Mafia And Me

Mafia And Me
KOTAK KECIL



Ria dan Erdo melangkah masuk ke dalam apartement, Ria berjalan lebih dulu daripada Erdo.


Langkah Ria seakan lemas tiada berdaya, ibarat kan tanpa sebuah penopang lagi. Dan Erdo dapat merasakan itu, tapi dia hanya bisa diam saja untuk memberi ruang pada Ria agar bisa menenang kan diri dulu.


Ria melangkah dengan getir menaiki tangga menuju kamar Nenek nya.


" Ceklek...." Ria membuka pintu kamar Nenek nya, ia pun melangkah masuk ke dalam dengan air mata yang tak dapat lagi terbendung oleh nya.


Erdo juga ikut melangkah masuk ke dalam menemani Ria, meski tanpa membuka suara.


Ria melangkah menuju lemari pakaian Luna, ia dapat melihat pakaian Nenek nya yang masih tersusun rapi. Ria mengambil salah satu pakaian Nenek Luna, namun saat ia hendak menarik nya dari hanger tiba tiba ada sebuah foto yang terjatuh.


Dengan tangan yang gemetaran Ria pun mengambil foto tersebut, alangkah terkejut nya ia saat melihat lembaran foto tersebut. Ternyata itu adalah foto Nenek nya dengan Ria sewaktu Ria masih SMP dulu. Ria terkulai lemas dan langsung tertuduk di lantai kamar dengan air mata nya yang terus berderai dengan deras.


" Hikss.... Nenek...." Ria memeluk foto tersebut dengan getir.


" Ri......" Erdo memapah Ria untuk duduk di atas ranjang.


" Hiks... hiks... Er.... ini adalah foto aku dengan Nenek, ternyata Nenek masih menyimpan foto ini. Ini adalah foto yang pernah ku ambil saat aku masih SMP hiks... hiks... sudah bertahun tahun lamanya foto ini. Hiks... hiks... betapa sayang nya Nenek dengan foto ini. Ini adalah foto kami terakhir kalinya, saat itu aku masih SMP kelas tiga. Lalu aku lari dari rumah karena para agen utang Ayah ku selalu mengejar ngejar aku untuk di jadikan bayaran. Hingga aku bahkan melanjutkan sekolah di sini, cerita perjalanan hidup ku sangat menyedihkan Er... hiks.. hiks.... aku bersyukur bisa bertemu dengan mu. Hingga Nenek pergi aku sudah mempunyai sandaran hidup yang lain." Ria langsung memeluk Erdo dengan erat.


' Aku tidak akan pernah menyakiti mu Ri..'


" Apa ini?" Ria baru menyadari bahwa ada sebuah kotak kecil di atas ranjang.


" Coba kamu buka." Seru Erdo.


Ria pun mengangguk lalu membuka kotak kecil tersebut. Tampaklah secarbik kertas dengan ada tulisan tertera di dalam nya.


' Ria... Cucu ku tersayang! kamu harus jaga diri baik baik ya. Jaga kesehatan, jadilah istri yang terbaik untuk Nak Erdo, Suamimu. Nenek minta kamu jangan bersedih lagi ya Ria, kamu adalah Cucu Nenek satu satu nya. Nenek yakin bahwa kamu adalah wanita yang kuat dan tangguh dalam menghadapi setiap badai hidup yang terjadi. Meskipun Nenek tau pasti kamu membaca surat ini setelah Nenek pergi untuk selama nya. Andai Nenek bisa menentukan takdir sendiri, Nenek pasti ingin selalu berada dekat kamu dan juga suamimu. Namun takdir sudah bertindak maka Nenek hanya bisa pasrah dan terima takdir yang telah berkata. Nenek tau pasti kepergian Nenek nanti akan memukul mu, Nenek minta maaf karena telah menyembunyikan penyakit yang sebenarnya telah Nenek derita sebelum kamu menikah. Itu lah sebab nya Nenek sangat bahagia ketika masih dapat di berikan waktu untuk menghadiri pernikahan Cucu Nenek satu satu nya, karena itu adalah permohonan terakhir Nenek pada Tuhan sebelum tiba waktu nya nanti Nenek pergi meninggalkan mu. Tugas Nenek telah selesai, Nenek telah melakukan hal terbaik untuk menikahkan mu dengan pria pilihan mu. Seandainya Nenek bisa memohon lagi pada yang Maka Kuasa, Nenek ingin sekali rasanya menimang Cicit Nenek sebelum ajal menjemput. Namun kerinduan telah hangus, dan Nenek tidak berharap lebih lagi, karena Nenek tau hari hari terakhir Nenek hampir tiba. Dan mustahil jika Nenek masih sempat untuk menimang cicit. Semoga rumah tangga kalian segera di karunia seorang anak untuk melengkapi kebahagian kalian agar sempurna. Satu pinta Nenek, jangan pernah membuat suamimu marah padamu dan jangan pernah membebani pikiran nya hanya karena masalah sepele yang terjadi dalam rumah tangga kalian. Jadilah seorang wanita yang bijaksana dan lebih dewasa dalam tindakan maupun perkataan. Setelah membaca surat ini, Nenek minta kamu buka isi kotak kecil itu. Disitu ada sebuah cincin dan sudah terukir sebuah nama. Jika suatu saat nanti kalian telah memiliki anak, berilah cincin itu kepadanya. BERBAHAGIA LAH'


Isi surat dalam secarbik kertas itu. Ria pun membuka kotak kecil itu lagi dan terdapat sebuah cincin yang sangat unik, dan terukir sebuah nama. " EDER"


" Hiks... ini adalah cincin yang akan kita berikan pada anak kita kelak jika dia sudah dewasa suatu saat nanti." Ucap Ria seraya menujukkan cincin tersebut pada Erdo.


" Kita harus menyimpan ini dengan baik." Balas Erdo dan di balas anggukan oleh Ria.


****


Like komen dan vote


SALAM ^^