
"STOPPPP!!!!!"
Suara yang bergelegar di dalam gubuk itu, dan ternyata....
" Erdo...." Gumam Ria lirih.
Sesaaat ada kebahagian tercurah bagi nya, namun kemudian hal itu hilang begitu saja entah karena apa.
" Siapa kau? berani nya kau merusak acara pernikahan ku?" Fol bangkit berdiri dan mendekat kepada Erdo.
" Anda tidak perlu tau siapa saya!! yang perlu anda tau yaitu bahwa saya adalah kekasih Ria!!" Ungkap Erdo dengan tegas dan penuh penekanan.
Ria terkesiap mendengar ucapan Erdo barusan.
" Tutup mulut mu!! berani nya kau berkata seperti itu!!! asal kau tau, dalam hitungan menit lagi, dia akan sah menjadi istri ku!!" Balas Fol dengan penuh amarah.
Erdo menahan emosi nya, ia tidak mau berbuat hal senonoh di depan pendeta. " Pak pendeta, saya minta maaf akan hal ini, tapi pernikahan ini batal! apa kah pantas seseorang dinikah kan di tempat seperti ini? dan lebih parah nya, tidak ada restu dari pihak mempelai perempuan! jadi saya mohon maaf, kiranya bapak memaklumi nya!" Ucap Erdo dengan tutur kata yang sopan, ia sudah berusaha untuk menahan emosi nya yang sudah menggebu.
" Baik lah nak, tapi sebelum itu, saya juga merasa aneh ketika dibawa ketempat seperti ini dengan cara pemaksaan, walau bagaimana pun sudah tugas saya untuk mempersatukan dua insan, tapi jika itu atas restu dan kemauan bersama, dan saya juga baru tau, bahwa ini dengan cara pemaksaan, saya bersyukur kamu hadir tepat waktu, sehingga saya tidak sempat memberkati pernikahan yang tidak di inginkan tuhan dan juga seorang mempelai! saya permisi!" Balas pendeta itu dengan ramah dan segera beranjak pergi.
Fol sudah mengepal kan tangan nya dan penuh dengan amarah.
" Jangan pergi!!" Teriak Fol, namun sia sia, pendeta itu sudah pergi jauh.
" Kau!!!" Fol hendak melayang kan tinjuan nya pada Erdo, namun dengan sigap Erdo langsung mengelak, dan alhasil tinjuan nya melayang di udara.
" Kurang aj*r!!!" Maki Fol.
Erdo tidak terima dengan ucapan Fol. " Saya tidak ingin membuang tenaga saya untuk anda, jadi saya harap anda mengaku kalah saja, karena ada tidak punya alasan lagi untuk menahan kekasih saya!" Tutur nya dengan penuh penekanan.
Ria seakan merasakan ada seorang malaikat pelindung yang menolong nya saat ini, jika ia berani, ingin rasanya ia teriak sekencang kencang saat itu juga, namun ia urungkan niat nya itu.
" Jangan pernah berharap akan hal itu!! asal kau tau, Ria sudah menyetujui pernikahan ini, dan kami sama sama untung!!" Fol tidak terima akan ucapan Erdo.
' Cih... bahkan setetes keuntungan pun tidak memihak kepadaku, dan aku benar benar terpaksa! Do, mengapa kau kesini? pergilah! tidak ada juga artinya, toh aku memang sudah pasrah akan hal ini!!' Batin Ria.
Ria menatap Erdo dengan mata berkaca kaca. " Do, pergilah! jangan menganggu ku lagi! benar yang di ucapkan oleh Fol, bahwa aku yang menyetujui hal ini! jadi kuharap kau pergi dan anggap aku tidak pernah kau kenal selama hidupmu, dan aku berterima kasih atas semua perlakuan baik mu padaku, tapi ini memang sudah menjadi takdirku! dan ku mohon, jangan menghalangi jalan kehidupan ku yang baru!" Jelas Ria, air mata nya pun jatuh seketika dengan ucapan nya sendiri.
Jujur ia tidak pernah merasakan kesedihan yang sangat mendalam seperti ini, bahkan ia seakan lebih memilih Fol daripada Erdo.
" Tidak!!! apa kau sebodoh itu ha? dia hanya memanfaat kan nenek mu saja, dan asal kau tau, mulut nya itu sangat berbisa!" Balas Erdo tegas.
" Jaga ucapan mu!! darimana kau tau semua itu ha?" Fol tidak terima.
" Dasar pria brengs*k!!! anda pikir saya tidak tau semuanya? jika saya menjelaskan nya,mungkin akan menguras semua tenaga saya, jadi langsung ke inti nya saja! bahwa nenek nya Ria, sudah ada pada saya!" Ungkap Erdo.
Ria terkejut dengan ungkapan Erdo, apa ucapan nya Erdo dapat di percayai nya? atau tidak.
" Apa maksud mu Do?" Tanya Ria lirih.
" Kau bodoh!! dia telah mengatakan ucapan muslihat untuk membodohi mu, dan asal kau tau bahwa nenek mu tidaklah diperlakukan dengan baik!" Jawab Erdo.
" Jelaskan maksud mu itu!!!" Teriak Ria histeris.
Erdo pun menceritakan semua nya dari awal ia menguping pembicaraan mereka, sampai ia berhasil membodohi para orang suruhan Fol.
" Kurasa itu cukup jelas untuk kau pahami!!" Tegas nya.
" Diam disitu, atau habislah dia!!" Fol mengarahkan pistol tepat di kepala Ria.
" Lepaskan!!" Ria memberontak.
" Lepaskan dia!!!!" Teriak Erdo.
" Diam!!!!" Balas Fol marah.
Disaat Erdo semakin mendekat kearah Ria, tiba tiba....
" TORRRRRRR!!!!"
**
LIKE,KOMEN, DAN VOTE
SALAM