Mafia And Me

Mafia And Me
MADIA AND ME 2 EPS 30



" Byeee...." Elena melambaikan tangan pada teman teman kuliahan nya. Jam kuliah sudah usai lebih cepat dari semalam, jadi Elena berniat untuk banyak rebahan lagi di apartemen.


Tangannya baru saja menyentuh gagang pintu mobil, namun sebuah tangan menahannya.


" Nona,,," ternyata dia adalah Eder yang sedari tadi mengawasi Elena sampai jam kuliah usai.


Melihat Eder, Elena memutar bola matanya dengan malas terlebih mengerucutkan bibirnya penuh kejengkelan.


" Kenapa Kak Eder disini? bukankah sibuk dengan Kak Edward di dalam ambisi pekerjaan?" Sinis Elena. Ia sengaja mengucapkan itu karena sudah ia pastikan Eder tidak akan tersinggung sedikit pun.


" Nona, saya diperintahkan oleh Tuan Edward untuk menemani anda beberapa hari ini karena Tuan Edward masih sibuk mengurus Perusahaan. Maka dari itu saya hanya menjalankan tugas saja sebagai,,,,"


" Udah! stop! jawaban Kak Eder selalu sama. Semalam juga baru bilang kegitu sekarang itu lagi. Elena bosan tau gak?!" Cletuk Elena penuh kekesalan. Tadinya ia berharap bahwa Eder datang karena insiatif nya sendiri tapi alhasil di luar dugaan.


" Maaf jika membuat Nona Elena jadi bosan karena jawaban saya. Sebagai seorang kepercayaan Tuan Edward saya ingin memastikan apakah Nona baik baik saja sampai apartemen nanti. Maka saya akan mengikuti anda dari belakang." Suara datarnya membuat Elena semakin bertambah cemberut.


" Serah!" Elena berdecak kesal kemudian menutup kasar pintu mobilnya.


" Hati hati Nona,,," ungkap Eder dan ikut menyusul dari belakang.


"Aaaaaaaa!!! benci banget sama Kak Eder! nyebelin!!! gak pernah tau apa yang sebenarnya Ele rasain." Elena berteriak kesal di dalam mobil dengan laju yang cukup tinggi. Elena memukul mukul setir mobil dengan kekesalan yang amat dalam.


Eder yang di membawa mobil di belakang mobil Elena sedikit keheranan karena bunyi klakson mobil yang berbunyi.


" Ada apa dengan dia lagi? entahlah, tidak mungkin dia berbuat hal bodoh." Eder berpikiran positif saja tanpa ke lain hal.


_____


Disisi Lain.....


Dalam gudang tua nan gelap tampak seorang Pria terlilit rantai kasar dan tajam di tubuhnya. Bahkan bergerak sedikit saja akan menggores kasar bagian tubuhnya yang sudah bertelanjang dada selain celana pendek yang masih melekat di badannya.


" Aaaa...." Rintihnya saat ia bergerak dan langsung menggores badannya.


" Ini sangat perih sekali....." Rintihnya lagi seakan tidak memberi ia luang untuk bernafas. Bahkan untuk menghirup udara dan menghela nafas saja ia seakan sesak.


" Bagaimana? apakah itu menyenangkan?" Suara dingin seakan memberi alam maut datang menghampiri Pria itu.


" Siapa kau?!"Teriak Pria itu. Tubuhnya kembali gemetaran ketika melihat pedang yang sangat panjang dan terlihat menyeramkan dimatanya.


" Saya? masih ingat siapa wanita yang kamu katakan perasaan anda?" Ucap Pria yang ternyata adalah Edward.


" Aku tidak tau!"


" Jawab!" Suara Edward bergelegar penuh emosi.


" Lea? apa urusannya dengan anda ha?dia adalah wanita yang aku cintai, lalu apa urusannya dengan anda?" Kata Manager Cio semakin gemetaran.


" Tidak! Anda tidak berhak mengatur saya untuk menjauhi wanita yang saya cintai. Lea itu adalah milikku, dia adalah bawahan ku jadi jangan melarang karang saya." Tegas Cio tanpa tahu malu sedikit pun.


