
" NIYEEEEEEE!!!!!"
Alhasil Evans pun benar benar merasa sangat sial sekali, pasal nya ia harus menanggung malu akibat ulah istrinya sendiri.
" Maaf Hubby!" Lirih Anyer dengan menunduk kan kepala nya.
' Sangat dapat di manfaatkan! baiklah, aku memang sangat malu sekali sekarang ini, namun para undangan tidak ada yang tau bahwa ini adalah aku, karena wajah ku juga tertupi! aku akan memanfaatkan situasi ini!' Batin Evans.
" Apa kalian sudah puas menertawakan ku?" Evans berpura pura marah, padahal sebenarnya ia hanya ingin melihat reaksi dari semuanya.
" Maaf tuan, ini adalah salah saya! jika seandainya saya tidak meminta anda untuk bernyanyi sambil menari, mungkin anda tidak akan mengenakan kostum seperti ini tuan!" Erdo merasa bersalah jadinya, dan begitu juga dengan Ria. Namun tidak dengan ketiga orang lain nya, yaitu Pram, Iras, dan Nenek Feny.
" Ternyata kamu tahu juga! tapi kali ini saya maaf kan! jadi kamu tidak perlu khwatir!" Evans penuh kemenangan.
" Boy, Daddy rasa tanpa Erdo minta maaf pun, kamu tidak akan berani kan? menari sambil bernyanyi di atas panggung dengan kostum seperti itu?"Sinis Pram.
" Ckkkk!!! tetap saja Erdo yang salah!" Bantah Evans. " Do, jadi kita anggap ini suang ok! dan karena saya baik, maka kamu boleh minta satu permintaan lagi! apapun itu, asal kan tidak seperti ini lagi!" Tambah nya lagi.
" Terimakasih tuan muda! baiklah, saya ingin meminta pada anda, agar membiayai rencana Honeymoon kami selama seminggu!" Balas Erdo.
" Cihh!!! permintaan yang sangat mudah sekali! karena ini mau mu, maka saya akan menerima nya!"
" Makasih tuan muda!" Seru Erdo dan Ria bersamaan.
"Baiklah!! urusan tantangan kalian sudah selesai, dan Daddy rasa, waktu sudah mulai larut, takut Nenek jadi sakit nanti! kalau begitu kami deluan pulang!" Ucap Pram.
" Ada benar nya Uncle! baiklah, pesta akan segera berakhir!" Balas Erdo.
" Erdo, Ria, Anyer, Vans, dan Nenek nya Ria! kami pulang ya! bye..."Pram, Iras dan Nenek Feny pun pamit pulang deluan.
" Kami juga pulang! selamat untuk kalian berdua!" Ucap Evans.
" Nenek, sekretaris Erdo, Ria, kami pulang ya! da....." Anyer memeluk Ria sebelum ia ikut menyusul Evans dari belakang.
" Makasih Nona!"
" Thanks Nyer!"
" Hati hati nak!" Seru Nenek Luna.
Dan kini tersisa hanya mereka bertiga saja di atas panggung, dan juga para tamu undangan sudah banyak yang berpulangan setelah bersorak memberikan selamat pada pengantin.
" Nak Erdo, Ria! ayo kita pulang nak!" Ajak Nenek Luna yang merasa sudah di serang kantuk, maklum umur sudah bau tanah.
" Iya Nek! ayo kita pulang!" Erdo membawa Ria dan Nenek Luna turun dari panggung.
***
♡ Di apartement Erdo♡
" Nenek istirahat ya!" Pesan Erdo ketika melihat Nenek Luna yang sudah berbaring di atas ranjang.
" Iya nak! kalian keluarlah!"
" Baiklah! Good Night Nek!" Erdo dan Ria berjalan keluar.
***
♡Di kamar Erdo♡
Kini Ria tengah sibuk melepaskan aksesoris yang melekat di bagian tangan, leher, hingga kepala.
Sementara Erdo, ia juga sibuk melepaskan stelan jas dan sepatunya, tidak ada suara yang keluar diantara keheningan dalam kamar tersebut.
