
"Ceklek...." Iras dan Pram memasuki ruang rawat Anyer saat ini.
" Menantuku....." Iras penuh kegembiraan ia langsung memeluk Anyer meskipun dalam posisi sedang berbaring.
" Mommy...." Anyer ikut bahagia juga.
" Selamat ya nak, atas kelahiran bayi kalian." Ujar Iras dengan mata yang berkaca kaca.
" Iya Mom"
" Sini Mommy gendong Cucu Mommy." Iras mengambil bayi kecil itu yang sedang tertidur di samping Anyer.
" Cuppp cup cup.... Cucu Grandma tampan sekali." Iras menepuk pelan pipi tuan muda kecil itu.
" Pram.. lihat lah Cucu kita tampan sekali." Iras mendekat kepada Pram
" Yes!benar sekali, bahkan sangat mirip dengan Daddy nya." Balas Pram ikut bahagia.
" Jelas donk Dad, Daddy nya saja tampan ya pastinya ketularan sama anak nya." Ucap Evans dengan bangga nya.
" CK! kamu terlalu percaya diri Boy." Cletuk Pram.
"Sudah sudah... jangan ribut nntar Cucu Grandma kebangun." Ucap Iras.
" Anyer ...." Tampak Erdo dan Ria ikut masuk ke dalam.
" Ria.." Anyer tersenyum manis.
" Selamat ya Nyer..." Seru Ria seraya berjalan mendekat pada Anyer.
"Makasih Ri."
" Selamat Tuan, Nona." Ujar Erdo dengan hangat.
" Makasih Sekretaris Do." Anyer tersenyum hangat.
"Kenapa baru muncul?" Tanya Evans dengan sinis.
" Maaf Tuan muda, tadi itu....."
" Hubby... sudahlah! yang penting mereka dah datang." Sela Anyer langsung.
" Ckk!" Evans berdecak kesal.
" Cicit ku sayang...." Tampak Feny baru masuk,namun sudah berbeda dari keadaan sebelumnya. Kini Feny sudah menggunakan kursi roda dan di bantu oleh seorang suster yang mendorong.
"Nenek....." Ucap Evans dan Anyer bersamaan.
" Cicit ku....." Feny tampak bahagia sekali.
" Cucu menantu ku sayang... selamat ya." Ujar Feny.
" Iya Nek." Balas Anyer sambil tersenyum hangat.
" Dan untukmu Cucu brengsek, selamat juga buatmu." Ucap Feny dengan sinis kepada Evans.
" Nenek.." Evans semakin jengkel.
" Diam! aku ingin menggendong Cicit ku dulu."
" Iras bawa sini Cicit ku ." Pinta Feny, lalu Iras pun menyerahkan tuan muda kecil kepada Feny.
Dan yang lain juga merasa terharu akan ucapan Feny barusan.
" Vans meskipun kamu adalah Cucu brengsek tapi Nenek yakin bahwa kamu akan mendidik anak mu menjadi yang terbaik. Ajar kan dia untuk menguasai semua aset keluarga Scirth, Nenek yakin pasti sikap dan sifat mu akan ketularan pada anak kalian. Didik lah ia sebagaimana kamu mampu dan pimpin lah keluarga mu menjadi yang terluar biasa." Ucap Feny pada Evans.
Mendengar penuturan kata dari Feny membuat Evans merasa sedih. " Itu pasti Nek," balas nya.
" Cucu menantu ku sayang, aku tahu kamu adalah wanita yang kuat dan luar biasa hebat nya. Terimakasih telah melahirkan seorang putra sebagai penerus keluarga Scirth selanjutnya. Nenek harap kamu bisa menjadi ibu yang terbaik bagi putra kalian, jika dia salah tegur dia dengan cara bijaksana. Jika dia memberontak nasihati dia agar sadar akan perilaku nya. Seandainya Nenek bisa minta permohonan untuk melihat Cicit ku sampai besar Nenek ingin kan hal itu. Namun itu hanyalah harapan semata. Nenek hanya bisa melihat Cicit ku ini di usia bayinya saja, Nenek akan kembali ke Korea untuk menghabiskan sisa hidup di sana. Karena di sana lah akhir dari Kakek Evans menutup mata. Maka disitu jugalah Nenek akan menutup mata untuk terakhir kalinya, dan akan di kubur di sana. Nenek sudah terima sudah terima akan takdir yang sebentar lagi akan berkata. Berbahagialah keluarga kalian semua, besarkan lah keluarga Scirth sampai menjulang lebih tinggi lagi. Jangan merusak perjuangan Kakek untuk memperjuangkan keluarga Scirth." Jelas Feny dengan air mata yang ikut berkata.
Mereka semua pun ikut terharu dengan ucapan Feny. Suster langsung mengambil ahli menggendong bayi kecil itu.
" Mam...." Pram dan Iras langsung berhambur memeluk Feny dengan berderai air mata.
" Kalian berdua telah menjadi Kakek dan Nenek jadilah yang terbaik." Ucap Feny sambil tersenyum hangat.
" Iya Mam" Balas Pram dan Iras bersamaan.
" Nenek......." Evans langsung memeluk Feny.
" Cucu yang nakal, ingatlah apa kata Nenek tadi." Ujar Feny seraya menepuk pundak Evans.
" Iya Nek...."
" Cucu menantu ku sayang..."
" Iya Nek... Anyer akan ingat itu." Balas Anyer seraya menyeka air matanya. Ia tidak dapat memeluk Feny dan hanya bisa tersenyum saja.
Sementara Erdo dan Ria mereka hanya diam terharu menyaksikan semuanya.
" Lalu bagaimana dengan nama penerus keluarga Scirth ini?" Tanya Feny seraya menyeka air matanya.
" Evans sudah sediakan!" Ucap Evans langsung.
" Kamu sudah menyiapkan namanya Hubby?" Tanya Anyer heran.
" Ya... karena aku sudah yakin bahwa bayi kita adalah laki laki." Balas Evans.
" Lalu siapa nama nya?" Tahu Feny lagi.
" Namanya adalah.........."
"EDWARD........." Ucap Evans dengan lantang.
" Nama yang bagus." Puji mereka.
" Berarti nama putra kita adalah Tuan muda kecil Edward." Ucap Anyer.
" Itu betul" Ucap Iras.
" Berarti sah! namanya adalah Tuan kecil Edward Scirth. " Ucap Feny lebih jelas.
" YA.... ITU BENAR!" Balas semua nya bersamaan dengan bahagia.
*******
Like komen dan vote
Salam ^^