
♡ Siang Hari♡
" Niye... kamu mau makan siang ini dimana sayang?" Tanya Evans pada Anyer yang kini sedang asyik memainkan ponsel nya, begitu juga dengan Ria.
" Em... bagaimana kalau kita makan di luar Hubby. Kan kita nngak pernah kumpul ber empat begini, jadi gimana? setuju nngak?" Balas Anyer yang memiliki ide.
" Saya iya iya saja Tuan, yang mana mau nya Anyer." Ria membuka suara, dan kini perhatian nya sudah terahlikan dari ponsel nya.
" Gimana Hubby? kamu mau kan?" Tanya Anyer penuh harap.
" Baiklah, mana yang membuat mu senang sayang." Balas Evans.
" Okey! sekretaris Do, kamu mau ikutan juga kan?"Tanya Anyer pada Erdo.
" Baik Nona, saya ikut." Balas Erdo mengangguk.
" Yes.... berarti kita bisa kumpul bareng..." Bahagia Anyer, ia bangkit berdiri dan kini berdiri di samping Evans. Sedangkan Ria berdiri sejajar dengan Erdo.
*****
♡ Di Restaurant ♡
Dua orang pelayan Resto mengantar makanan yang sudah di pesan Erdo terlebih dahulu, dan kini adalah saat nya untuk menikmati makanan masing masing.
" Niye... apa makanan sebanyak itu bisa kamu habiskan?" Heran Evans yang melihat banyak porsi makanan di depan Anyer.
" Yes Hubby, aku yang minta macam macam makanan ini agar di pesan sekretaris Erdo tadi." Balas anyer bahagia.
" Kamu yakin bisa menghabiskan itu sayang?" Evans masih tak percaya.
" Hubby... jangan banyak tanya deh, intinya aku akan menghabiskan semampu perut ku menampung. Selebihnya... hehe... ya kamu deh yang habiskan.." Anyer mengedip ngedipkan mata nya menatap Evans penuh harap.
" Tidak! jangan harap sayang." Tolak Evans yang mengerti maksud Anyer.
" Hubby...." Anyer menatap Evans dengan memelas bak seorang anak kecil.
" Tetap tidak!" Tegas Evans.
" Ya sudah, kalau kamu tidak mau aku akan meminta seseorang yang menghabiskan." Anyer tersenyum licik.
" Apa lagi yang ada di pikiran mu sayang?"
" Tidak perlu kamu tahu Hubby, cukup nikmati saja makanan mu." Jawab Anyer acuh.
Anyer langsung melahap beberapa porsi makanan nya dengan kasar tanpa mempedulikan siapa pun lagi.
Begitu juga dengan Ria, Anyer makan maka Ria pun ikut saja menikmati makanan nya.
Memakan waktu setengah jam sudah, lenyap lah habis makanan Anyer bahkan tidak tersisa satu porsi pun.
Ria juga sudah menghabiskan makanan nya, namun ia tak sangka bahwa Anyer dapat mengahabiskan begitu banyak porsi makan nya.
' Glek...'
Evans menelan saliva nya dengan kasar menyaksikan Anyer yang sungguh sungguh menghabiskan makanan, ternyata maksud ucapan Anyer adalah dia sendiri yang memakan ludes semua porsi nya.
" Ri.. ayo kita ke kamar mandi." Anyer bangkit berdiri dan langsung melangkah pergi, Ria pun melangkah juga menyusul Anyer.
" Do..." Evans melirik Erdo yang hanya diam saja sedari tadi.
" Ya Tuan, ada apa?" Balas Erdo.
" Gajimu akan ku potong bulan ini." Tegas Evans dengan sorot mata nya yang sangat tajam.
' Apa salah saya Tuan muda? jelas saya tidak ada berbuat salah.'
" Mengapa begitu Tuan?"
" Ini semua karena ulahmu, coba saja kamu tidak memesan semua kemauan Niye ku, maka ia tidak akan mungkin bisa menghabiskan porsi makan yang begitu banyak hanya dalam waktu setengah jam saja." Jelas Evans.
" Tapi... jika saya tidak memesan nya, maka Nona Anyer akan marah pada saya, Tuan." Sahut Erdo jadi merasa serba salah.
" Tetap saja! kamu lah dalang semua ini."
' Lagi lagi saya yang harus menerima akibat nya.... nasib... nasib....'
" Bagaimana selama di Bali, apa ada kendala?" Kali ini Evans terlihat serius.
" Sedikit saja tuan, pelayan di Resto cabang kita ada yang berulah."
" Cih! salah mu sendiri juga kan?"
" Ek... sudah, lupakan saja tuan."
' Tetap saja, aku yang bersalah karena aku yang meminta pelayan sialan itu menggodaku, Percuma.'
" Kamu sadar juga Do?" Evans tersenyum miring.
" Itu hanya untuk mencobai Ria saja Tuan."
" Bulshit!"
" Percaya pada saya Tuan."
"Cih, apa hak mu menganturku untuk percaya padamu?"
" Maaf Tuan!"
" Sudah lah, lupakan." Kini gantian jadi Evans yang mengucapkan kata kata barusan.
' Semua nya sesuka anda Tuan muda, huf...'
****
LIKE KOMEN DAN VOTE KU
SALAM ^^