bakal bantuin biaya kehidupan Hans dan Mommy sampai seterusnya? karena Hans merasa kasihan pada Mommy yang tiap hari terus banting tulang untuk mencari uang untuk kehidupan kami berdua, Dad. Mommy juga selalu bilang kalau hidup itu tidak butuh kemewahan yang terpenting adalah kebahagiaan dalam menjalani hidup dengan menyikapinya secara bijak dan selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Makanya Hans selalu ingat itu dan terus nurut apa kata Mommy." Seru Hansel yang begitu lirih, Edward seakan terasuki akan ucapan Hansel yang mencairkan hati bekunya.


Dirinya benar benar tak kuasa mendengar setiap keluh kesah yang Hansel ceritakan selama lima tahun terakhir ini.


' Aku bahkan berniat untuk memisahkan Hansel dari Lea, tapi ternyata Hansel bahkan sangat menyayangi dia. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya, aku sama saja menjauhkan air dengan beras yang seharusnya bersatu. Maafkan Daddy Hans, Daddy egois tapi setelah mendengar semuanya ini aku akan menyudahi rencana ku itu. Dan harapan hanya satu, semoga saja Lea mau menerima ku sebagai seorang yang akan menjaga dia dengan Hansel. Aku juga merasa tidak tega jika harus memisahkan antara anak dengan Ibu kandung sendiri, bagaimana jika itu diposisi ku? sangat tidak terbayangkan. Baiklah, aku sudah pasrah akan hari selanjutnya dimana aku yang harus mendapatkan hati Lea.' Batin Edward.


" Iya Hans, Daddy berjanji!Daddy janji." Edward mengacungkan jari kelingking nya kepada Hansel.


" Janji?" Hansel membalas, Edward mengangguk sambil tersenyum kecil.


" Makasih banyak Dad," Hansel semakin terlihat bahagia.


Ia merasa sedikit ragu akan semua keputusan yang ia ambil ini. Karena dunia Mafia yang sudah ia jalani sampai saat ini sangatlah tidak memungkinkan untuk memberi Edward luang untuk masa depan. Masih banyak para musuh dan gengster Mafia lainnya yang harus ia selesaikan dan ia urus. Maka dari itu privasi Hansel benar benar harus ia jaga dengan baik jangan sampai ada para gengster Mafia lainnya yang mengetahui akan hal itu.


" Daddy, Daddy mengapa terdiam?" Tanya Hansel.


Edward tersadar dari lamunannya sambil mengerjapkan mata. " Tidak! emm apa Daddy boleh bertanya?" Imbuhnya.


" Boleh, Daddy tanya saja."


" Em,, kita bicara di kamar Hans saja bagaimana?"


" Boleh,,," Hansel tersenyum seraya membawa langkah Edward masuk kedalam kamarnya.


Edward menatap seisi kamar Hansel, kamar berwarna biru yang sudah kusam tetapi terlihat nyaman karena susunan yang tertata rapi. Mungkin Lea lah yang mengurus semuanya itu.


' Bahkan kamar ini saja jauh dari kata satu dapur. Dapur di apartemen ku saja tiga kali lipat dari sini, tapi tempat ini memang harus menjadi tempat mereka. Aku tidak mungkin membawa Hansel dan Lea ke publik karena semuanya akan berakhir.' Batin Edward.


" Daddy, apa yang ingin Daddy tanya?" Ucap Hansel penasaran. Merek berdua tengah duduk di kasur kecil Hansel.


" Em... Iya iya! Hans, apakah Mommy pernah mengatakan atau berbicara tentang Pria atau laki laki begitu? siapa tahu kan Mommy punya pacar?" Kata Edward.


" Tidak! bahkan mengucapkan kata laki laki atau Pria saja Mommy tidak pernah ucapkan pada Hans. Mommy juga gak punya pacar kok Dad, Mommy selalu bekerja jadi mana mungkin punya pacar." Jelas Hansel.


" Ouh begitu? lalu,,, apakah Mommy pernah menceritakan tentang kisah dia sewaktu gadis mungkin." Ucap Edward penasaran, ia ingin tahu segalanya mengenai Lea dari Hansel.


" No! hanya saja Mommy selalu bilang kalau Hans besar nanti, Hans gak boleh sakiti hati perempuan apalagi sampai melukai sedikit pun. Hanya itu saja Dad, Hans juga kurang paham dengan kata kata Mommy itu. Tapi setiap pesan yang Mommy bilang maka Hans akan ingat." Kata Hansel menerawang setiap pesan pesan yang pernah Lea katakan padanya.


' Apakah maksud Lea agar Hans tidak berlaku bodoh seperti ku yang sampai melecehkan seorang wanita? dapat tergambar bahwa Lea memang sangat membenciku. Kuharap dia bisa melupakan semuanya itu dan memulai sesuatu yang baru.' Batin Edward.


" Begitu? em,,, Daddy rasa pertanyaan Daddy sudah tidak ada lagi. Maka Hans bisa kembali belajar lagi ya yang giat." Seru Edward.


" Baiklah Dad," Hansel tersenyum lalu melangkah menuju kursi meja belajarnya untuk kembali belajar sesuai perintah Edward.


Sementara Edward ia keluar dan menutup rapat pintu kamar Hansel.


______


Yuhuuuu author balek lagi nih:) mana dukungannya? kasih vote donk:)


SALAM ^^