
♡Pagi Hari ♡
" Drttt... drt..." Anyer terbangun karena mendengar suara ponsel nya yang berdering.
" Hoam..." Anyer mengoam sesaat kemudian mengambil ponsel nya.
" Ya Hallo..."
" Hallo Anyer! kabar kamu baik kan?" Ternyata yang menelfon Anyer adalah Key adik tirinya.
" Ada apa Key?" Jawab Anyer dengan lembut.
" Cih!!! loh nngak usah sok lemah lembut deh ya! mentang mentang dah kaya sekarang, loh jadi sok belagu gitu!" Key tampak marah dari seberang sana.
" Maaf ya Key, kakak bukan nya sok belagu seperti yang kamu pikirkan, tapi kakak kan sudah punya kehidupan baru bersama suami kakak!"
" Cih!!! dasar munafik Loh!!! bilang aja sekarang loh nyaman tinggal sama suami loh karena semua harta yang suami loh punya kan?"
Anyer hanya bisa menelan ludah akan ucapan Key yang seakan akan menjatuhkan harga diri nya.
" Maaf ya dek! kalau kamu punya kepentingan, ada apa telfon kakak?soal nya kakak juga mau urusin suami kakak!" Jawab Anyer lembut.
" Gua memang ada kepentingan ke loh makanya gua telfon loh, kalau nngak? sudi gua telfon loh!"
" Emang nya ada keperluan apa Key?"
"Gini ya! selama loh nikah gua nngak pernah lagi kan ganggu hidup loh, dan gua nngak pernah lagi kan minta duit dari loh? jadi sekarang gua minta loh transfer duit loh ke rekening gua sekarang juga! gimana loh bisakan?"
" Maaf ya dek! bukan nya kakak menolak, tapi kakak tidak bekerja lagi, jadi darimana kakak punya duit untuk di transfer ke rekening kamu?"
' Masa ia aku harus pakai kartu card yang di berikan Hubby?aku tidak mau menjadi istri yang memanfaatkan suami ku sendiri!' Batin Anyer.
" Alahhhhhh!!! banyak bacot loh!! jadi intinya sekarang loh bisa nngak transfer duit itu?"
" Maaf ya dek! kayak nya kakak nngak bisa dek!"
" Loh makin menjadi jadi ada ya! pokok nya loh harus kirim duit ke rekening gua sekarang juga! gua nngak mau tau!" Titah Key dari seberang sana.
" Astaga dek!! memang nya duit itu untuk apa?"
" Duit itu untuk keperluan kami sehari hari di rumah! loh nngak kasihan ke ayah ha? sekarang ini Ayah yang harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan di rumah, mentang mentang kehidupan loh dah senang jadi lupa loh sama Ayah! pokok nya loh harus segera kirim!!"
' Benar juga yang di ucapkan Key, tapi aku nngak mau pakai kartu card Hubby! dan aku juga nngak mau karena nantinya pasti Key jadi ketagihan minta minta! tapi aku juga peduli ke Ayah! bagaimana ini?' Batin Anyer.
" Gimana loh bisa nngak?"
" Berapa yang kamu mau dek?"
" Sepuluh juta!!"
" Apaa? mengapa sebanyak itu? darimana kakak punya duit sebanyak itu dek?"
" Nngak usah banyak tanya! loh tinggal minta aja sama suami loh kan mudah? duit segitu mah mudah untuk suami loh!"
" Tapi dek...."
" Dah ya! byee... gua tunggu kiriman dari loh!"
" Tut...." Key langsung mematikan sambungan telfon mereka.
" Apa yang harus aku lakukan?aku tidak bisa apa apa lagi!huff..." Anyer tampak frustasi sekarang.
" Mungkin kalau aku pakai kartu card Hubby untuk sekali saja mungkin tidak mengapa! maaf kan aku Hubby, tapi aku takut jika nanti kamu marah jika aku beritahu kamu! maaf kan aku!" Gumam Anyer lirih, ia pun segera beranjak ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
" Awas kalian!!!" Batin Evans.
Ternyata sedari tadi Evans sudah menguping pembicaran Anyer dengan Key bahkan tentang uang itu pun ia tau.
***
" Niye... aku berangkat ya! byee.." Sebelum pergi Evans mengecup kening Anyer sesaat.
" Yes Hubby! hati hatii...." Anyer melambaikan tangan nya.
" Dah...." Ria juga ikut melambaikan tangan nya kepada Evans, eh tapi lebih tepatnya kepada Erdo.
" Hmmm!!! tumben care Ri!" Goda Anyer pada Ria.
" Enggak akhh!! kamu bisa aja! ya udah yok kita masuk!"
"Em... kamu tunggu dulu ya di ruang tamu, aku ke kamar dulu sebentar!" Anyer naik ke atas menuju kamar, sementara Ria ia duduk di sofa ruang tamu.
Di kamar Anyer tengah duduk di sofa dalam kamar, tampak ia sedang mengotak ngatik ponsel nya.
" Sudah terkirim kan dek?" Anyer mengirim pesan kepada Key.
