Mafia And Me

Mafia And Me
Mafia and me 2 EPS 39



Disebuah tempat yang sangat terpencil dan begitu jauh dari yang namanya perkotaan, seorang wanita dengan bocah lima tahun tengah berada di sebuah rumah kecil kalangan masyarakat bawah. Dapat dikatakan di pedesaan pulau terpencil, dia adalah Lea dan Hansel. Keduanya baru saja beristirahat karena kelelahan mencari tempat tinggal yang pantas. Hansel sudah tertidur lelap di atas kasur yang sudah kretes atau dapat di katakan tidak layak pakai. Lea mendompol kan nya dengan tikar, benar benar seperti kehidupan yang sangat buruk.


Lea berdiam diri, tak bergeming menatap Hansel yang tertidur lelap meski dengan beralaskan tikar dan kasur kretes saja. Dalam benakknya ia benar benar merasa bersalah pada Hansel, tapi di sisi lain ia merasa itu adalah pilihan terbaik yang harus mereka jalani untuk saat ini, tidak tahu untuk hari kedepannya.


" Tempat ini mungkin cukup baik untuk tempat kami berlindung beberapa saat. Tidak tahu harus terjun kemana lagi untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Tapi dengan begini mungkin sudah cukup cara untuk menjauhkan Hansel dari si brengsek itu. Di pulau terpencil ini hanya ada beberapa warga desa saja, mungkin cukup mudah untuk berkomunikasi dengan mereka daripada dengan orang kota." Lirihnya Lea seraya mengusap lembut kepala Hansel yang semakin terlelap.


" Ok,Lea,,, ingatlah bahwa setiap ada badai pasti ada ketenangan maka aku akan tetap kuat berdiri di tengah badai yang silih berganti." Gumam nya dengan semangat yang membara. ia beranjak berdiri untuk keluar menemui para warga yang ada.


Baru saja ia membuka pintu rumah sudah ada beberapa warga yang berlalu lalang membawa kayu bakar, dan macam macam tanaman lainnya yang dapat di tanam di sawah dan di ladang. Lea dapat merasakan angin sejuk karena banyaknya pepohonan hijau nan rindang memberikan oksigen baru.


" Di pulau ini sangat sejuk, udaranya dingin dan para warga juga cukup ramai. Tapi mengapa aku merasa sedikit janggal ya? sudah ada beberapa menit aku berdiri disini tapi tidak ada seorang pun yang menyapa ku. Huff, apa mungkin aku saja yang menyapa mereka kali ya," gumamnya lagi.


" Hallo Bu,,," sapa Lea pada seorang wanita paruh baya yang sudah tampak membungkuk dan keriput.


Wanita itu berhenti kemudian Lea melangkah mendekat berdiri di hadapannya.


" Hallo Bu,,," sapa Lea sambil tersenyum manis sekali. Wanita itu tetap terdiam tetapi menatap Lea dari atas sampai bawah. Ya, Lea masih mengenakan celana jeans ketat dan baju kaos biru sehingga wanita itu keheranan.


" Apa kamu orang baru di pulau terpencil ini?" Tanya wanita itu sedikit aneh.


" Emm,, iya Bu! saya memang baru disini, makanya saya sapa Ibu." Kata Lea dengan tutur kata yang sopan.


"Pantas saja," gumam wanita itu yang seketika berubah menjadi aneh.


Lea terheran, ia memicingkan matanya menatap wanita yang si hadapannya itu.


" Segeralah masuk kedalam, jangan keluar atau mengintip lagi. Kamu jangan keluar satu langkah pun dari dalam karena mereka akan segera datang. Cepat masuk lah kedalam jika ingin nyawamu selamat." Titah wanita itu dengan tegas. Tidak ada lagi waktu, ia masih melihat Lea yang tetap kebingungan akan ucapan wanita itu. Ia bukannya menurut tetapi hendak melayangkan pertanyaan, namun wanita itu langsung mendorong Lea sekuat mungkin sampai masuk kedalam rumah.


" Jangan banyak tanya lagi, cepat kunci rumah mu dan tetap berdiam lagi. Ikuti perintahku jika kamu ingin nyawamu selamat." Teriak wanita itu kemudian langsung berlari secepat mungkin.


Lea sungguh kebingunan tiada tara, bahkan ia belum sempat bernafas, ia sudah di dorong saja.


" Apa maksud Ibu itu? kunci rumah dan berdiam diri jika ingin nyawamu selamat. Memangnya malaikat pencabut nyawa akan datang? sangat konyol." Lea malah menganggap ucapan wanita itu sebuah lelucon biasa saja. Ia masih belum mengunci pintu rumah dan malah menatap sekeliling.


" Lariii, cepat masuk rumah,,,,' beberapa orang berlari dan berteriak histeris bahkan sampai jatuh terpeleset.


" Cepat kunci rumahmu!" seorang pria tua yang lanjut usia memberi perintah pada Lea. Lea tetap bengong tidak melaksanakan.


"Cepat!!" Karena melihat banyak orang yang berteriak ketakutan, Lea pun langsung masuk ke dalam dan mengunci dari dalam.


______


Hallo say:) makin seru gak sih hehehe... emangnya siapa sih yang mau datang wkkkwkw kok banyak amat warga yang teriak teriak gajelas iya kan?;) terus dukung author yah ok


like komen dan vote


SALAM^^