Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2(EPS 26+)



Lea terbangun karena mendengar suara tertawa terbahak-bahak yang sangat memekakan telinga. Dengan rasa penasaran ia pun melangkah keluar dari kamar, dan alhasil apa yang dia lihat?


" Hahahahahahha,,," tertawaan Hansel yang begitu keras, dimana ia dan Edward bermain gelitikan membuat Hansel tertawa terbahak-bahak.


Lea melototkan matanya keheranan akan apa yang ia lihat. Untuk pertama kalinya ia melihat Hansel tertawa segirang itu bahkan tanpa ada rasa garing sedikit pun.Ia dapat melihat tersirat kebahagiaan dalam setiap tawaran Hansel, begitu juga dengan Edward yang tampak tulus tanpa paksaan sedikit pun.


Namun tetap saja Lea tidak bisa membiarkan itu.


" BERHENTI!!" Pekik Lea berkacak pinggang.


Edward dan Hansel terkaget dan menoleh ke asal suara yaitu Lea. Edward tersenyum miring menatap Lea sedangkan Hansel menunduk kepala dengan rasa takut.


" Hay,,, my Dear." Ucap Edward tanpa rasa bersalah pada Lea. Lea semakin penuh kekesalan dan juga rasa jengkel kepada Edward yang masih bisa bisanya menggoda dirinya setelah melihat Lea yang begitu marah.


" Hansel mengapa kamu tidak kesekolah?" Ucap Lea dengan melototkan matanya.


" Mommy, apa Mommy lupa kalau seminggu ini Hans libur sekolah karena ada hal penting yang para Guru guru urus? jadi buat apa Hans kesekolah?" Balas Hansel sedikit lirih. Ia merasa bersalah pada Lea, bahkan ia tak berani menatap wajah Lea. Sementara Edward, ia tersenyum mengejek kepada Lea seakan penuh kemenangan.


' What? astaga.... mengapa aku sebodoh ini? Hansel kan sudah bilang sebelumnya kepadaku tapi mengapa otakku malah tidak bekerja dengan baik? aaaa dan lebih parahnya si Pria brengsek itu malah tersenyum bangga? sangat menjijikkan.' Batin Lea yang penuh rasa malu.


"Emm iya iya Mommy lupa. Libur bukan berarti tidak belajar kan Hans? jadi Hansel bakal tetap bermain main atau nurut kata Mommy untuk belajar? hemmmm..." Lea sedikit menekankan kata katanya seraya melirik sekilas kepada Edward melemparkan tatapan tajam.


" Sorry Mom, Hans bukannya mau main main gak jelas tapi Hans cuma bahagia aja karena Daddy udah kembali lagi setelah sekian lama gak pernah Hans lihat. Bukankah itu yang Mommy katakan? berarti Hans bisa kan bermain menghabiskan waktu bersama dengan Daddy. Hans gak pernah merasakan kasih sayang dari seorang Ayah selain dari Mommy sendiri. Makanya Hansel ajak Daddy bermain bersama, apalagi tadi itu Mommy belum bangun. Hans takut gangguin tidurnya Mommy karena Hans tahu pasti Mommy lelah sekali. Jadi Hans cari kesibukan aja dengan Daddy, ketika bangun Hans udah temui Daddy tidur di kursi meja makan makanya Hansel bangunin deh ajak main. Hans pikir Daddy bakal pergi lagi jauh jauh ternyata Daddy gak pergi, Daddy juga bilang kalau dia mau jagain Hans dengan Mommy. Bukankah itu yang terbaik Mom? Hans juga senang kalau Daddy ada disini." Kata Hansel dengan bijak, kata kata yang ia ucapkan seakan penuh dengan makna yang besar dan mampu menghanyutkan kemarahan Lea.


' Ya Tuhan, anakku semakin hari semakin bijak sekali bahkan ia begitu bahagia sekali dengan kehadiran Pria brengsek itu. Aku tidak ingin melihat Hansel bersedih hanya karena ego ku sendiri. Tapi aku tidak bisa bayangkan apa jadinya jika kedekatan antara Hansel dengan Pria brengsek ini akan menjadi senjata ampuh baginya untuk mengambil Hansel dariku. Aku tidak akan bisa terima itu, Tuhan tolong berikan aku jawaban yang terbaik dalam keadaan saat ini.' Batin Lea.


" Hans, bukan begitu maksud Mommy." Lea berjongkok di depan Hansel seraya mengusap lembut pipi Hansel. Namun ia masih menoleh melempar sebuah kemarahan kepada Edward yang masih santai santai saja.


" Hans boleh kok bermain dengan Pria,,, dengan Daddy mu asalkan jangan lupa untuk belajar ya. Daddy juga gak seterusnya disini karena Daddy bakal pergi kerja lagi, iyakan?" Ucap Lea seraya melirik Edward agar menurut apa maksud perkataan Lea.


" Iya, Daddy memang bekerja tapi Daddy gak bakal pergi lagi kok. Daddy bakal disini jagain Hans dengan Mommy, Hans mau kan?" Kata Edward penuh semangat.


" Iya! Hansel setuju kalau Daddy memang tinggal disini, setuju sekali. Daddy janji kan? gak bakal pergi pergi lagi?" Ujar Hansel penuh harap.


" Iya, Daddy gak pergi lagi paling jika ada sesuatu yang penting." Edward tersenyum miring dan ikut berjongkok seperti Lea. Ia melirik Lea dengan senyum penuh kemenangan.


" Makasih Dad! Mommy, Mommy juga gak keberatan kan?" Ucap Hansel.


" Emmm, Mommy... Mommy... emm iya iya!" Jawab Lea dengan terpaksa.


"Makasih banyak Mom...." Hansel memeluk Lea dan juga Edward bersamaan.


' *Pria brengsek! kau berhasil mencuci otak anakku maka kau akan tanggung akibatnya sendiri. Mau tinggal disini? bahkan melihatmu saja aku ingin muntah rasanya, awas saja kau! dasar Pria brengsek dan licik.' Batin Lea.


' Mencoba untuk memisahkanku dari anakku? jangan pernah harap akan hal itu. Itu tidak akan terjadi, Hansel akan tetap bersamaku menjadi anakku!' Batin Edward*


" Kalau gitu Hans ke kamar aja ya belajar. Soalnya Mommy mau berangkat kerja, ok." Ucap Lea, Hansel sudah bahagia dan menurut masuk ke kamarnya.


Setelah melihat Hansel masuk ke dalam kamar Lea segera masuk juga dalam kamar untuk bersiap siap berangkat bekerja.Ia meninggalkan Edward begitu saja dengan sinis.


" Untuk sekarang ini kamu bisa saja mengabaikan ku dan bersikap seperti itu padaku karena kamu pasti benci dan marah karena perbuatan terkutuk yang pernah aku lakukan padamu Lea. Tapi tidak untuk selanjutnya, aku akan mengikatmu dalam tali rante agar menurut. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan luang ini." Gumam Edward.


___


Sebenarnya apa rencana Edward? apakah dia hanya ingin mengambil Hansel dari Lea atau ada Rencana lain?


Terus dukung author ya


Like komen dan vote


SALAM ^^