" Sudah! thanks ya!" Balasan yang sangat singkat.
" Huf... maaf kan aku Hubby! aku tidak bermaksud tapi aku terpaksa!" Gumam Anyer lirih.
***
Sementara di lain tempat, yaitu di dalam kantor Evans, tampak Evans sedang memeriksa ponsel nya, dan benar dugaan nya bahwa Anyer telah mentransfer uang itu.
' Ternyata kamu jadi menuruti permintaan adik mu itu Niye! aku tidak mempermasalahkan hal itu! tapi aku akan segera memberi pelajaran pada ketiga makhluk itu!' Batin Evans.
" Do!"
" Ya tuan muda!"
" Kau atur pertemuan ku dengan ketiga makhluk itu hari ini juga!" Titah Evans pada Erdo.
" Baik tuan muda!" Erdo sudah mengerti maksud ucapan Evans.
***
Seperti yang telah Evans minta, kini Evans dan Erdo sedang berada di sebuah cafe terkenal.
Dan juga tampak ketiga makhluk yang Evans maksud itu juga sedang duduk di hadapan nya.
Cukup lama tidak ada pembicaran diantara mereka berlima.
" Hmmmm..." Evans berdehem cukup keras, hingga kini perhatian ketiga makhluk itu tertuju pada Evans.
Mereka adalah Key, Sara, dan juga Pradma, kini tubuh mereka benar benar sudah sangat gemetaran sekali, bahkan mereka sudah keringat dingin karena takut nya pada Evans.
" Apa kalian tau mengapa saya meminta kalian berada disini?" Evans membuka suara dengan suara nya yang terdengar sangat menakutkan.
Namun mereka bertiga hanya diam saja tidak menyahut ucapan Evans.
" Jawabbbb!!!" Suara Evans yang menggelegar memenuhi Cafe tersebut, untung nya Erdo sudah membooking Cafe itu hingga hany ada mereka saja di dalam Cafe tersebut.
" Maafkan kami tuan!!" Jawab mereka bertiga bersamaan dengan penuh ketakutan.
" Untuk apa kalian minta maaf?"
" Kami... kami...."
" Apa kamu tau apa kesalahan mu ha?" Evans berkata ahli ahli kepada Key.
" Ma... maafkan saya tuan!! maaf kan saya! saya tau saya salah karena telah memeras kakak saya! tapi jujur tuan, saya tida bermaksud akan hal itu! itu semua karena permintaan ibu saya!" Jawab Key dengan penuh kegetiran dan juga air mata nya yang jatuh.
" Dasar wanita mata duitan!!! saya sudah berbaik hati untuk tidak menghancurkan kalian bertiga! tapi kalian masih berani mengusik kehidupan saya! dengar kan saya baik baik! jika kalian mengusik istri saya, itu sama saja kalian mengusik ketenangan saya!! paham!!!" Rahang Evans kini sudah mengeras dengan amarah yang sudah tertahan.
" Maaf kan kami tuan!!!" Mereka bertiga sudah di bumbui dengan ketakutan dan juga air mata.
" Cih!!! anda adalah Ayah yang tidak punya malu dan tidak punya harga diri!" Evans menatap Pradma dengan tatapan membunuh.
" Maafkan saya tuan!! maafkan saya!!!" Pradma benar benar sudah sangat ketakutan.
" Cih!!! kalian bertiga sama saja! dan kau!!!" Evans menunjuk ke arah Sara.
" Anda pikir saya tidak tau semua perlakuan kamu selama ini pads istri saya sebelum kami menikah? kamu adalah seorang ibu yang sangat jahat!!! sekalipun istri saya adalah anak tiri anda, tapi anda juga harus menyayangi dia dan tidak memperlakukan nya seperti pembantu!!" Ucap Evans dengan suara yang membesar.
" Saya minta maaf tuan... hikss...hikss... saya akui saya salah! saya minta maaf... hiks..."Sekujur Sara benar benar diselimuti dengan ketakutan.
" Bodoh!!!! kalian meminta maaf itu kepada istri saya bukan kepada saya!! ingat kalian harus meminta maaf pada istri saya bahkan bila perlu kalian harus bertekuk lutut di depan nya!!! kalian harus mendapatkan maaf dari istri saya, tapi jika itu gagal, ingat lah bahwa maut menanti kalian bertiga!!" Suara Evans semakin membesar dan penuh penekanan.
" Baik tuan baik!! terimakasih!!"
"Jika bukan mengingat perjanjian saya pada istri saya, mungkin saat ini kalian sudah tiada di muka bumi ini!" Evans berusaha mengendalikan emosi nya karena ia mengingat perjanjian nya dengan Anyer, bahwa ia tidak akan menjadi Mafia kejam lagi dan terkahir kali nya menghabisi seseorang.
" Ayo Do!!" Evans langsung berjalan meninggalkan mereka bertiga.
Erdo pun mengikuti Evans dari belakang, ia hanya diam saha mengunci mulut nya dengan rapat.
***
HALLO AUTHOR UP ISI BAB NYA BANYAK KAN? ^^
Like,komen,dan vote ^^
SALAM