" Saya tidak melarang anda hanya saja otak anda tidak bekerja dengan baik. Jika anda benar benar mencintai Lea, pasti dia tidak akan dalam keadaan sekarang ini sampai diambang kematian. Tetapi semuanya telah terjadi dan saya tidak akan tinggal diam, mungkin kamu belum tahu siapa saya? kamu adalah Manager sialan bernama Cio Lang seorang Manager baru di Resto itu hanya karena warisan saja kan? jadi tidak heran jika sikap bodoh anda terlalu ambisius. Dan kamu juga sudah saya pastikan tidak tahu siapa saya?" Edward menekankan kata katanya, emosinya semakin memburu hendak dilampiaskan segera.


" Siapa anda?!!!!" Cio sudah keringat dingin, ditambah lagi keringat nya sendiri semakin menambah perih di bagian lukanya yang tergores karena rantai tajam itu.


" Pernah dengar rumor seorang Pria yang mampu melenyapkan siapa saja bahkan keluarga sampai perusahaan hanya dalam waktu satu jam? anda belum pernah dengar itu? dan mungkin anda belum tahu siapa penguasa di Negara New York ini?!" Edward menyunggingkan senyuman membunuh, senyuman nya itu seakan membuka jalan Kematian bagi Cio yang semakin ketakutan bukan main.


Mendengar semuanya itu ia pun mulai berpikir keras dan mengingat apa yang pernah keluarga Lang ucapkan dan terbayang benar bahwa Pria yang berdiri didepannya saat ini adalah EDWARD SCIRTH penguasa Negara New York sekaligus seorang Mafia kejam yang tidak pandang bulu.


" A,,apa anda adalah Tuan,,, Tuan Edward?" Kegugupan bercampur dengan rasa takut menjadi satu dalam diri Cio.


" Sudah ingat saya hemmm,,,?" Edward memutar mutar pedang yang di tangannya kembali.


"Maafkan saya Tuan! maafkan saya, saya baru mengetahui bahwa anda adalah Tuan SCIRTH penguasa Negara New York. Saya minta maaf," ungkap Cio berharap ada ampunan dari Edward. Namun jangan bilang Edward Scirth jika tidak menghabiskan siapa pun yang mengusik ketenangan dirinya.


" Saya rasa anda sudah tahu semuanya bukan?maka kamu pun sudah tahu kan apa balasan untuk keberanian yang kamu lakukan ini?"


" Maafkan saya Tuan, saya mohon maafkan saya." Cio tak kuasa lagi untuk kuat, air matanya jatuh seketika.


" Saya tidak butuh maaf dari seseorang yang mengusik milik saya. Maka terimalah," Edward seakan memberi kode pada orang orang nya yang berada di sekeliling.


" Tuan saya mohon,,,," Cio berteriak histeris.


Kelima orang suruhan Edward melangkah mendekat pada Cio. Mereka membuka rantai yang melilit di tubuh Cio, kini tampaklah tubuh Cio penuh dengan bekas goresan rantai tajam itu.


" Kali ini saya tidak akan mengotori tangan sendiri untuk menghabisi anda, tetapi mereka yang akan bekerja menggantikan saya." Tegas Edward.


" Tuan saya mohon maafkan saya,,," Cio terus berharap ada kemurahan baginya.


" LAKUKAN!!!"


Timah panas yang sudah di aduk rata sampai menjadi percihan kecil seakan siap untuk melahap. Kelima orang suruhan Edward langsung beraksi dan.....


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!" Teriakan histeris Cio ketika ia telah terlempar kedalam lahar api timah panas tersebut. Tubuhnya hancur lebur seketika hanya dalam sekejap.


Tidak ada ampunan yang Edward berikan pada siapapun yang berani mengusik dirinya, bahkan ia termasuk dalam golongan seseorang yang tidak memiliki rasa ubah sedikit pun. Hanya satu prinsip yang ia pegang, jangan mengusik ketenangan dirinya apalagi mengusik dirinya karena itu akan membahayakan diri seseorang yang mencoba untuk bermain main dengan Edward.


______


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^