
Jam bekerja sudah usai, kini jam menunjukkan pukul 17.15, namun Lea tak kunjung beranjak dari duduknya di depan Resto.
Ia masih terpaku dalam pikirannya yang selalu berputar balik, udara disekitarnya seakan tidak memberikan kenyamanan bagi Lea.
' Hidup ini begitu rumit, terkadang di atas terkadang dibawah. Kadang mendapatkan kebahagiaan tetapi malah tercembung kedalam kesedihan yang tidak terpikirkan. Aku tidak mau hidup dengan seorang yang tidak memiliki etika dan moral kepada wanita, aku benci dia! mengapa dia bisa tahu keberadaan ku dan Hansel bahkan sampai mengetahui tentang diriku sepenuhnya. Aku juga yakin bahwa dia adalah Pria brengsek itu, tetapi Hansel tetap tidak boleh terlalu dekat dengan dia. Aku belum tahu bagaimana sifat dan tujuan dia sebenarnya, tidak bisa terpikirkan sepertinya aku harus memikirkan cara lain untuk keluar dari semuanya ini.' Batin Lea.
Ia mencoba kembali memutar balik otaknya untuk mencari jalan keluar untuk mendapatkan jalan yang lebih baik.
Sekilas sebuah ide terlintas dalam pikirannya,senyum langsung mengembang dengan sempurna.
" Mungkin jalan ini yang terbaik, aku harus sudah mendapatkan ide yang terbaik." Gumam Lea. Hamparan angin yang sudah terasa dingin karena cuaca sedikit mendung membuat Lea sedikit kedinginan.
Ia hendak melangkah pergi karena ada taxi yang hampir mendekat, namun sebuah tangan mencengkeram tangan Lea.
" Au...." Rintih Lea yang merasakan sakit akibat cengkeraman itu, ia menoleh dan ternyata dia adalah Cio.
" Manager Cio,,," kata Lea dengan sendu, tubuhnya bergetar dengan hebat. Dengan kasar ia mengibaskan tangan Cio dan melangkah mundur menjauh.
" Lea,," ucap Cio dengan lembut. Suaranya yang lembut semakin membuat Lea berinding dan gemetaran.
" Manager Cio sudah pernah kukatakan bukan? jangan menyentuh ku sembarangan, meskipun jam kerja sudah usai tapi tetap saja anda harus berlaku sopan pada siapa pun. Saya tahu anda yang menggaji saya dan pelayan lain tapi tindakan senonoh anda sangat tidak pantas untuk dibenarkan. Jadi jangan melakukan hal yang sama lagi." Suara Lea yang tegas bercampur dengan rasa ketakutan dirinya pada Pria sangat tertuju jelas.
" Lea, saya bukan bermaksud seperti itu pada kamu hanya saja saya lelah jika memendam perasaan ini sendirian. Sebenarnya saya sudah jatuh hati pada kamu, makanya saya selalu lupa diri jika melihat kamu. Jadi saya harap kamu bisa memberikan kepastian pada saya agar saya tidak menyimpan perasaan tersembunyi." Kata Cio tampak serius, tatapannya benar benar sangat aneh kepada Lea. Seakan menunjukkan bahwa dirinya benar benar sangat tulus tanpa rasa paksaan, namun berbeda dengan Lea yang semakin ketakutan akan ungkapan yang Cio ucapkan padanya.
Dia masih tetap diam terpaku, sementara Cio semakin melangkah mendekat pada dirinya, Lea memeluk tubuhnya sendiri sangking takutnya jika disentuh lagi oleh Cio. Sampai tiba tiba di titik langkah Lea yang terakhir ia tidak menyadari bahwa....
" Tinnnnnnnnnnnnnnnnn"
________
Disisi Lain.....
" Prak....." Gelas yang Hansel pegang saat hendak minum tiba tiba terjatuh terpecah pecah di lantai.
Ia seperti merasakan sebuah hal aneh, terlebih Hansel tiba tiba teringat pada Lea.
" Aku seperti rindu Mommy, padahal sudah biasa ditinggal Mommy sampai pulang lagi. Mungkin karena aku mengantuk." Gumam Hansel. Ia memunguti pecahan gelas yang berserakan dengan hati hati, jangan sampai tangannya malah tergores.
Usainya ia membersihkan lantai, Hansel ingin menonton Tv karena rasa kantuknya seakan lenyap begitu saja. Ia menyalakan siaran TV, lalu apa yang ia lihat?
Pemirsa, berita terkini, sebuah tragedi kecelakaan terjadi di jln xx tepatnya di depan Restoran yang cukup besar. Dimana seorang wanita tersungkur jatuh bersimbah darah di jalanan akibat sebuah mobil yang tiba tiba menabraknya. Di duga sebelumnya wanita itulah yang melangkah mundur tanpa memperhatikan jalanan padahal banyak kendaraan yang berlalu lalang.Manager Resto itu segera mengambil tindakan tegas membawa wanita itu ke RS terdekat. Jangan kemana mana, tetap saksikan berita selanjutnya.
Salam...
*Berita tersebut*
Remote yang masih berada dalam genggaman Hansel terjatuh keras di lantai. Mata Hansel terbelalak berkaca kaca setelah melihat wajah wanita yang disiarkan di TV yang ternyata adalah, LEA.
" MOMMY!!!!!" Teriak Hansel histeris. Tangisnya pecah seketika sekeras mungkin memenuhi seisi rumah, tidak ada orang lain di dalam rumah terkecuali Hansel sendiri karena Edward sudah pergi deluan karena ada urusan.
_____
Di tempat lain, yaitu di apartemen Edward, Edward melemparkan semua guci bahkan barang antik berharga hancur berkeping-keping di lantai kamarnya. Ia baru saja menerima telfon dari para orang suruhannya yang memberitahu bahwa Lea tertabrak mobil.
Eder juga masih mengurus kantor karena ia yang tidak masuk hari ini.
" Kurang ajar!!!" Teriak Edward menggenggam emosi yang tidak dapat ia kendalikan lagi. Wajah yang semula putih bersih berubah seakan menjadi harimau yang siap menerkam mangsanya.
" Lea! pasti Hansel juga sudah mengetahui hal ini karena menonton TV, aku tidak bisa bayangkan apa yang akan Hansel lakukan lagi. Jika aku ke RS tidak mungkin Hansel pergi sendiri kesana, maka Eder lah yang harus ke RS segera." Gumam Edward mengambil keputusan.
Ia segera melangkah dengan cekatan menuju kediaman Hansel saat ini.
_____
LIKE KOMEN DAN VOTE^^
SALAM ^