
" Mommy mengapa Mommy terburu buru ajak Hans pulang? kan Mommy janji mau bawa Hans main lagi." Ucap Hansel setelah mereka sampai di rumah. Tadi itu Lea memang menarik Hansel dengan terburu buru meninggalkan Resto tadi sehingga membuat Hansel sedikit sedih.
"Em,,Mommy,, Mommy sedikit lelah Hans. Hans gak marah kan?nntar lain kali kita pergi main lagi ok." Kata Lea meyakinkan Hansel meski Hansel masih ragu.
" Baik Mom, Hans akan menurut.".
" Baiklah, sekarang sudah pukul 14.05, Hans masih ada waktu untuk tidur sebelum makan malam. Jadi lebih baik Hans tidur saja ya, ok!" ucap Lea.
Hans mengangguk kepada Lea lalu masuk kedalam kamar. Sepergi nya Hans, Lea menghela nafas panjang dengan duduk bersandar di kursi.
" Fiuh,,, siapa sebenarnya Pria itu?dari sudut mata, wajahnya sangatlah mirip dengan Hansel. Apa aku hanya berhalusinasi saja? tapi mengapa aku seakan melihat Hansel ketika melihat Pria itu? huff,,, mungkin aku gagal focus tadi. Bisa jadi itu hanya sebuah kebetulan saja, mana mungkin bisa ada orang sangat mirip dengan Hansel." Gumam Lea mencoba berpikiran positif.
_____
" Siapa kamu?" Lea terlihat acak acakan didalam sebuah gudang tua yang gelap.
" Aku? aku adalah seorang manusia biasa." Ucap seorang Pria dengan santai.
" Lalu mengapa kamu membawaku ke tempat seperti ini? siapa kau?! apa mau mu?" Teriak Lea penuh kegeraman yang bercampur aduk dengan ketakutan yang mendalam.
Pria itu duduk santai, menatap Lea dengan senyum yang sangat aneh seakan memberikan sebuah lukisan kematian. Seketika bulu kuduk Lea berinding tak karuan, jantung nya serasa lebih cepat dari detik dan sekon.
" Hey!!! aku tidak ingin bermaksud apa apa padamu, hanya saja! aku ingin kamu memberikan Putra ku kepadaku. Jangan menghalangi ku untuk bertemu dengan Putraku, meski sejujurnya tanpa izin darimu pun aku dengan mudahnya bertemu dengan Putraku. Tetapi aku menghargai mu sebagai sosok seseorang yang menjaga dan merawat dan membesarkan dirinya. Maka dari itu jangan mencari cari masalah dengan ku." Ucap Pria itu, suaranya terdengar begitu familiar sekali. Seketika nyali Lea menciut tanpa ampun, ketakutan sudah menghantui dirinya.
" Siapa bilang dia Putramu ha? dia itu adalah Putraku! aku yang melahirkan, membesarkan, merawat dan mendidik nya hingga sampai sekarang ini. Jadi kamu tidak ada hak untuk mengambil ahli posisiku untuk memilikinya. Apa kamu begitu tidak tahu diri? mengapa dengan mudahnya kamu mengatakan bahwa Putraku adalah Putramu ha? jangan pernah mengungkapkan kata kata muslihat seperti itu!" Tegas Lea agar tidak terlihat lemah di hadapan Pria itu.
" Jangan memancing emosiku!!! sudah ku katakan, dia adalah Putraku dan berikan hak asuh dia sepenuhnya kepadaku. Maka hidupmu pasti akan tenang tanpa sebuah hambatan apa pun."
" Sekali kukatakan TIDAK! YA TIDAK!!" Tegas Lea.
" Kamu lebih memilih untuk tersiksa atau menyerah kan Putraku padaku?"
" Lebih baik aku mati daripada menyaksikan kenyataan pahit untuk memberikan anak ku pada Pria tidak tahu malu seperti mu!"
" Sialan! kamu yang meminta kematian maka itu akan terwujud." Pria itu menggenggam pistol ditangan nya, mengarahkan tepat sasaran di kepala Lea.
" *Satu, dua, ti,,,,"
" Dorrrrr*!!!"
" HANSEL!!!!!!!!" Teriak Lea ketika menyaksikan bahwa Hansel lah sasaran yang menggantikan Lea. Darah segar mengalir dari kepala Hansel yang sudah berlubang bahkan sampai tembus kebelakang.
" HANSEL!!!!" Teriak Lea histeris dengan penuh Isak tangis.
" Putraku!!!!"Pria itu hendak mendekat pada Lea dan Hansel namun dengan sigap Lea mengibaskan tangannya agar Pria itu tidak mendekat.
" Pria brengsek tidak tahu malu! mati saja kau!!!" Maki Lea.
" HANSEL!!!!!!"
" Mommy,,," Hansel masuk kedalam kamar Lea karena mendengar teriakan Lea yang sangat kencang sekali.
" Huff,,,hufff" Lea terbangun dengan nafas ngos-ngosan. Ia menatap Hansel yang ternyata tepat duduk di depannya.
" Hansel!!!" Lea memeluk erat tubuh Hansel, ia bahkan sampai keringatan sekali.
" Mommy, mengapa Mommy berteriak seperti itu tadi?" Tanya Hansel kuatir.
'Ya Tuhan,,, ternyata cuma mimpi.' Batin Lea.
" Hansel, Hansel! Mommy tidak mengapa, tadi itu hanya mimpi saja." ucap Lea.
Hansel melepaskan diri dari pelukan Lea dengan menatap lekat wajah Lea. " Mommy yakin? lalu mengapa Mommy memanggil manggil nama Hansel?" Tanyanya penasaran.
" Tidak Hans, tadi itu Mommy hanya mimpi buruk terus Mommy panggil Hansel. Sudah jangan di pikirkan ya Hans, sekarang kan sudah pagi lebih baik Hans mandi dulu biar Mommy masak ok."
" Baiklah Mom," jawab Hansel dengan melangkah meninggalkan Lea.
"Syukurlah hanya mimpi saja ternyata!aku tidak menyangka bahwa aku sampai berteriak dan keringatan seperti ini." Lirih Lea.
" Aku harus segera mandi dan langsung memasak karena aku harus berangkat ke Resto juga." Gumam Lea.
***
Like komen dan vote
SALAM ^^