Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2(EPS 35)



" Kita harus segera ke Negara A, aku tidak sabaran lagi untuk memulai permainan yang menyenangkan ini." Suara tegasnya sambil meremas sendiri jemarinya.


" Tuan, bukankah sekarang sudah larut? anda harus memperhatikan kesehatan anda. Lagi pula jadwal kesana tidak terlalu memaksa, jadi anda bisa beristirahat untuk malam ini. Dan kita lanjut esok subuh kembali." Eder memberi sedikit saran, Edward memang selalu begitu lebih terfocus bada ambisi dari pada dirinya sendiri. Dapat dihitung berapa jam ia untuk beristirahat dalam satu malam.


Edward sedikit berpikir lebih dalam, namun tetap saja apa yang sudah ia perintahkan aku terjadi.


" Jika kau masih ingin disinu maka malam ini juga kau akan pindah posisi menjadi gembel jalanan!" Sinis Edward dengan licik kemudian melangkah keluar dari Hotel.


Eder menghela nafas panjang sambil menggeleng, tidak ada yang berani membantah ucapan sang bos besar itu kecuali menurut saja.


Edward memerintahkan supaya mobil berhenti di salah satu Resto terkenal. Hingga kini mereka tengah duduk sambil menikmati makanan.


" Hallo Ed," suara seorang gadis dengan manjanya ikut duduk di samping Edward tanpa rasa malu sedikit pun. Edward terlihat biasa saja tak bergeming sedangkan Eder terheran sambil membulatkan matanya tak percaya.


' Wanita ini,,,, bukankah dia wanita tercantik di fakultas Kuliah dulu sewaktu di Inggris? dan dia adalah gadis yang tergila gila pada Tuan Edward. Apa apaan ini, akankah drama singkat akan terjadi.' Batin Eder.


Eder menatap Edward seakan mengatakan bahwa ia ingin melarang wanita itu namun Edward menggeleng dengan ekspresi datar.


" Hay,,, kenapa kalian berdua malah bengong?" Tanya wanita itu.


"Hmmm,,," Eder berhedem kecil.


" Hayy, bagaimana kabarmu Maura?" Balas Edward dengan lembut.


' Astaga, mengucapkan kata selembut itu? apakah Tuan Edward sudah habis obat atau kehilangan akal sehat. Sedangkan masalah duduk sembarang di sampingnya saja pasti akan menghilangkan separuh nyawa seseorang. Tapi sekarang? benar benar aneh.' Batin Eder.


" Baik, kalian berdua gimana kabarnya?" Sahut Maura dengan manis.


" Menurut yang kamu lihat?!" Edward tersenyum miring.


" Hay Eder, mengapa diam saja. Kabar kamu bagaimana?" Tanya Maura.


" Sedikit buruk," jujurnya.


Edward melempar tatapan membunuh kepada Eder. Seakan mengerti Eder pun tersenyum paksa kepada Maura." Baik, tadi itu salah ngomong." Ucapnya.


" Oghey hehehhe,, kamu pintar aja bercanda Eder." Maura terkekeh kecil. " Hmm,," Eder malas membuka suara.


" Edward apa kamu tidak merindukanku?" Kata Maura tanpa rasa malu. Ia semakin bergeser mendekat pada Edward, jujur sebenarnya Edward ingin tendang saja Maura namun ia harus menjaga image nya.


" Emmm siapa pun pasti akan merindukan primadona kampus sepertimu. Berarti kamu sudah tahu apa jawaban ku kan?" Balas Edward, ia tersenyum kecil kepada Maura. Siapa yang tidak kenal dengan primadona kampus itu? Maura gadis tercantik yang menjadi sugguhan pertama dari semua laki laki sewaktu kuliah dulu. Semua ingin mendapatkan hatinya Maura namun tidak ada yang berhasil karena sampai saat ini pun Maura tetap mencintai Edward. Namun sayang, cintanya di tolak mentah mentah oleh Edward sewaktu mereka lulus kuliah. Hingga sampai saat ini cinta Maura masih sama dan tidak luntur sama sekali dari Edward.


