
♡ AUSTRALIA WAKTU SETEMPAT♡
♡PAGI HARI ♡
" Niye... ini susu bumil nya!" Evans menyerahkan segelas susu kepada Anyer yang kini tengah duduk di depan kolam renang belakang rumah.
" Hubby... thank you!" Anyer menerima gelas tersebut dari tangan Evans.
" Oh.... sayang ku! apa kamu memang sangat menyukai pemandangan di kolam renang ini?" Evans ikut duduk di samping Anyer.
" Kamu benar Hubby, entah mengapa aku sangat senang melihat lihat kolam renang ini semenjak aku hamil! mungkin ini keinginan bayi kita!" Ucap Anyer sambil tersenyum manis pada Evans.
" Benarkah? berarti nanti anak kita jadi seorang atlet yang suka bela diri, dan pastinya wajib rajin berenang agar mempunyai postur tubuh nya keren." Balas Evans seraya mengelus perut Anyer.
" Hmm.... semoga saja!"Anye kembali berahli memandang kolam renang.
" Apa kamu tidak mual lagi sayang?" Tanya Evans khawatir.
" Kalau soal itu sih masih mual, tapi setelah sekarang usia kandungan ku sudah dua minggu lebih, tidak terlalu parah seperti seminggu yang lalu. Tapi akan tetap berjuang Hubby, untuk trimester pertama memang akan selalu begini. Jadi jangan terlalu khawatir ok!" Anyer meyakinkan sang suami.
" Baiklah! perjuangan seorang ibu memang tak ternilai harga nya!"
" Itu lah takdir seorang wanita, perjuangan adalah komitmen pertama dalam hidup nya!"
" Hm... apa kamu tidak ingin berenang sayang?"
" Pengen sih! hanya saja aku tidak tau berenang, makanya aku hanya lihat lihat kolam nya saja. Kalau aku nyebur yang ada aku nngak bakal bisa naik lagi" Anyer menyebikkan bibir nya ke depan.
" Eleh.... jadi istriku tidak bisa berenang rupanya? apa mau aku ajari?"
" Benarkah Hubby?"Mata Anyer bebrinar bahagia.
" Emm yes! apa kamu meragukan ku sayang?"
"Bukan begitu! hanya saja...."
" Jangan banyak bicara lagi Niye... sekarang waktu nya...."
" Byurr...." Evans membawa Anyer langsung nyebur ke dalam kolam renang.
" Bagaimana menyenangkan bukan?" Evans tampak menggenggam tangan Anyer dengan penuh kasih sayang.
" Tapi aku takut Hubby..."
" Jangan takut Niye! kamu tidak merasakan bahwa kaki mu menginjak dasar nya?"
" Benarkah? iya benar! aku merasakan nya! tapi mengapa kolam renang inu menjadi dangkal begini? bukan kah kamu saja berenang tidak...."
" Stss.... aku sudah sering melihatmu di sini sayang... jadi aku punya inisiatif untuk mengurangi air nya,makanya air nya tampak dangkal sekarang. Pasti kamu tidak menyadari nya kan?"
" Kamu sangat hebat Hubby! kamu tau saja bahwa aku sangat ingin masuk ke dalam kolam ini!"
" Makanya, kalau ada yang kamu mau itu bilang pada suami mu ini. Pasti akan aku turuti."
" Ck!! sekarang aku tidak ingin yang lain, kecuali kamu harus mengajari berenang Hubby!" Pinta Anyer dengan wajah memelas.
"Begini caranya!" Evans malah menggendong Anyer dengan posisi, dimana Anyer menghadap kepada Evans, dan kaki nya yang harus melilit di pinggang Evans dan juga tangan nya yang mengalung di leher Evans.
" Apa apaan ini Hubby? aku minta untuk di ajari berenang! bukan malah jadi begini!" Kesal Anyer.
" Tenang lah sayang! aku tidak mungkin mengajari mu dalam keadaan hamil begini, yang ada kamu akan telan semua air dalam kolam ini. Mana mungkin aku membiarkan hal itu tejadi!" Balas Evans tanpa rasa bersalah sedikit pun.
" Hubby!!!! kamu selalu saja membohongi ku!!" Kesal Anyer yang lagi lagi habis dikerjai oleh Evans.
" Stssss!!! diam lah sayang, jangan terlalu banyak bergerak, yang ada kamu akan tau apa akibat nya nanti!" Bisik Evans.
" Hubby!!! kamu sangat licik!! dasar rubah menyebalkan!!!!"
****
♡ DI SISI LAIN♡
" Ayo makan!" Erdo membawakan beberapa bungkus makanan.
" Okeyy......" Ria pun duduk di samping Erdo dan mulai melahap makanan mereka, begitu juga dengan Erdo.
" Er...." Ucap Ria.
" Hmm.... apa masih kurang?"Balas Erdo ketika melihat Ria yang sudah menghabiskan makanan nya.
" Tidak! aku bahkan sudah kenyang sekali!"
" Hem... lalu?"
" Jika suatu saat nanti aku tidak bisa memberi mu keturunan, apakah kamu akan tetap setia padaku?" Tanya Ria dengan ragu ragu.
Erdo memicingkan matanya menatap Ria. " Mengapa berkata seperti itu?" Tanya Erdo balik.
" Jawab saja! apa kamu akan tetap setia padaku?" Tanya Ria lagi dengan nada yang kini begitu lirih.
' Aku bingung harus jawab apa! di satu sisi aku juga ingin keturunan untuk mengabdi pada keluarga Scrith selanjutnya. Tapi disisi lain, aku tidak tau takdir apa yang nanti nya akan berkata pada kami berdua!' Batin Erdo.
" Jangan bicara seperti itu lagi! kita baru saja memulai nya, kamu sudah langsung menyerah. Ingat belum ada seminggu kita menikah, masa kamu sudah berfikir negatif seperti itu?" Balas Erdo dengan bijak.
" Iya! aku salah!maafkan aku!" Ria langsung memeluk Erdo dengan erat.
" Jangan ulangi kata terkutuk seperti itu lagi ok!"
"Iya!"
' Biarlah semua nya berjalan sesuai kehendak Tuhan!' Batin Erdo.
****
Like komen dan vote
SALAM ^^