Mafia And Me

Mafia And Me
KEMBALI KE TANAH AIR



♡ Empat Hari Kemudian ♡


Pagi ini Ria dan Erdo sudah selesai bersiap siap untuk penerbangan ke Australia.


" Apa kamu sudah selesai bersiap Ri?" Erdo menghampiri Ria yang sedang duduk di meja rias memoles sedikit make up di wajah nya.


" Sudah!" Ria bangkit berdiri dan menghadap kepada Erdo.


" Kita harus segera berangkat sekarang juga, nanti ketinggalan pesawat!" Ucap Erdo seraya mengacak ngacak rambut Ria dengan lembut,namun tetap saja mengacaukan rambut Ria yang sudah tersisir rapi.


" Er.... karena ulah mu rambutku berantakan kan?! ck, padahal aku sudah susah payah untuk merapikan nya!" Cletuk Ria sedikit kesal.


" Sudah! mau rambut kamu cantik atau seperti nenek lampir sekalipun. Kamu tetap cantik di mataku!" Goda Erdo.


" Cukup! jangan terlalu sering menggodaku!"


" Baiklah, itu mau mu! maka aku akan menggoda seseorang yang suka di goda!" Balas Erdo tak mau kalah.


" Er.....!!!!!" Sorot mata Ria tertuju pada Erdo dengan begitu menyeramkan.


" Iya iya! ayo kita berangkat!" Erdo menarok tangan Ria untuk berjalan keluar dari kamar hotel itu.


****


♡ Di BANDARA ♡


"Rasanya aku tidak ingin meninggalkan Bali, Er..." Ucap Ria sebelum mereka naik ke dalam pesawat.


" Mengapa begitu?! kamu tenang saja Ri, kapan kapan kita juga bisa berkunjung ke sini!" Balas Erdo.


" Huf... tapi banyak kenangan yang aku dapatkan di sini Er. Dimana aku yang sampai marah marah ke kamu karena cemburuan, menikmati pantai Nyang Nyang yang indah. Keharmonisan yang ku dapatkan dari seseorang yang awal nya bersikap jutek menjadi sok mesra. Semua nya aku dapatkan, dan satu lagi! aku tidak melupakan pelayan sialan itu yang berani menggoda mu." Jelas Ria lagi.


" Apa kamu masih mengingat dia?"


" Hu um!" Ria mengangguk.


" apa kamu masih marah pada dia , Ri?!"


"Aku tidak marah lagi, hanya saja aku menjadi kasihan padanya. Jelas sekali terlihat bahwa dia sanagt bersedih ketika ia di pecat. Huf... sudahlah, ayo kita masuk!" Ria merasa jadi serba salah.


" Hmm!" Erdo tidak tau harus balas apa lagi, mereka berdua pun masuk ke dalam pesawat dengan beriringan.


****


♡ Australia waktu setempat ♡


Penerbangan selama lima jam dari Bali, hingga kini Erdo dan Ria telah kembali menginjakkan kaki di tanah air.


" Sampai juga ternyata di Australia!" Gumam Ria setelah kini mereka telah sampai di apartement Erdo.


" Aku sudah gerah sekali!" Gumam Ria dan juga di angguki oleh Erdo.


Mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam apartement Erdo dengan beriringan.


" Nenek!!!!" Ria langsung memeluk Nenek Luna yang berketepatan sedang menonton TV.


" Cucu ku tersayang! akhirnya kalian sampai juga dengan selamat!" Balas Nenek Luna bahagia.


" Iya Nek! apa Nenek baik baik saja selama seminggu ini?" Tanya Ria seraya melepaskan pelukan mereka.


" Puji Tuhan! Nenek baik baik saja!" Balas Nenek Luna meyakinkan.


" Kalian bagaimana? menyenangkan selama honeymoon nya?" Tanya Nenek Luna seraya melirik Erdo dan Ria secara bergantian.


" Menyenangkan Nek!" Balas mereka berdua bersamaan.


" Berarti akan segera beri Nenek cucu donk!" Goda Nenek Luna.


" Nenek.... jangan aneh aneh deh!" Ria tampak canggung.


" Semoga saja Nek! agar langsung berisi!" Erdo menyentuh perut Ria.


" Apaan sih?!" Malu nya Ria semakin menjadi jadi.


" Heheheh, kalian langsung mandi saja ya!" Saran Luna.


" Iya Nek! kami naik dulu ya ke atas!" Erdo dan Ria berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.


Satu jam kemudian, Erdo dan Ria turun ke bawah menemui Nenek Luna yang sedang asyik menonton TV.


" Nenek...." Ucap Ria yang kini ikut duduk di depan Nenek Luna.


" Kalian tidak istirahat dulu?" Balas Nenek Luna peduli.


" Em... nntar malam aja deh Nek! soal nya Ria dan rindu banget sama Nenek!"


" Cup!" Ria mengecup pipi Luna dengan bahagia.


" Cucu ku ini memang sangat manja heheh!" Goda Nenek Luna seraya menatap Erdo.


" Nngak kenapa Nek! namanya juga dah Rindu sama Nenek!" Erdo menimpali.


" Heheh... kamu sangat pengertian Nak!"


" Nenek yakin selama seminggu ini tidak ada kenapa napa?" Ria masih kurang yakin dengan Luna.


" Kamu kok curigaan gitu sama Nenek?! Nenek baik baik saja kok, jangan khawatir Ria!" Balas Nenek Luna kembali meyakinkan Ria.


" Tapi Ria kok merasa ada yang aneh yang Nek!" Lirih Ria.


" Apa maksud kamu nak?"


" Ya, Ria merasa ada yang bakal terjadi gitu Nek! tapi Ria nngak bisa yakinkan hati Ria!" Balas Ria dengan lirih.


' Maaf kan Nenek, Ri! mungkin kamu memang bisa merasakan itu di hati kamu, secara kamu adalah cucu Nenek. Kamu masih ada hubungan darah dengan Nenek. Nenek minta maaf, Nenek tidak mungkin ceritakan yang sebenarnya pada kalian berdua. Nenek tidak mau menambah beban kalian. Apa lagi kamu Ri,kamu sudah lama tidak merasakan kebahagiaan lagi. Jadi Nenek tidak mau mengusik kebahagian kalian hanya karena Nenek. Cepat atau lambat kalian akan segera tau apa yang sebenarnya terjadi nak!' Batin Luna.


" Nenek kok diam?" Ria jadi penasaran.


" Tidak! Nenek merasa lelah saja, biasa lah Faktor usia yang semakin membuat badan Nenek jadi rontok heheh!" Balas Nenek Luna.


" Ouh.... baiklah! Nenek istirahat saja!" Ucap Erdo.


" Kalian ngobrol aja ya! Nenek ke kamar dulu!" Nenek Luna berlalu pergi dan langsung masuk ke dalam kamar nya.


' Maafin Nenek Ri, semua ini Nenek lakukan bukan karena Nenek ingin berbohong pada kalian. Namun percuma jika Nenek beritahu, tetap saja inj sudah takdir Nenek!'


***


Like komen dan vote


SALAM ^^