" Jadi kamu benar benar merindukanku Ed?" Mata Maura berbinar bahagia bukan kepalang.


" Hmm, Maura,, Tuan Edward tidak punya banyak waktu untuk mengobrol lebih lama lagi dengan kamu. Jadi saya undur diri karena Tuan Edward harus segera pergi." Eder mengambil kesempatan untuk berbicara, ia dan Edward bangkit berdiri kemudian melangkah pergi begitu saja tanpa mempedulikan Maura lagi.


Edward dan Eder menoleh sekilas tanpa menyahut.


" Lain kali kalau ada waktu kita bisakan ngobrol bareng lagi?" ucap Maura tanpa rasa segan.


" Lihat kapan ada waktu saja, kami pergi." Eder yang menyahut sementara Edward melangkah masuk kedalam mobil.


" Edward, kamu tidak akan ku lepaskan begitu saja. Pria yang aku cinta harus bisa ku dapatkan." Tekad Maura dengancinta buta yang ia miliki.


_____


NEGARA A


Edward dan Eder baru saja sampai lepas landas di Negara A, mereka sudah selesai bersiap siap untuk segera meluncur ke Perusahaan keluarga Lang.


"Tuan, sudah ketiga hari kan ini Tuan tidak ada memberi kabar pada Tuan kecil Hansel dan Nona Lea. Saya ragu jika nanti mereka berpikir bahwa anda hanya berpura pura baik saja pada mereka." Jelas Eder, sorotan mata Edward tidak berubah menjadi dingin menatap Eder. Suara deruan mesin mobil seakan tidak memberi udara segera untuk Eder hirup lagi.


" Untuk saat ini mereka akan kembali seperti semula sebelum saya datang kedalam kehidupan mereka. Tapi tunggu saja akan ada masanya untuk menaklukan hati batu nya Ibu Hansel." Kata Edward sambil tersenyum miring.


" Baiklah Tuan,"


Sesampainya di halaman Perusahaan Lang, mereka berdua turun bersamaan untuk kali pertama menginjakkan kaki di Perusahaan itu. Sebelumnya tidak ada Perusahaan manapun yang mampu mengajukan permintaan kerja sama dengan E.SCRITH GROUP. Namun Edward sedikit terkikik geli ketika menatap Perusahaan keluarga Lang itu.


" Perusahaan ini yang mengajukan kerja sama dengan E.SCRITH GROUP?" Edward tersenyum mengejek penuh makna seakan merendahkan.


" Benar Tuan,"jawab Eder dengan ragu.


' Ternyata Perusahan sekecil ini?apa jaminannya sehingga berani meminya kerja sama dengan E.SCRITH GROUP?memang iya kriteria dan bagian yang mereka ajukan cukup formal dan mengesankan. Namun melihat Kantornya ini saja sudah tentu Tuan Edward akan tertawa garing seharian mengejek Perusahan yang hanya sekecil semut dari E Scrith Group. Keluarga Lang benar benar menantang Tuan Edward.'


" Tuan sepertinya mereka ada sebuah ilusi tujuan yang sudah mereka susun makanya mereka berani mengajukan hal konyol itu dengan E.Scrith Group," ucap Eder menebak. Edward juga berpikir seperti itu, matanya menyapu dari atas hingga bawah bagian perusahaan itu.


" Ada benarnya, biarkan saja! kita ikuti apa rencana mereka." Suara datar nan menyeramkan memberi kendali bagi Eder untuk menurut.


" Baik Tuan, mungkin saja mereka sudah menyelidiki mengenai hilangnya Manager itu tanpa ada jawaban yang pasti."


" Hmm, kita lihat saja." Edward tersenyum miring tiada duga.


_____


LIKE KOMEN DAN VOTE


salam ^^