' Mungkin memang harus minta tolong dari Erdo! tidak ada pilihan lain!'Batin Ria.
" Em.... Er.... apa aku bisa minta tolong padamu?" Tanya Ria dengan gugup.
Sejenak Erdo terdiam yang kini telah bertelanjang dada, ia menoleh ke arah Ria. " Apa kamu sulit membuka nya?" Imbuhnya.
" Em.... sedikit, apa kamu bisa bantu aku?"
' Godaan apa ini? ckk!! Do, itu normal, karena kamu pria normal juga!' Batin Erdo.
" Baiklah!" Erdo berjalan mendekat kepada Ria, dan mulai membuka kan resleting gaun Ria.
' Ya Tuhan!! bahkan melihat punggung nya yang sangat bersih saja sudah membuat ku menegang, lalu bagaimana dengan bagian selanjutnya?' Batin Erdo.
" Ma.... makasih!" Ria langsung berlari dan masuk ke dalam kamar mandi dengan penuh kegugupan.
Dalam Kamar Mandi.
" Argg!!! mengapa aku harus gugup seperti ini?ckk!! tapi aku tidak akan menolak jika nanti Er meminta hak nya padaku, hanya saja..... aku masih takut untuk melakukan hal seperti itu!" Gumam Ria yang kini tengah berendam dalam bathup.
"Huf.... Baiklah! bersikap lag biasa saja Ria! cepat atau lambat kamu juga akan menyerahkan nya pada suamimu!" Gumam nya lagi.
Sementara di luar kamar mandi, Erdo tengah duduk di atas ranjang dengan tampang yang terlihat lesu.
' Arg!! bagaimana ini? bahkan aku tidak bisa mengendalikan diri ku lagi!! tidak ada pilihan lain, aku memang harus menuntaskan ini!' Batin Erdo.
Dengan penuh nyali yang sangat besar, Erdo pun berjalan mendekat ke pintu kamar mandi, dan saat Erdo membukanya, seperti nya pintu tidak terkunci, ternyata Ria lupa mengunci pintu karena gugup nya.
Erdo pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi, dan ia dapat menyaksikan sendiri Ria yang sudah tanpa sehelai benang pun.
' Glek!' Saliva tertelan dengan kasar.
' Sial!! aku tidak kuat lagi!'
Ria saat ini tidak berada dalam bathup lagi, tapi berada di bawah shower air karena sedang keramas.
Namun tiba tiba Ria merasakan ada tangan yang memeluk nya erat dari belakang nya, dengan penuh ketakutan, Ria pun menoleh ke belakang, dan ternyata ...
" Er....." Ria terkejut hampir tak percaya.
" Maaf kan aku! tapi aku tak bisa menahan lebih lama lagi! aku menginginkan mu sekarang juga!" Ucap Erdo dengan suara parau nya.
' Bagaimna ini? apa kah secepat ini? aku memang akan menyerahkan nya pada Er, hanya saja.... aku masih tak kuat!'Batin Ria.
"Apa kamu mau melayaniku sekarang?" Erdo penuh harap.
' Aku serahkan!'
" I.... Iya!" Ria mengangguk setuju.
Dengan penuh kebahagian, Erdo pun dengan senang hati melakukan ritual nya bersama dengan sosok wanita yang ia cintai, perlakuan lembut yang Erdo berikan pada Ria, membuat Ria jatuh dalam kenyamanan dan buaian yang Eddo berikan padanya. Hingga mereka menghabiskan waktu di bawah shower yang menyejukkan.
***
Hallo :) buat kalian yang ngarap cerita nya lebih fulgar, maaf ya 😄soal nya author tidak hal begituan😄masih polos atuh! buat yang otak nya dah melayang layang, tanggung aja sendiri! awas loh, anak di bawah umur, hati hati! nntar dosa kalau otak nya ngeres wkwkkw, ok byee... bye... Readers se you...♡😉
LIKE,KOMEN DAN VOTE OK
SALAM ^^