Mafia And Me

Mafia And Me
MENYINGGUNG SOAL PERJANJIAN



" Nenek!!!!" Ria menangis terharu ketika melihat nenek tua yang kini berdiri di depan mobil.


" Cucu ku!!!!!" Sang nenek juga merasa ada kebahagiaan sekaligus kesedihan yang bercampur aduk menjadi satu.


" Nenek!!!" Ria berhambur ke pelukan sang nenek, ia tidak dapat lagi menahan air mata nya yang kini sudah jatuh begitu saja.


" Ria sayang...." Sang nenek juga ikut menangis dan membalas pelukan cucu nya dengan hangat.


" Ini benar nenek kan?" Ria masih ingin memastikan lagi.


" Astaga! kamu masih tidak percaya ini nenek? bahkan nenek saja langsung percaya bahwa kamu adalah Ria cucuku!" Cletuk sang nenek sembari melepaskan pelukan mereka.


" Hehehe! maafin Ria yah nek, karena Ria nenek harus menjadi korban nya!" Ucap Ria lirih.


Sang nenek menatap Ria dengan dalam. " Tidak nak! nenek tidak mengapa, untung nya ada anak muda itu yang menolong nenek!" Sang nenek menunjuk Erdo.


Ria melirik Erdo sesaat dan melemparkan senyum manis nya." Makasih banyak yah! sudah menolong nenek ku, dan sudah membantuku lepas dari pria itu!" Ucapan yang terdengar begitu tulus.


" Iya nak, benar kata cucu nenek! nenek juga sangat berterima kasih pada mu!" Sang nenek menimpali.


" Saya tidak ada artinya tanpa bantuan bos saya nek!" Erdo menoleh ke arah Evans.


" Terima kasih, tuan!" Ucap sang nenek sopan pada Evans.


" Saya senang membantu orang orang terdekat saya! dan saya harap nenek tidak perlu canggung kepada saya!" Sahut Evans dengan nada ramah, ia memang selalu berkata demikian jika dengan seorang tua yang bersikap sopan, dan begitu juga juga sebaliknya.


" Baik tuan!"Sang nenek mengangguk.


" Kamu, bawa nenek ini dan sahabat istri saya ke rumah saya!" Titah Evans pada orang suruhan nya.


" Baik tuan!" Satu orang mengangguk setuju atas permintaan Evans.


" Nenek dan cucu nenek masuk lah kedalam mobil itu, percaya saja pada saya, mereka akan membawa nenek dan cucu nenek kerumah saya!" Evans meyakinkan nenek itu, karena Evans dapat melihat aura ketakutan dari nenek tua itu.


" Benar kata tuan itu nek, jadi percaya saja padanya!" Ria juga meyakinkan.


' Aku mengerti apa yang nenek rasakan! pasti nenek merasa ada ketakutan dan ketidakyakinan karena kejadian tadi itu!' Batin Ria.


" Tuan, terima kasih atas semua bantuan nya dan kebaikan tuan pada kami!" Ungkap Ria di sela langkah mereka, dan di balas anggukan oleh Evans.


Ria dan nenek itu pun segera masuk ke dalam mobil, dengan segera mobil telah melaju.


" Do, back!" Evans segera masuk kedalam mobil.


" Baik tuan!" Erdo juga ikut masuk dan segera melajukan mobil.


"Do, apa undangan mu telah kau cetak?" Singgung Evans di tengah jalanan mobil melaju.


Erdo menelan saliva nya dengan kasar. " Seperti nya belum tuan!"


' Tuan muda, harus kah setiap hari anda menanyakan itu?'


" Saya rasa, sahabat istri saya cukup baik untuk kau jadikan mempelai perempuan!" Ucap Evans terang terangan.


Erdo tidak menyangka akan ucapan Evans barusan,ia tidak tau mau menjawab apa lagi.


" Mengapa kau diam?" Imbuhnya lagi.


" Maaf tuan muda! tapi kan masih tersisa beberapa hari lagi!" Erdo mengahlikan pembicaraan.


" Hanya berkisar dua minggu lagi Do! jadi segera lah beri saya undangan nya sebelum nanti nya saya berubah pikiran!" Seru Evans santai.


" Baik tuan!" Hanya itu yang bisa Erdo katakan.


" Segera lah!"


***


LIKE, KOMEN,DAN VOTE OK♡


SALAM ^^